19:00 . Ha....Bawang Merah 'Palsu' Sempat Beredar di Bojonegoro   |   18:00 . KPUD: Logistik Pilkada Sudah Tersalurkan ke Tiga Daerah Terpencil   |   17:00 . PPDB Offline Jalur Prestasi Dibuka Hari Ini   |   16:00 . RJJ Segera Mulai Pembukaan Lahan Pipa Gas GPF JTB   |   15:00 . Beredar Bawang Merah Palsu, Masyarakat Harus Jeli   |   14:00 . Ijazah SD Ditandatangani Kasek yang Merangkap, ini Kata Disdik   |   13:00 . Pasca Lebaran, Masyarakat Bojonegoro Ramai-ramai Cari Kerja   |   12:00 . Pipa PDAM di Ngunut Bocor, Distribusi Terganggu   |   11:00 . Cabdindik Bojonegoro Gelar Halal Bil Halal   |   10:00 . Gandeng Muslimat NU, MPR RI Kuatkan 4 Pilar   |   09:00 . Keluar Zona Nyaman, Dulu Model Kini Jadi Perias Profesional   |   08:00 . Hari Tenang, Panwakab Awasi Money Politik   |   07:00 . 7 Bahan Alami untuk Mengatasi Kulit Kepala Kering   |   20:00 . Berat, Inilah Lawan Bojonegoro FC U-17 di Grup J   |   19:00 . Masa Tenang, Satpol PP Bersihkan APK   |  
Tue, 26 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 June 2018 09:00:00

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Pertahankan Tradisi, Warga Buat Kue Apem Saat Malam Songo

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Di daerah pedesaan masih lekat dengan tradisi yang sudah dijalankan secara turun temurun, seperti ketika malam songo atau malam ke-29 ramadan. Sebagian warga yang ada di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro menggelar tasyakuran kirim doa kepada leluhur yang sudah meninggal.

Uniknya, saat tasyakuran 'kue apem' begitu masyarakat menyebutnya, tak pernah ketinggalan, karena itu adalah syarat yang harus dihidangkan dan sudah ada sejak zaman dulu.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Dibal, Desa Deling Kecamatan Sekar, Sumiatu. Demi mempersiapkan acara malam songo dirinya pagi-pagi sudah terlihat sibuk.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 05.40 Wib. Sumiatun terlihat sibuk membuat cetakan apem dari daun pisang yang disobek dengan ukuran kecil, kemudian dibentuk seperti kerucut dengan ditusuk lidi.

Dia terlihat cekatan. Sebab membuat apem seperti itu sudah ia jalani bertahun-tahun. Ia bercerita apem tersebut adalah warisan dari nenek dan orang tuanya terdahulu.

"Kue apem ini untuk syukuran dan kirim doa kepada arwah para leluhur yang sudah wafat," kata Sumiatun kepada blokBojonegoro.com, Rabu (13/6/2018).

Bahan-bahan apem di antaranya ada tepung beras, ragi, gula dan terakhir santan kelapa. "Semua dicampur jadi satu, lalu dimasak," tutur ibu tiga anak itu. [top/mu]


Wisata & Kuliner

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more