10:00 . Jumlah Parpol Calon Peserta Pemilu Bertambah   |   09:00 . Kasus Penipuan Calon Perangkat Desa Dihentikan?   |   08:00 . Manajemen: Tekanan, dari Telpon Hingga Minta Uang   |   07:00 . 3 Cara Restoran Membuat Anda Memesan Lebih Banyak   |   06:00 . Stok Tabung Elpiji Melon Baru Terserap 6,5 Juta   |   22:00 . Merasa Dicurangi Wasit, Persibo Lapor Asprov   |   21:00 . Manajemen: Kekalahan Persibo Karena Faktor Non Teknis   |   20:00 . BPKAD Gelar Bimtek Transaksi Non Tunai   |   19:30 . Luka Parah, Sopir Dump Truk Meninggal di Lokasi   |   19:00 . BPJS Bergantung Subsidi Pemerintah   |   18:00 . Truk Fuso Vs Dump Truk, Jalan Bojonegoro-Babat Macet   |   17:00 . 2 Pasangan Diamankan Satpol PP, 1 Ngaku Nikah Siri   |   16:30 . Banyak Keputusan Memihak, Suporter Blokade Pintu Keluar Wasit   |   16:00 . Kalah 1-2 dari Aceh United, Harapan Persibo Pupus   |   15:30 . Keputusan Wasit Kontroversi, Persibo Tetap Bermain Menyerang   |  
Thu, 14 December 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 December 2017 20:00:27

Meski Sepi, PKL di RSUD Lama Tetap Bertahan

Meski Sepi, PKL di RSUD Lama Tetap Bertahan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Pasca dipindahnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo yang dulu berada di Jalan Dr.Wahidin dan saat ini berada Jalan Veteran sangat berdampak pada perputaran ekonomi sekitar. Salah satunya pada pedagang kali lima.

Hal itu sebagaimana disampaikan salah satu pedagang, Sumarmi yang berjualan berada persis di depan pagar RSUD tepatnya berada tak jauh dari tempat parkir.

Sumarmi mengaku, sudah 14 tahun berjualan di lapak sederhana depan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo lama.

"Biasanya jual makanan (nasi) bisa menghabiskan 8 kilogram beras, dulu saat dulu ramai," kata Mak sapaan akrabnya kepada blokBojonegoro.com, Rabu (6/12/2017).

Namun, lanjut Mak, saat ini hanya 1 hingga 2 kilogram saja. Ia mengaku harus berusaha istiqomah dan tetap bersyukur atas apa yang ada saat ini. Sebab, dirinya menjadi tulang punggung keluarga pasca ditinggal pergi sang suami keharibaan Sang Khalik. 

"Ditelateni dan disyukuri saja," kata   Mak dengan nada penuh rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menceritakan, dari jualan tersebut dirinya bisa menghidupi tujuh anaknya hingga dewasa. Lantaran, suaminya meninggal sejak anak-anaknya masih kecil. Oleh karena itu dirinya harus berjuang agar  bisa bertahan hidup.

Lapak Mak Marmi sangatlah sederhana yaitu hanya menggunakan atap terop, dan gerobak sebagai tempat makanan, serta meja dan kursi ala kadarnya.

Sumarmi, berdagang mulai dari sekitar pukul 04.30. Selama bertahun-tahun dirinya istiqomah menjajakan dagangannya yaitu, nasi lodeh, oseng-oseng, sambel penyet. Selain itu juga menjual kopi, teh, jahe, dan tak ketinggalan gorengan baik tempe dan lainnya.

"Ya ditelateni dan disyukur," tandasnya. [top/lis]
 


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Tuesday, 05 December 2017 10:00:00

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang Keluarga besar blokMedia Group (blokTuban.com dan blokBojonegoro.com) berbahagia pada Senin (4/12/2017) malam. Pasalnya, admin perusahaan yakni Ria Nevitasari telah melepas lajang setelah dipersunting Syaikhul Umam.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 11 December 2017 21:00:18

    KAJAT: Sarana Kembangkan Keilmuan Mahasiswa

    Dalam rangka menambah wawasan keilmuan, Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro gelar kajian bermanfaat (KAJAT) yang bertempat di Aula PCNU Bojonegoro. Senin, (11/12/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more