08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |   18:00 . Macet...!!!! Kondisi Jembatan Glendeng saat Lebaran   |   17:00 . Renginang Jajanan Jadul Saat Lebaran   |   16:00 . AJI Sesalkan Penggunaan Data Jurnalis Sepihak oleh Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Sementara   |   14:00 . Lebaran, Harga Daging Sapi Merangkak Naik   |   13:00 . BAB di Bengawan, Bocah 13 Tahun Tenggelam   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Umat Katolik Bojonegoro Rayakan Kenaikan Isa Al Masih   |   16:00 . Bupati Bojonegoro dan Forkopimda Salat Ied di Masjid Agung Darrusalam   |   15:00 . Lebaran, Minuman Herbal Kekinian Banjir Pesanan   |   13:00 . Lebaran Agrowisata Belimbing Ngringinrejo Tetap Buka   |   11:00 . Libur Dua Hari, Berikut Jadwal Jam Operasional Kantor Selama Lebaran   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kapasitas dan Operasional BPD Masih Minim

blokbojonegoro.com | Friday, 10 February 2017 08:00

Kapasitas dan Operasional BPD Masih Minim

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membangun desa harus ditingkatkan. Sehingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Indonesia mengadakan seminar di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/2/2017), yang mengundang perwakilan BPD di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui seminar bertema 'penguatan kelembagaan BPD di era otonomi desa', dihadiri kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Djumari, wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito dan Fitra Jawa Timur, Dahlan.

Direktur LPM Indonesia, Dian Widodo menjelaskan, kegiatan ini diadakan untuk menjawab kegundahan BPD, supaya mengetahui hak dan kewajibannya. "Sehingga mewujudkan pemerintah desa good and clean. Dalam forum ini kita belajar bareng, agar meningkatkan kapasitas," jelasnya.

Selain itu pula, seminar ini betujuan untuk meningkatkan peran BPD dalam terindentifikasi tata kelola pelaksanaan desa. "Supaya BPD semakin optimal dalam menjalankan tugas fungsinya," terangnya.

Sementara itu, wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito menyampaikan, DPRD menginginkan tugas dan kewenangan BPD berlaku. Pasalnya peran BPD belum maksimal, karena kapasitas SDM belum mumpuni dalam menjalanjn tugas pokok dan fungsinya.

"Apalagi BPD ada tekanan politik dari pemerintah desa, yang sengaja mengkerdulkan tugas dan fungsi BPD," paparnya.

Politisi Gerindra Kabupaten Bojonegoro itu menambahkan, jika minimnya biaya operasional dan tunjangan bagi BPD. Pasalnya selama ini tunjangan dan operasional hanya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta. Sehingga tidak maksimal dalam  mengawasi pemdes dan lebih dominan Pemdes.

"Komisi A berkomitmen mengawal agar dianggarkan pelatihan-pelatihan meningkatkan kapasitas dan operasional BPD. Agar menjadi lembaga yang mampu cak and blanc pengelolaan desa," imbuhnya.

Sedangkan, Muhammad Dahlan dari koordinator Fitra Jawa Timur meminta BPD agar mengembalijan keadiluhungan desa dan potensi SDM sesuai potensi lokal masing-masing. "Kalau potensi lokal dikembangkan dengan otonomi desa, keleluasaan dalam mengatur yang ada di desa bisa beragam," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : bpd, lpm, pmd

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat