19:00 . Tradisi Gumbreg, Usir Tikus Ala Masyarakat Desa Sidorejo   |   18:00 . Basuki Temu Kangen Bersama Alumni SMPN Dander   |   17:00 . Diduga Konsleting Listrik, 3 Rumah Warga Sudu Terbakar   |   16:00 . Persibo, Marwah dan Kebanggaan   |   15:00 . Kang Yoto: PNS Harus Pandai Atur Keuangan   |   14:00 . Ajang Silaturahim, Gebyar Maulid dan Pawai Ta'aruf Meriah   |   13:00 . Kompak, Siswa PSHT Bubulan Kerja Bakti Bangun Jalan   |   12:00 . DPU: Kami Sudah Mengingatkan Rekanan, Tapi Diabaikan   |   11:00 . UN Paket B dan C Diwacanakan Berbasis Komputer Tahun Depan   |   10:00 . Wakapolres Resmi Buka Drumband Competition   |   09:00 . Rawan Bencana, Sekcam Dander Imbau Masyarakat Waspada   |   08:00 . Ribuan Masyarakat Antusias Saksikan Lomba Drumband di GOR Dander   |   07:00 . Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo   |   00:00 . Lagu Akad jadi Penutup Acara Jazz Bengawan   |   23:00 . Selain ke PSSI, Manajemen Juga Melapor ke Menpora   |  
Sun, 17 December 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 12 October 2017 13:00:00

Penjual LPG 3 Kg Harus Selektif

Penjual LPG 3 Kg Harus Selektif

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pasca PT Pertamina (Persero) meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak menggunakan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) berukuran 3 kilogram (Kg), lantaran tabung gas ukuran tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga disubsidi pemerintah. Sehingga penjual LPG di Kota Ledre diminta lebih selektif.

Baca juga [Ramai PNS Jangan Pakai LPG 3 Kg, Bagaimana Bojonegoro?]

"PNS jangan membeli dan memakai tabung 3 kilogram. Penjual juga harus selektif melayani pembeli," kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Basuki, kepada blokBojonegoro.com, Kamis (12/10/2017).

Menurut Basuki, ia tidak membantah di lapangan ada satu atau dua PNS yang membeli tabung LPG tersebut. Sehingga kedepannya pengawasan semua pihak perlu dilakukan, karena stok dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Termasuk pengusaha juga tidak menggunakan tabung itu, supaya pakai braide gas warna orange," terangnya.

Seperti diketahui, Bupati Bojonegoro melarang agar PNS tidak menggunakan LPG 3 Kg, dan himbauan itu sudah dikeluarkan 2 tahun lebih seingatnya. Bahkan tim Pertamina diundang dialog publik. Kang Yoto berharap, jika edaran tersebut dapat dipatuhi oleh PNS di lingkup Pemkab Bojonegoro, karena memang tujuannya untuk mengurangi subsidi pemerintah. [zid/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Tuesday, 05 December 2017 10:00:00

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang Keluarga besar blokMedia Group (blokTuban.com dan blokBojonegoro.com) berbahagia pada Senin (4/12/2017) malam. Pasalnya, admin perusahaan yakni Ria Nevitasari telah melepas lajang setelah dipersunting Syaikhul Umam.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 11 December 2017 21:00:18

    KAJAT: Sarana Kembangkan Keilmuan Mahasiswa

    Dalam rangka menambah wawasan keilmuan, Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro gelar kajian bermanfaat (KAJAT) yang bertempat di Aula PCNU Bojonegoro. Senin, (11/12/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more