20:00 . Pendaftaran CASN Diundur Hingga Akhir Juni   |   19:00 . Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Paket Sambako untuk Petugas Medis   |   18:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   16:00 . DEN Bantu  Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |   11:00 . Bojonegoro Terus Berbenah   |   08:00 . Dalane Bojonegoro Wis 'Nglenyer'   |   07:00 . Orangtua, Ini Pentingnya Bantu Anak Atur Emosi   |   22:00 . Menikmati Keindahan Bukit Atas Angin di Malam Hari   |   21:00 . Momentum Hari Bhayangkara Ke - 75 Polres Bojonegoro Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jadikan Sedekah Sebagai Kunci yang Diberikan Orang Tua untuk Sukses   |   19:00 . Duh...! Terus Meningkat, Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Bojonegoro 43 Orang   |   18:00 . Kurang Konsentrasi, Toyota Vios Tabrak Pembatas Jembatan di Mayangkawis   |   17:00 . Melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Bupati Anna Imbau Terus Tingkatkan Prokes   |   16:00 . Mahasiswa Bidikmisi Unu Sunan Giri Tandatangani Kontrak Perjanjian   |   15:00 . Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Mulai Menggelar Lapak   |  
Sat, 19 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Meski Panen, Bawang Merah Masih Mahal. Ini Penyebabnya

blokbojonegoro.com | Saturday, 15 April 2017 11:00

Meski Panen, Bawang Merah Masih Mahal. Ini Penyebabnya

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Hasil panen bawang merah petani di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro hanya bisa dijual di sekitar pasar Kedungadem dan Sumberrejo. Pasalnya, hasil panen baru sedikit dan belum bisa memenuhi kebutuhan di kedua pasar tersebut.

"Hasil panenan dijual di Pasar Kedungadem dan Sumberrejo," kata salah satu petani asal Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Cipto.

Hal itu yang membuat panen bawang merah di Kecamatan Kedungadem masih belum bisa menurunkan harga bawang merah yang beredar di pasaran. Karena sampai saat ini harga bawang merah masih dijual diharga tinggi. Di samping itu, banyak petani menyimpan bawang merah untuk dijadikan benih, agar bisa ditanam.

"Sebagian juga digunakan benih untuk petani. Saat kemarau, terjadi panen raya bawang merah di Kedungadem, itu baru bisa menjual ke luar kota," imbuhnya.

Sementara itu, Supri yang juga petani bawang merah di Desa megale mengungkapkan, bahwa panen banyak tapi sebagian bawang disimpan untuk kebutuhan bibit saat tanam tiba. Jadi, kata Supri, kebutuhan terbagi dua, satunya bawang dijual, satunya disimpan sebagai bibit.

"Kebanyakan petani di sini masih tanam padi. Maka dari itu kebuthan bawang merah belum tercukupi, dan harga bawang merah masih mahal," terang Supri. [ifa/mu]

Tag : panen bawang, bawang kedung adem, petani bawang

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more