07:00 . Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa   |   18:00 . Bulan Ramadan, Begini Kondisi Taman Pinggir Gawan   |   17:00 . Jelang Lebaran, Masyarakat Ramai-ramai Serbu Toko Pakaian   |   15:00 . Hore...!!! Tunjangan GTT/PTT Segera Cair   |   14:00 . PEPC Berbagi dan Silaturahmi Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi   |   12:00 . Pemerintah Terus Matangkan Program Vaksinasi Gotong Royong   |   08:00 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, Kasus Baru 3 Orang   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |  
Sun, 09 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jelang Tanam Bawang, Bibit Mahal Masih Manjadi Problem

blokbojonegoro.com | Saturday, 22 April 2017 17:00

Jelang Tanam Bawang, Bibit Mahal Masih Manjadi Problem

Kontributor : Sutopo

blokBojonegoro.com - Hingga saat ini permasalahan mahalnya bibit bawang merah menjelang masa tanam masih menjadi momok yang menakutkan bagi para petani bawang di Kecamatan Sekar.

Telihat para petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, sedang mempersiapkan lahan untuk menanam bawang merah.

Diketahui, dari beberapa masyarakat sekitar, bibit bawang merah masih membeli dari daerah Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut menyebabkan harga bibit bawang tinggi saat musim tanam.

Hasil penelusuran blokBojonegoro.com, masyarakat setempat memang belum bisa membuat bibit bawang merah untuk di tanam sendiri. Mayarakat masih bergantung dari pihak lain.

Warso, petani bawang Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar mengaku, masyarakat sini umumnya masih membeli bibit dari Kabupaten Nganjuk. Masayakat sini tidak punya keahlian untuk membuat bibit sendiri.

"Walaupun bisa bibit yang di tanam hasilnya tidak bisa memuaskan, biasanya susah untuk subur kalau bibit sendiri," jelas Worso.

Untuk daerah Nganjuk lanjut Worso, seperti Kecamatan Bagor, Sukomoro dan lain lain penjualan bibit bawang sangat tinggi sekitar Rp50 ribu, 

"Bahkan bisa sampai Rp53 ribu per kilogram," tambahnya.

Warso menuturkan, jika dibanding hasil panen pada musim panen sebelumnya, harga bawang hasil panen anjlok, 

"Bahkan ada beberapa warga yang tidak menjual bawangnya lantaran harganya murah, dan bawang sampai membusuk, walau harga masih sekisaran Rp12 - 18 ribu per kilogram" tegasnya.

Namun jika dikalkulasi, sambung Warso, antara modal dan hasil panen sangat tidak memadai bahkan bisa rugi, 

"Petani sini banyak yang mengeluh lantaran modal dan hasil tak sebanding," tuturnya.

Dirinya berharap ada inovasi dari pihak pemerintah, khusunya Dinas Pertanian Bokonegoro agar bisa memberi pengarahan untuk membuat bibit bawang sendiri.

"Agar bisa mengurangi biaya bibit yang membengkak," pungkas Warso.

Sementara petani lain Sumiatun, dirinya juga berharap bahwa ada bantuan pemerintan untuk meringankan beban petani kecil.

"Saya berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap petani kecil seperti saya," harapnya.

Tag : Tanam, bawang, deling, sekar

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat