17:00 . PPS Malo Lakukan Simulasi Pemungutan Suara   |   16:00 . AMAN Ajak Masyarakat Bojonegoro Tolak Politik Uang   |   15:00 . Hari ini Logistik Pilkada 2018 Tuntas Diditribusikan   |   14:00 . Diduga Ada Mahar, Ketua PPP Bojonegoro Pastikan Tak Ada   |   13:00 . Disperta Kembangkan Tanaman Sehat di 250 Hektare Lahan   |   12:00 . Kekeringan, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen   |   11:00 . Disdikda Ajukan Kepala SD Merangkap Bisa Tanda Tangan Ijazah   |   10:00 . Usulan RKB, Hanya Tiga Madrasah Disetujui   |   09:00 . Diserbu Pembeli, Stok Ledre Banyak yang Ludes   |   07:00 . Tersenyumlah Saat Difoto Paspor   |   06:00 . Menyingkap Rahasia Pacaran   |   21:00 . H+8, Terminal Rajakwesi Dominasi Arus Keberangkatan   |   20:00 . Halal Bihalal SMK Migas Dihadiri Perusahaan Mitra Sekolah   |   19:00 . Wihadi Wiyanto Ajak Menangkan Basudewa   |   18:00 . GTT K2 Bojonegoro Berharap Lebih Diperhatikan   |  
Sun, 24 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 03 March 2018 18:00:00

Minim Bahan Baku, Harga 'Kurma Salak' Naik

Minim Bahan Baku, Harga 'Kurma Salak' Naik

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - 'Kurma salak' adalah olahan dari masyarakat Desa Wedi Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, desa yang terkenal dengan penghasil buah salak. Biasanya buah berkulit seperti sisik itu langsung dimakan, tapi masyarakat Desa Wedi mengkreasikannya dengan diolah menjadi 'kurma salak'.

Saat salak Wedi belum masuk musim panen seperti sekarang ini, tentu untuk kebutuhan bahan baku pembuatan kurma terpengaruh, tak ayal harga olahan dengan rasa manis itu juga ikut terkerek naik.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wedi, Subkhan, salak berbuah musiman sehingga sudah menjadi ketentuan alamiah jika bahan baku sulit harga pasti naik, jika bahan baku melimpah harga pasti turun.

"Saat musim panen harga kurma salak Rp60.000 hingga Rp65.000 perkilogramnya, akan tetapi saat musim seperti sekarang ini harga naik sekitar Rp70.000 perkilogram," tutur Pak Wo Khan sapaan akrabnya saat ditemui blokBojonegoro.com.

Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu pembuat olahan buah salak, Rumisah. Menurutnya untuk saat ini harga kurma salak memang naik, karena salak wedi sulit didapatkan, sedangkan kurma salak membutuhkan buah salak yang utuh tanpa membuang bijinya.

"Untuk membuat kurma kan harus salak utuh, jika biji salak dibuang tekstur salak menjadi kurang bagus," jelas bunda Arum sapaan akrabnya.

Proses pembuatan kurma salak memang bisa dikatakan mudah dan simpel, tapi tidak sebentar. Saat ingin membuat kurma salak beberapa bahan diperlukan seperti buah salak, air dan gula pasir.

Langkah awal, buah salah dikupas bersih kemudian direndam dengan air kapur sirih, tujuannya agar tekstur daging buah salak tidak lembek saat masuk proses perebusan. Sedang selanjutnya gula dicampur dengan air direbus mendidih kemudian masukkan salak kedalamnya. "Ini direbus antara 4 hingga 5 jam, tapi api harus kecil tidak boleh besar," paparnya. [ani/mu]


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more