00:00 . 2018, Target Lifting Nasional 830.000 Barel per Hari   |   23:30 . Hasil Imbang, Pelatih Perseta Kecewa   |   23:00 . Ini Nama-nama Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia   |   22:30 . Tumpukan Jerami Bakar Kandang Sapi di Desa Katur   |   22:00 . Tahan Imbang Perseta 1-1, Persibo Lolos ke Semi Final   |   21:30 . Menit 60, Perseta Tulungagung Samakan Kedudukan   |   21:00 . 7 Menit Babak ke Dua, Sejumlah Peluang Tercipta   |   20:30 . Babak Pertama Persibo Ungguli Perseta 1-0   |   20:00 . Kiper Perseta Gagalkan Tendangan Penalti Persibo   |   19:30 . Hadapi Persibo, Perseta Turunkan Formasi 4-4-2   |   19:00 . Coach Putu: Jangan Biarkan Perseta Bermain Berkembang   |   18:30 . Rebutan Gunungan Puncak Acara Grebek Berkah   |   18:00 . Kementerian ESDM Akan Segera Legalkan Pertamini?   |   17:30 . TPPI Produksi 1,6 Juta Barel per Bulan   |   17:00 . Sambut Bulan Muharram, YPPAD Gelar Pawai Ta'aruf   |  
Thu, 21 September 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 September 2017 15:00:00

Sekda Se-Provinsi Kalbar Kunjungi Bojonegoro

Sekda Se-Provinsi Kalbar Kunjungi Bojonegoro

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Di hadapan 80 peserta Branchmarking pendidikan dan pelatihan pimpinan tingkat IV angkatan XVIII dan XIX Provinsi Kalimantan Timur, yang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/9/2017) pagi, Bupati Bojonegoro mengingatkan 3 hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Menurut Kang Yoto Bupati Bojonegoro, 3 hal penting yang harus dimiliki adalah sadar diri, sadar misi dan sadar peran. Dijelaskan Bupati Bojonegoro, sadar diri adalah bagaimana seseorang menyadari bahwa sebagai pelayan rakyat harus menempatkan diri sebagai pelayan yang mau mendengar dan mengetahui. Harus dipahami benar, bahwa masalah rakyat adalah masalah kita atau masalah pemerintah. Dengan memahami masalah yang berkembang di tengah masyarakat, maka kita telah menjadi bagian dari solusi yang dihadapi oleh masyarakat. Menurut Bupati, dengan keterbatasan inilah membuat kita akhirnya mengambil langkah cerdas atau langkah inovasi untuk menyelesaikan masalah rakyat di tengah keterbatasan yang kita miliki.

"Kedua Sadar misi, kita harus memahami benar apa misi yang akan kita usung kedepan dan misi apa untuk membantu menyelesaikan masalah rakyat. Sedangkan sadar yang ketiga adalah sadar peran, ditengah keterbatasan dan banyaknya masalah yang dihadapi rakyat ini, maka kita akan mengambil langkah sesuai kebijakan kita untuk bisa keluar, inovasi terkadang lahir dari keterbatasan yang melingkupi kita. Kita dapat berkarya dan mencoba jalan keluar dari masalah itu dengan kecerdasan lokal yang kita miliki," jelasnya.

Di hadapan seluruh peserta Branchmarking, Bupati menceritakan, bahwa apa yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro merupakan flashback dari 10 tahun Bojonegoro dimasa lalu. 10 tahun lalu kita terkenal sebagai daerah yang langganan banjir dan daerah miskin, kita juga dikenal sebagai daerah dengan jalan dan infrastruktur yang rusak. Belum lagi adanya anggapan dari masyarakat kita bahwa mental birokrat kita memiliki mental korup. Belum lagi Kabupaten Bojonegoro ditahun 1900-an adalah daerah yang dilanda kemiskinan yang luar biasa yang disebut dengan endemic poverty. Ditahun 2000 Kabupaten Bojonegoro masuk kabupaten miskin di di Jawa Timur. "Kemudian ditahun 2008 kita masuk 3 besar termiskin di Jawa Timur. Kemudian ditahun 2016 ini kita berhasil lepas dari jebakan 10 besar daerah termiskin di Jawa Timur," jelas Kang Yoto.

Bupati mentargetkan, bahwa 2 tahun kedepan akan mampu melampui Kabupaten Gresik. Kelakar Bupati. Mengapa berani mentargetkan demikian, karena masa kepemimpinan beliau hanya tinggal berapa bulan saja. Jadi ini adalah semacam tantangan bagi pemimpin masa depan Bojonegoro untuk berbuat dan bekerja lebih baik. "Ini adalah lecutan positif agar pemimpin Bojonegoro dimasa depan harus bekerja keras," harapnya tegas.

Bupati yang terpilih dua periode itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yang telah mau belajar bersama dengan Kabupaten Bojonegoro. Ini buka berarti Bojonegoro lebih unggul, kata Bupati, namun adalah proses belajar bersama. "Sebenarnya dengan study banding ini Bojonegoro pun mengambil ilmu dan keberhasilan daerah yang datang ke Bojonegoro. Jadi ini adalah momentum untuk saling bertukar pengalaman dalam memajukan wilayahnya," kata Kang Yoto.

Ir. Anggraito, MM dalam kesempatan ini dirinya mengajak seluruh Sekretaris Daerah di Provinsi Kalimantan Barat, selain itu 40 peserta Diklatpim IV angkatan XVIII dan 40 peserta dari angkatan XIX, yang akan melakukan kunjungan atau fokus di 4 Organisasi Perangkat Daerah yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendakatan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. [saf/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 17 September 2017 22:00:51

    Laporan dari Tiongkok (3)

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing Di sela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niu Jie. Masjid yang pernah dikunjungi dua presiden RI ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more