21:00 . Chek Dam Bocor, 3 RT di Sarangan Kebanjiran   |   20:00 . Jual Mobil Lising, Warga Malo Masuk Bui   |   19:00 . Siswa Luar Daerah Perketat Persaingan Olimpiade Matematika IKIP   |   18:00 . Ketua DPRD Kosong, Wawan Digantikan Agung   |   17:00 . 3836 Petani Sudah Ikut Asuransi Pertanian   |   16:00 . GTT Segera Terima SK, PTT Masih Tak Jelas?   |   15:00 . Pemerintah Dander Akan Lakukan Normalisasi Sungai   |   14:00 . Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen   |   13:00 . 170 Guru di Bojonegoro Ikuti Seminar PTK   |   12:00 . Tak Mampu Tahan Derasnya Air, Tanggul Sambiroto Jebol   |   11:00 . Pemasangan APK Tunggu Desain dari KPU   |   10:00 . Tauwa, Minuman Nikmat, Hangat Segarkan Badan   |   09:00 . Ayo...! Berselawat Bareng Ustad M. Ridwan Asyfi dan Kang Prabu   |   08:00 . Siaga Hijau, Debit Bengawan Solo Terus Surut   |   07:00 . Sering Konsumsi Soda? Waspadai Efek Sampingnya   |  
Mon, 26 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 06 August 2017 13:30:57

Kumpulrejo Gelar Festival Waluh

Kumpulrejo Gelar Festival Waluh

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Banyak cara yang dilakukan untuk memperkenalkan potensi desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yakni salah satunya dengan menggelar "Festival Waluh" seperti yang ditunjukkan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas pada Minggu (6/8/2017) pagi.

Waluh atau biasa dikenal dengan labu kuning tersebut merupakan hasil lahan pertanian lokal desa setempat, dengan menggelar acara ini nantinya dapat juga memperkenalkan adanya potensi baru yang ada di Bojonegoro. Pada festival itu hadir beberapa tamu undangan di antaranya Wakil Bupati Bojonegoro didampingi kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muspika Kecamatan Kapas dan tamu undangan lainnya.

Saat ditemui blokBojonegoro.com, Kepala Desa Kumpulrejo, Wiyono mengatakan festival ini sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki oleh desa. Sekaligus ini momentum pertama dalam menggelar festival aneka produk olahan berbahan waluh.

"Ada Kurang lebih 800 waluh yang dijadikan tugu kali ini, yang beratnya minimal 3 kilogram," jelasnya.

Ratusan masyarakat sekitar bahkan sejak pagi sudah memadati area festival waluh bertempat di lapangan desa tersebut. Banyak aneka kreasi olahan produk yang semuanya bahan utamanya labu kuning. Selain itu, masyarakat juga disuguhi berbagai aneka pertunjukkan salah satunya seni Reog.

Pada Kesempatan itu, Wakil Bupati Bojonegoro juga membuka acara tersebut, dalam sambutannya sangat mengapresiasi langkah para perangkat desa setempat, yang mempunyai ide inovatif dalam memperkenalkan produk yang bahan bakunya dari hasil lahan pertanian desa sendiri.

"Saya bangga dengan inisiatif para warga sini, yang mampu mengolah dan berhasil meningkatkan mutu dan kualitas waluh menjadi produk yang aman dan berkhasiat," tuturnya di hadapan masyarakat yang hadir.

Pada festival itu, juga dipamerkan makanan dodol waluh yang panjangnya hingga 16 meter, di mana dodol tersebut merupakan hasil olahan dari ibu desa setempat. Nampak aneka stand bazar turut menjual aneka makanan dan minuman yang bahannya dari waluh seperti ice cream, kripik, keciput, wingko, rempeyek, krupuk dan berbagai aneka makanan lainnya.

"Semoga dengan adanya festival ini dapat menjadi Ikon baru Bojonegoro," harap Kades Kumpulrejo. [saf/ito]


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more