17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |   22:00 . Dua Pangkalan Elpiji Nakal Disanksi Disperindag   |   21:00 . Lapar...!! Singgah Aja di Bang Bara Timur SPBU Balen    |   20:00 . Harga Semua Jenis Daging Ayam Turun   |  
Fri, 22 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 19 August 2017 16:00:09

3 Kreteria Wisata Agar Bisa Diakui Disbudpar

3 Kreteria Wisata Agar Bisa Diakui Disbudpar

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro memiliki kreteria tersendiri untuk bisa mengakui sebuah tempat wisata. Yaitu ada tiga kreteria.

Tiga kreteria itu dijelaskan langsung oleh Kepala Disbudpar Bojonegoro, Amir Syahid kepada blokBojonegoro.com. Amir menjelaskan jika pihaknya tidak bisa serta merta mengakomodasi sebuah wisata yang baru ada.

Menurutnya untuk mendapatkan pengakuan dari pihak Disbudpar ada tiga kreteria yang harus dipenuhi. Yaitu pertama adanya objek atau tempat wisata. 

Maksudnya, lanjut kata Amir, objek tersebut bisa bermacam-macam. Seperti, alam, budaya, religi, dan lain-lain. 

Ke dua, adanya pengelola, artinya disebuah tempat wisata tertentu harus sudah mempunyai penanggung jawabnya. Sebab, jika ada hal yang tidak diinginkan bisa dipertanggung jawabkan.

"Hal-hal yang tidak diinginkan contohnya, terkait keamanan tempat wisata, keamanan dari warga setempat dan lain sebagainya," kata Amir.

Lebih lanjut dikatakan Amir, kreteria ket iga yaitu pemasaran atau promosi. Maksudnya di setiap destinasi wisata tertentu harus ada yang mempromosikan. Jika demikian pihaknya baru bisa mengakui. "Sekali lagi itu Objek, pengelola, promosi atau pemasyaran, setelah ada itu kita baru bisa iku membantu untuk memberikan bimbingan bagi pengelola dan lainnya," ujar Amir menegaskan.


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more