09:00 . Khofifah Sebut Pasar Bojonegoro Perlu Dirikan Pos   |   08:00 . Pedagang Pasar Bojonegoro Keluhkan Harga ke Khofifah   |   07:00 . Minum Jus Buah Tiap Hari Tingkatkan Potensi Obesitas pada Anak   |   06:00 . Ajak Manfaatkan Lahan Kosong untuk Ditanami   |   23:00 . Ramadan Momen Terbaik Jualan Kembang Api   |   22:00 . LPA Bojonegoro Berharap Anak-anak Terhindar Terorisme   |   21:00 . LPA Bojonegoro Kolaborasi dengan Les Basa   |   20:00 . Setting Time Pasca Pengecoran Diperkirakan Selama Tiga Hari   |   19:00 . Kampus Ungu Ajak Pramuka Jadi Tentara Kesehatan Remaja   |   18:00 . Ratusan Warga dan Santri Gubug Taqrib Gelar Haul Istri Nabi Muhammad SAW   |   17:00 . Hukum Baca Shalawat dan Radhiyallahu Anhu Saat Tarawih   |   16:00 . Kreatif, Meriam Mainan Jadi Teman Penunda Lapar   |   15:00 . Ramadan, Es Cincau Purwosari Laris Manis   |   14:00 . 1.751 Hektar di Dua Kecamatan Padinya Terancam Tak Berisi   |   13:00 . Kajian Ramadan PD Muhammadiyah, Tekankan untuk Berpolitik   |  
Mon, 28 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 December 2017 20:00:27

Meski Sepi, PKL di RSUD Lama Tetap Bertahan

Meski Sepi, PKL di RSUD Lama Tetap Bertahan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Pasca dipindahnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo yang dulu berada di Jalan Dr.Wahidin dan saat ini berada Jalan Veteran sangat berdampak pada perputaran ekonomi sekitar. Salah satunya pada pedagang kali lima.

Hal itu sebagaimana disampaikan salah satu pedagang, Sumarmi yang berjualan berada persis di depan pagar RSUD tepatnya berada tak jauh dari tempat parkir.

Sumarmi mengaku, sudah 14 tahun berjualan di lapak sederhana depan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo lama.

"Biasanya jual makanan (nasi) bisa menghabiskan 8 kilogram beras, dulu saat dulu ramai," kata Mak sapaan akrabnya kepada blokBojonegoro.com, Rabu (6/12/2017).

Namun, lanjut Mak, saat ini hanya 1 hingga 2 kilogram saja. Ia mengaku harus berusaha istiqomah dan tetap bersyukur atas apa yang ada saat ini. Sebab, dirinya menjadi tulang punggung keluarga pasca ditinggal pergi sang suami keharibaan Sang Khalik. 

"Ditelateni dan disyukuri saja," kata   Mak dengan nada penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menceritakan, dari jualan tersebut dirinya bisa menghidupi tujuh anaknya hingga dewasa. Lantaran, suaminya meninggal sejak anak-anaknya masih kecil. Oleh karena itu dirinya harus berjuang agar  bisa bertahan hidup.

Lapak Mak Marmi sangatlah sederhana yaitu hanya menggunakan atap terop, dan gerobak sebagai tempat makanan, serta meja dan kursi ala kadarnya.

Sumarmi, berdagang mulai dari sekitar pukul 04.30. Selama bertahun-tahun dirinya istiqomah menjajakan dagangannya yaitu, nasi lodeh, oseng-oseng, sambel penyet. Selain itu juga menjual kopi, teh, jahe, dan tak ketinggalan gorengan baik tempe dan lainnya.

"Ya ditelateni dan disyukur," tandasnya. [top/lis]
 


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more