19:00 . Grebek Tumpeng Rombyong Mliwis Putih, dari Warga untuk Generasi Muda   |   18:00 . Upacara HUT RI ke-77, Kajari: Pakai Adat Madura Karena Saya Asli Madura   |   17:00 . Ketua DPRD Bojonegoro Kenakan Baju Adat Nias Saat Upacara HUT Kemerdekaan   |   16:00 . PPPM Birrul Walidain: Perayaan HUT RI Kewajiban Sebagai Warga Negara Indonesia   |   15:00 . Inilah Nama-nama Penerima Penghargaan HUT Kemerdekaan RI di Bojonegoro   |   13:00 . HUT Kemerdekaan RI, Buah Lokal Bojonegoro Dipamerkan di Gedung Grahadi   |   12:00 . 15 Pemain Lolos Seleksi Persibo, Hanya Empat Pemain Lokal   |   09:00 . Mengisi Kemerdekaan   |   09:00 . 262 WBP Dapat Remisi Kemerdekaan, 2 Langsung Bebas   |   22:00 . Semarak Kemerdekaan, KKN-T Unigoro Adakan Pemeran UMKM   |   21:00 . Malam HUT RI KE-77 PonPes Al Mubarok Gelar Malam Tirakatan   |   20:00 . Penuh Tantangan, Jambore Cabang XII Bojonegoro Berakhir Membanggakan   |   17:00 . Macet, Buka dan Tutup Jalan Nasional   |   16:00 . Proyek JTB Berhasil Lakukan Proses Gas-In   |   15:00 . Harga Makin Tinggi, Cabai Lompong Dijual Rp80.000 per Kilogram   |  
Thu, 18 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sumur di Dusun Brangkal, Desa Clebung

Dusun Brangkal Dulu Pernah Terkenal Karena Kekeringan

blokbojonegoro.com | Friday, 23 June 2017 15:00

Dusun Brangkal Dulu Pernah Terkenal Karena Kekeringan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com -
Letakanya yang jauh dari pusat desa dan berada di perbatasan daerah hutan, serta sebagian tanah pertanian adalah tadah hujan, Dusun Brangkal, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, pernah terkenal karena masalah kekeringan.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala Dusun Brangkal Sunari, kepada blokBojonegoro.com saat ditemui di rumahnya. "Dulu pernah juga ada mobil tangki membawakan air dari PDAM, untuk memenuhi kebutuhan warga, saat musim kemarau," ungkapnya.

Namun, setelah beberapa tahun terakhir, dengan adanya penambahan pembuatan sumur, dari hasil swadaya masyarakat, saat ini sudah tidak kekurangan lagi.

"Mngambilnya lumayan jauh, karena di area pemukiman warga ini tidak bisa keluar sumber airnya. Meskipun ada, dengan kedalaman 50 meter, namun susah cara mengambilnya, sehingga warga memilih mengambil di sana (area sumur)," tutur dia.

Ia menambahkan, sumur yang ada diarea pemukiman warga itu di bor oleh orang dari Ponorogo, dan juga pernah mencoba mengebor lagi di area pemukiman lain, namun, saat sampai sekitar beberapa meter, batu yang ada di sekitarnya pengeboran retak. "Sehingga, pengeboran dibatalkan dan dialih fungsikan menjadi WC umum," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Sunari, pengadaan air juga pernah dilakukan, tepatnya pada tahun 2006-2007, oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), mengebor dengan kedalaman sekitar 153 meter, dan menggunakan tandon penampung air, serta dengan selang yang dialirkan kepemukiman warga.

"Namun, hal itu tidak berlangsung lama, karena rasa airnya tidak enak, bahkan saat dibakar dengan api air tersebut bisa menyala, seperti ada kandungan minyak buminya, akhirnya warga memilih untuk mengambil air di sumur saja," tandasnya. [top/ito]

Tag : sumur, brangkal, clebung, bubulan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat