19:00 . Harga Cabai Anjlok Rp2.000, Petani Meradang   |   18:00 . 7 Atlet SKI Bojonegoro Bawa Pulang 10 Medali Bupati Tuban   |   17:00 . Hujan, Jalan Penghubung Sekar-Gondang Berlumpur   |   16:00 . Dinyatakan Sembuh, Keluarga Masih Tolak Kepulangan Pelaku   |   15:00 . Kurang Atlet Mumpuni, POR SD/MI 2017 Tak Sesuai Target   |   14:00 . Lagi-lagi Open Tembakau di Bojonegoro Terbakar   |   14:00 . Bandar Judi Dadu Asal Kapas Diamankan Polsek Bubulan   |   13:00 . PLN: Penyebab 14 Tiang Listrik Roboh Karena Tanah Labil   |   12:00 . Hendak Buang Sampah, Pemilik Warkop Dihantam Kereta   |   11:00 . Belasan Tiang Listrik di Tanjungharjo Tumbang ke Persawahan   |   10:00 . Pendamping Kang PD Masih Belum Jelas   |   09:00 . 1.231 CJH 2018 Mulai Lakukan Pemberkasan   |   08:00 . Bojonegoro Baru, Tantangan Menjawab Kutukan Sumber Daya Alam?   |   07:00 . PMS Hanyalah Mitos Belaka?   |   20:00 . UMK Bojonegoro Urutan Ke-19 di Bawah Tuban dan Lamongan   |  
Wed, 22 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 19 August 2017 16:00:09

3 Kreteria Wisata Agar Bisa Diakui Disbudpar

3 Kreteria Wisata Agar Bisa Diakui Disbudpar

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro memiliki kreteria tersendiri untuk bisa mengakui sebuah tempat wisata. Yaitu ada tiga kreteria.

Tiga kreteria itu dijelaskan langsung oleh Kepala Disbudpar Bojonegoro, Amir Syahid kepada blokBojonegoro.com. Amir menjelaskan jika pihaknya tidak bisa serta merta mengakomodasi sebuah wisata yang baru ada.

Menurutnya untuk mendapatkan pengakuan dari pihak Disbudpar ada tiga kreteria yang harus dipenuhi. Yaitu pertama adanya objek atau tempat wisata. 

Maksudnya, lanjut kata Amir, objek tersebut bisa bermacam-macam. Seperti, alam, budaya, religi, dan lain-lain. 

Ke dua, adanya pengelola, artinya disebuah tempat wisata tertentu harus sudah mempunyai penanggung jawabnya. Sebab, jika ada hal yang tidak diinginkan bisa dipertanggung jawabkan.

"Hal-hal yang tidak diinginkan contohnya, terkait keamanan tempat wisata, keamanan dari warga setempat dan lain sebagainya," kata Amir.

Lebih lanjut dikatakan Amir, kreteria ket iga yaitu pemasaran atau promosi. Maksudnya di setiap destinasi wisata tertentu harus ada yang mempromosikan. Jika demikian pihaknya baru bisa mengakui. "Sekali lagi itu Objek, pengelola, promosi atau pemasyaran, setelah ada itu kita baru bisa iku membantu untuk memberikan bimbingan bagi pengelola dan lainnya," ujar Amir menegaskan.


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 19 November 2017 08:00:24

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI Minggu dini hari (19/11/2017), tepat pukul 02.35 WIB, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan Satkoryon BANSER Kecamatan Temayang bekerja sama adakan Malam Keakraban (MAKRAB) di halaman TPQ Manbaul Huda, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more