17:00 . Karangdayu, Pusat Pengasapan Ikan di Bojonegoro Timur   |   16:00 . Beberapa Anggota Baru Perkuat AMSI Jatim   |   15:00 . 1.326 Pendekar Baru Pagar Nusa Dikukuhkan   |   14:00 . Kedepan, Bojonegoro Akan Bangun Kawasan Ekonomi Kreatif   |   13:00 . Gus Nabil: Jika Tidak Mau Sowan Kepada Kiyai, Silahkan Keluar   |   12:00 . 35 Ribu Peserta Akan Ikuti Upacara Hari Santri   |   11:00 . 'Si Gogor' Ikon Bojonegoro Resmi Dilaunching   |   10:00 . Lha...! Sebagian Lahan SMAN 3 Juga Akan Digusur?   |   09:00 . MoU Bersama, Polri Wajib Ikut Awasi Dana Desa   |   08:00 . Sally: Masyarakat Harus Rencanakan Kehamilan   |   07:00 . Penyebab Wanita Malas Berhubungan Seks Saat Mulai Menua   |   06:00 . Pilih Jalan Tengah, Pihak Bank Ganti Rugi   |   20:00 . PKPT At-Tanwir Gelar Makesta di Ponpes Misbahudin   |   19:00 . IDfos: Banyak Celah Kecurangan Seleksi Perangkat Desa   |   18:00 . Petugas Benahi Tiang Listrik dan Kabel di Pasinan   |  
Sat, 21 October 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 12 October 2017 13:00:00

Penjual LPG 3 Kg Harus Selektif

Penjual LPG 3 Kg Harus Selektif

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pasca PT Pertamina (Persero) meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar tidak menggunakan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) berukuran 3 kilogram (Kg), lantaran tabung gas ukuran tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu sehingga disubsidi pemerintah. Sehingga penjual LPG di Kota Ledre diminta lebih selektif.

Baca juga [Ramai PNS Jangan Pakai LPG 3 Kg, Bagaimana Bojonegoro?]

"PNS jangan membeli dan memakai tabung 3 kilogram. Penjual juga harus selektif melayani pembeli," kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Basuki, kepada blokBojonegoro.com, Kamis (12/10/2017).

Menurut Basuki, ia tidak membantah di lapangan ada satu atau dua PNS yang membeli tabung LPG tersebut. Sehingga kedepannya pengawasan semua pihak perlu dilakukan, karena stok dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Termasuk pengusaha juga tidak menggunakan tabung itu, supaya pakai braide gas warna orange," terangnya.

Seperti diketahui, Bupati Bojonegoro melarang agar PNS tidak menggunakan LPG 3 Kg, dan himbauan itu sudah dikeluarkan 2 tahun lebih seingatnya. Bahkan tim Pertamina diundang dialog publik. Kang Yoto berharap, jika edaran tersebut dapat dipatuhi oleh PNS di lingkup Pemkab Bojonegoro, karena memang tujuannya untuk mengurangi subsidi pemerintah. [zid/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 04 October 2017 06:00:00

    Laporan dari Tiongkok (4)

    Berburu Rumah Makan Indonesia di Tiongkok

    Berburu Rumah Makan Indonesia di Tiongkok Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing 11-15 September 2017 lalu, saya menyempatkan diri berburu rumah makan Indonesia di Tiongkok. Maklum selama konferensi lidah saya belum bisa sepenuhnya menerima menu lokal. Jadi selalu kangen rawon…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more