17:00 . PPS Malo Lakukan Simulasi Pemungutan Suara   |   16:00 . AMAN Ajak Masyarakat Bojonegoro Tolak Politik Uang   |   15:00 . Hari ini Logistik Pilkada 2018 Tuntas Diditribusikan   |   14:00 . Diduga Ada Mahar, Ketua PPP Bojonegoro Pastikan Tak Ada   |   13:00 . Disperta Kembangkan Tanaman Sehat di 250 Hektare Lahan   |   12:00 . Kekeringan, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen   |   11:00 . Disdikda Ajukan Kepala SD Merangkap Bisa Tanda Tangan Ijazah   |   10:00 . Usulan RKB, Hanya Tiga Madrasah Disetujui   |   09:00 . Diserbu Pembeli, Stok Ledre Banyak yang Ludes   |   07:00 . Tersenyumlah Saat Difoto Paspor   |   06:00 . Menyingkap Rahasia Pacaran   |   21:00 . H+8, Terminal Rajakwesi Dominasi Arus Keberangkatan   |   20:00 . Halal Bihalal SMK Migas Dihadiri Perusahaan Mitra Sekolah   |   19:00 . Wihadi Wiyanto Ajak Menangkan Basudewa   |   18:00 . GTT K2 Bojonegoro Berharap Lebih Diperhatikan   |  
Sun, 24 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 16 October 2017 08:00:00

Keren, Di Bojonegoro Ada Polisi Pariwisata

Keren, Di Bojonegoro Ada Polisi Pariwisata

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Sejumlah destinasi wisata di Bojonegoro kian maju. Untuk memberi rasa aman dan memajukan pariwisata di Bojonegoro kini telah hadir Polisi Pariwisata.

Seperti kemarin yang dilakukan Satuan Sabhara Polres Bojonegoro, melalui Unit Polisi Pariwisata memberikan tour guide kepada wisatawan dari Kabupaten Kediri yang hendak berwisata ke Kabupaten Bojonegoro. Peserta rombongan yang berasal dari jemaah Nurul Falah Kota Kediri berjumlah 25 orang terdiri dari 12 jemaah pria dan 13 jemaah wanita dengan menggunakan kendaraan bus, sedangkan untuk Polisi Pariwata sendiri menggunakan kendaraan dari Unit Pam Obvit.

Dengan dikawal 3 orang Polisi Pariwisata dari Satuan Sabhara Polres Bojonegoro, kegiatan diawali dengan mengunjungi kebun belimbing yang ada di Desa Ringinrejo Kecamatan Kalitidu, sebagai tour guide, Polisi Pariwisata harus bisa menjelaskan tempat lokasi pariwisata. Dalam penjelasannya, Polisi Pariwisata menjelaskan bahwa di agro wisata kebun belimbing ini, para wisatawan dapat memetik sendiri buah belimbing yang diinginkan dan masih tergatung di pohon.

"Bukan hanya buah belimbing saja yang dijual, tetapi juga terdapat olahan dari buah belimbing seperti dodol, sirup dan kerupuk yang bahan bakunya dari buah belimbing", terang Bripda Livea salah satu Polisi Pariwisata yang turut mendampingi wisatawan dari Kediri.

Masih dalam penjelasannya, Bripda Levia juga menambahkan, bahwa kebun belimbing ini menjadi destinasi para wisatawan lokal maupun luar daerah, dimana luas kebun belimbing sekitar 20.4 Ha.

"Jelang Festival belimbing pada tanggal 11 November mendatang, pada area perkebunan ini diadakan kegiatan setiap minggunya", imbuh Bripda Levia.

Sementara itu, menginjak pukul 10.00 WIB rombongan diajak ke lokasi wisata yang lain, yaitu di pengeboran minyak tradisional 'Teksas Wonocolo' yang ada di Kecamatan Kedewan. Dengan menempuh jarak yang hampir memakan waktu 1 jam 30 menit, rombongan sampai di tempat tujuan yaitu pada pukul 11.30 WIB. Di lokasi wisata teksas Wonocolo kali ini yang bertindak sebagai tour guide adalah Bripda Dina, kepada rombongan Bripda Dina memberikan penjelasan teksas Wonocolo.

Menurut Bripda Dina, Teksas Wonocolo adalah sebuah daerah di kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro yang memiliki penambangan minyak yang masih di kelola dengan cara tradisional. Sementara itu, kata teksas berasal dari sebuah kepanjangan yang artinya "tekat selalu aman dan sejahtera".

"Kini Teksas Wonocolo menjadi lokasi wisata edukasi yang ada di Bojonegoro," ucap Bripda Dina.

Setelah berswafoto di lokasi Teksas Wonocolo, selanjutnya pada pukul 12.30 WIB rombongan menuju ke Lesehan Ikan Bakar di Desa Klothok Kecamatan Padangan untuk melaksanakan Ishoma dan menikmati potensi wisata kuliner yang ada di Bojonegoro. Dengen menempuh waktu selama 1 jam, rombongan tiba di Klothok pada pukul 13.30 WIB. Setelah melaksanakan Ishoma, selanjutnya pada pukul 15.00 WIB, rombongan menuju ke objek wisata berikutnya yaitu Kayangan Api yang ada di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem.

Dengan menempuh waktu satu jam, rombongan tiba pada pukul 16.00 WIB. Sebagai giliran memberikan penjelasan sebagai tour guide, Bripka Rangga menjeleskan mengengai wisata kayangan api. Kepada para wisatawan, Bripka Rangga menjelaskan, bahwa di lokasi kayangan api, wisatawan dapat melihat api yang tidak pernah padam. Kayangan api merupakan sumber api abadi yang merupakan fenomena geologi berupa gas alam yang keluar dari dalam tanah yang tersulut api.

"Dengan adanya hal tersebut, sehingga menciptakan api yang tak pernah padam meskipun turun hujan," terang Bripka Rangga.

Setelah dari lokasi Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, selanjutnya rombongan Jemaah Nurul Falah kembali ke Kota Kediri pada pukul 17.00 WIB.

Terpisah, Kasat Sabhara Polres Bojonegoro, AKP. Syabain Rahmad mengungkapkan, bahwa seiring semakin dikenalnya potensi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro oleh wisatawan dari luar daerah, bahkan wisatawan dari mancanegara, Polres Bojonegoro melalu Unit Polisi Pariwisata Satuan Sabhara siap menjadi tour guide. [oel/mu]


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more