18:00 . Peserta Jamkesda Akan Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan   |   17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |   22:00 . Dua Pangkalan Elpiji Nakal Disanksi Disperindag   |   21:00 . Lapar...!! Singgah Aja di Bang Bara Timur SPBU Balen    |  
Fri, 22 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 September 2017 15:00:00

Sekda Se-Provinsi Kalbar Kunjungi Bojonegoro

Sekda Se-Provinsi Kalbar Kunjungi Bojonegoro

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Di hadapan 80 peserta Branchmarking pendidikan dan pelatihan pimpinan tingkat IV angkatan XVIII dan XIX Provinsi Kalimantan Timur, yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/9/2017) pagi, Bupati Bojonegoro mengingatkan 3 hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Menurut Kang Yoto Bupati Bojonegoro, 3 hal penting yang harus dimiliki adalah sadar diri, sadar misi dan sadar peran. Dijelaskan Bupati Bojonegoro, sadar diri adalah bagaimana seseorang menyadari bahwa sebagai pelayan rakyat harus menempatkan diri sebagai pelayan yang mau mendengar dan mengetahui. Harus dipahami benar, bahwa masalah rakyat adalah masalah kita atau masalah pemerintah. Dengan memahami masalah yang berkembang di tengah masyarakat, maka kita telah menjadi bagian dari solusi yang dihadapi oleh masyarakat. Menurut Bupati, dengan keterbatasan inilah membuat kita akhirnya mengambil langkah cerdas atau langkah inovasi untuk menyelesaikan masalah rakyat di tengah keterbatasan yang kita miliki.

"Kedua Sadar misi, kita harus memahami benar apa misi yang akan kita usung kedepan dan misi apa untuk membantu menyelesaikan masalah rakyat. Sedangkan sadar yang ketiga adalah sadar peran, ditengah keterbatasan dan banyaknya masalah yang dihadapi rakyat ini, maka kita akan mengambil langkah sesuai kebijakan kita untuk bisa keluar, inovasi terkadang lahir dari keterbatasan yang melingkupi kita. Kita dapat berkarya dan mencoba jalan keluar dari masalah itu dengan kecerdasan lokal yang kita miliki," jelasnya.

Di hadapan seluruh peserta Branchmarking, Bupati menceritakan, bahwa apa yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro merupakan flashback dari 10 tahun Bojonegoro dimasa lalu. 10 tahun lalu kita terkenal sebagai daerah yang langganan banjir dan daerah miskin, kita juga dikenal sebagai daerah dengan jalan dan infrastruktur yang rusak. Belum lagi adanya anggapan dari masyarakat kita bahwa mental birokrat kita memiliki mental korup. Belum lagi Kabupaten Bojonegoro ditahun 1900-an adalah daerah yang dilanda kemiskinan yang luar biasa yang disebut dengan endemic poverty. Ditahun 2000 Kabupaten Bojonegoro masuk kabupaten miskin di di Jawa Timur. "Kemudian ditahun 2008 kita masuk 3 besar termiskin di Jawa Timur. Kemudian ditahun 2016 ini kita berhasil lepas dari jebakan 10 besar daerah termiskin di Jawa Timur," jelas Kang Yoto.

Bupati mentargetkan, bahwa 2 tahun kedepan akan mampu melampui Kabupaten Gresik. Kelakar Bupati. Mengapa berani mentargetkan demikian, karena masa kepemimpinan beliau hanya tinggal berapa bulan saja. Jadi ini adalah semacam tantangan bagi pemimpin masa depan Bojonegoro untuk berbuat dan bekerja lebih baik. "Ini adalah lecutan positif agar pemimpin Bojonegoro dimasa depan harus bekerja keras," harapnya tegas.

Bupati yang terpilih dua periode itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang telah mau belajar bersama dengan Kabupaten Bojonegoro. Ini buka berarti Bojonegoro lebih unggul, kata Bupati, namun adalah proses belajar bersama. "Sebenarnya dengan study banding ini Bojonegoro pun mengambil ilmu dan keberhasilan daerah yang datang ke Bojonegoro. Jadi ini adalah momentum untuk saling bertukar pengalaman dalam memajukan wilayahnya," kata Kang Yoto.

Ir. Anggraito, MM dalam kesempatan ini dirinya mengajak seluruh Sekretaris Daerah di Provinsi Kalimantan Barat, selain itu 40 peserta Diklatpim IV angkatan XVIII dan 40 peserta dari angkatan XIX, yang akan melakukan kunjungan atau fokus di 4 Organisasi Perangkat Daerah yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendakatan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. [saf/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more