13:00 . Lastri, Keliling Desa Jualan Botok dan Kue Tradisional Penuhi Kebutuhan   |   16:00 . Bertahun-Tahun, Sampah Menumpuk di Bawah Jembatan Kedungadem   |   15:00 . Ziarah Makam Pahlawan Dalam Rangka Menjelang HUT TNI Ke- 78   |   14:00 . SMA N 3 Bojonegoro Peringati Maulid Nabi dengan Khidmat   |   13:00 . Rengginang Rasa-Rasa Ibu Titik, Renyah dan Ramah di Kantong   |   08:00 . Desa Trate Dinamai Demikian Berkat Keberlimpahan Bunga Terate   |   19:00 . Pasti Cair, Cara Buat Koin Shopee Jadi Saldo Dompet Digital   |   18:00 . Air dari Sendang Sampang Dipercaya Membawa Berkah   |   12:00 . Duhh.....!!! Baru Nikah 50 Pasangan Muda Cerai   |   06:00 . Doa Bersama hingga Tarian Semua Usia, Semarakkan Bersih Dusun di Kedungadem   |   21:00 . Proses Evakuasi Memakan Waktu Cukup Lama   |   20:00 . Diduga Mengemudi Berkecepatan Tinggi, Pemuda Ini Meregang Nyawa Usai Hantam Pohon   |   18:00 . Akibat Bakar Sampah, 6 Kios Pasar di Bojonegoro Ludes Terbakar   |   17:00 . Baru, Kampus Ungu Buat Gerakan Indonesia Melayani   |   13:00 . Banyak Teror Minta Transfer, Camat Kasiman Beri Imbauan   |  
Mon, 02 October 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Guru, Istri dan Anak Tewas Ditabrak Bus

Ternyata, Sopir Belum Layak Kemudikan Bus

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 September 2017 18:00

Ternyata, Sopir Belum Layak Kemudikan Bus

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Sopir Bus Dali Prima , Esa Wahyu Prayogo, warga Desa Cerme, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, yang menabrak sepeda motor sampai menewaskan tiga orang sekeluarga sudah ditetapkan tersangka. Ternyata, sopir berusia 22 tahun tersebut sebenarnya belum layak mengemudikan bus jurusan Bojonegoro-Surabaya.

Baca juga [Jasa Raharja Berikan Santunan Korban Laka Bus di Baureno]

Kanit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Mukari memastikan sopir sudah ditetapkan tersangka dan bus yang dikemudikannya juga diamankan. Tetapi bus bernomor polisi S 7472 UA dititipkan di daerah Ngulanan, karena lokasi parkir Satlantas tidak memungkinkan.

"Bulan layak sopir bus, usianya masih 22 tahun dan SIM yang digunakan B1 biasa, belum B1 umum. Karena seharusnya SIM B1 umum yang digunakan sopir bus," jelasnya kepada blokBojonegoro.com, Rabu (6/9/2017).

Selain tidak memiliki SIM B1 umum, sopir tersebut juga baru bekerja menjadi sopir di PO tersebut selama enam bulan. "Itu pelanggaran administrasi saja dan pengalaman nyopirnya kurang. Ketika melamar bilangnya, B1 umum," terangnya setelah menghubungi PO tempat tersangka bekerja.

Dipastikan Mukari, tersangka terancam pasal 310 ayat 4 tentang kelalaian berlalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. "Ancaman hukumannya 6 tahun penjara subsider denda Rp12 juta," pungkasnya.

Seperti diberitakan blokBojonegeoro.com sebelumnya, kecelakaan di Jalan Raya Baureno-Babat, tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, telah merenggut tiga nyawa sekaligus. Yakni Mohamad Dikron (45) beserta sang istri Chusnul Chowatim (35) dan anak terkecil Ahmad Fahreza Nasrullah (6) bulan. Sedangkan anak keduanya Dewi Fardatul Maghfiroh (10) mengalami luka-luka dan dirawat ke RS Muhammadiyah Lamongan.[zid/lis]

Tag : sopir, layak, bus



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat