17:00 . Kang Yoto Ajak Joget Bersama di Negeri Atas Angin   |   16:00 . Forpimda Pasang Bendera Jumbo di Negeri Atas Angin   |   15:00 . Semester Kedua, Masyarakat Ramai-ramai Gadaikan Barang   |   14:00 . Komisi D: Mengkhawirkan, Perlintasan Tanpa Palang Perlu Dibangun   |   13:00 . Sering Kehilangan Poin, BFC Tak Tampilkan Pemain Terbaik   |   12:00 . Medan Pertempuran di Tuban Selatan   |   11:00 . Tujuh Bacabup Diundang Fit And Proper Test DPD PDI Jatim   |   10:00 . Forkopimda Upacara HUT Kemerdekaan di Negeri Atas Angin   |   09:00 . DPD PDIP Jatim Adakan Fit And Pro Proper Test Bacabup   |   08:00 . Tak Mau Kalah, Guru SMKN 5 Antusias Lomba Makan Kerupuk   |   07:00 . Rahasia Meracik Kopi Tubruk ala Barista   |   06:00 . Woww...! Produksi Minyak JOB PPEJ 8.600 BPH   |   21:00 . Meski Kemarau, Air di Wisata Growgoland Tak Berubah   |   20:00 . MTsN 1 Bojonegoro Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Kegiatan   |   19:00 . Janji Dinikahi, Gadis 15 Tahun Disetubuhi Remaja Sumberrejo   |  
Fri, 18 August 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 12 August 2017 21:00:00

Masih Kokoh, Waduk Pacal Peninggalan Penjajah Belanda

Masih Kokoh, Waduk Pacal Peninggalan Penjajah Belanda

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dari penjajah.

Berbicara penjajah di Kabupaten Bojonegoro juga ada tempat bersejarah peninggalan penjajah di era kolonial Belanda.

Yaitu adalah Wisata Waduk Pacal, yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tepatnya berada di wilayah selatan dari pusat Kota Bojonegoro kurang lebih berjarak sekitar 35 Kilometer. Waduk itu berfungsi sebagai irigasi dan pengendali banjir.

Kondisi bangunan masih terlihat kokoh. Yaitu di sekitar pintu keluar air waduk tertulis tahun peresmian waduk kebanggan warga Bojonegoro, tepatnya pada tahun 1933 silam. Sedangkan mulai dibuat sekitar tahun 1924.

Jika dihitung Waduk Pacal sudah berumur sekitar 83 tahun. Namun, kondisi bangunan waduk masih terlihat kokoh. Mulai dari tembok bendungan, dan bangunan di sekitar tebing juga masih bagus hingga kini.

Menurut penjaga pintu masuk Waduk Pacal, Suyadi mengatakan, jika bagunan itu memang peningglan belanda. "Yang jelas itu peninggalan penjajah belanda, yang masih ada tanda hingga saat ini adalah tahun peresmian yaitu 1933," ujar Suryadi kepada blokBojonegoro.com.

Sementara itu, hingga saat ini keberadaan Waduk Pacal sangat berguna bagi sebagian petani di Kabupaten Bojonegoro, yaitu bisa mengairi lahan persawahan untuk warga di wilayah Kecamatan Temayang, Sukosewu, Balen, Kapas, Kanor, Sumberrejo, Kepohbaru, Kedungadem, Sugihwaras, dan Baureno. [top/mu]


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 07 July 2017 22:00:33

    YSP dan Blokers Peduli Serahkan Bantuan Kepada Ibu Naf'an

    YSP dan Blokers Peduli Serahkan Bantuan Kepada Ibu Naf'an Dana yang terkumpul dari para Blokers (Sebutan para pembaca blokBojonegoro.com) hasil kerja sama blokBojonegoro.com dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP) diberikan kepada Srimaningsih (Ibu Naf'an). Rencananya, bantuan tersebut akan digunakan untuk berobat Anis, yang tidak lain adalah adik kandung dari Naf'an.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Saturday, 05 August 2017 10:00:46

    Membangun Ekonomi Ansor Melalui Peternakan

    Membangun Ekonomi Ansor Melalui Peternakan Peternakan merupakan hal yang strategis untuk meningkatkan perekonomian, namun hal itu harus di lakukan dengan benar. Setidaknya, hal itu yang disampaikan dalam dialog OBOR yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam Kabupaten Bojonegoro pada Jumat (4/8/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more