17:00 . KA Rute Bojonegoro-Yogyakarta Dirindukan Penumpang   |   16:00 . Wamenag RI Kunker ke Bojonegoro, Resmikan Gedung Imam Zarkasyi, Al-Rosyid   |   15:00 . Belum Ada Kabar Baik Soal Persibo, Supporter Akan Wadul Pj Bupati   |   14:00 . Kunjungi 2 Ponpes di Bojonegoro, Begini Pesan Kesan Wamenag RI   |   14:00 . Buktikan Kinerja Unggul, Pertamina Hulu Energi Terapkan Strategi Sinergi Operasi   |   13:00 . Ini Persyaratan Formasi Kesehatan dan Tenaga Teknis PPPK Pemkab Bojonegoro   |   10:00 . Biosaka Bikin Cepat Panen Solusi Efisiensi Biaya   |   08:00 . Suksesnya MSD 2023 Jadi Bentuk Suport Warga ke Desa¬†   |   07:00 . CSR BRI Peduli Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana Banjir Bandang Malinau   |   20:00 . Peternak Berburu Janggel Jagung Saat Panen Raya   |   19:00 . Petani Jagung NK Wiro Sableng Bungah   |   18:00 . Mampir ke Kantor Kemenag, Wamenag RI Hanya Sholat dan Silaturahmi   |   14:00 . Waspada Hoaks Mengatasnamakan Nomor PJ Bupati Bojonegoro   |   13:00 . Segini Harta Kekayaan Petinggi Kemenkeu yang Jabat Pj Bupati Bojonegoro   |   22:00 . Isi Kekosongan 3 Jabatan, Pemdes Ngampel Gelar Tes Seleksi   |  
Wed, 27 September 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Biadap..! Bayi Dibuang di Rumah Warga Sembung

Sally: Masyarakat Harus Rencanakan Kehamilan

blokbojonegoro.com | Saturday, 21 October 2017 08:00

Sally: Masyarakat Harus Rencanakan Kehamilan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Meskipun belum diketahui motif pembuangan bayi yang baru berusia tiga hari di Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro karena masih diselidiki pihak kepolisian, tetapi ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta masyarakat untuk merencakan kehamilan, agar penelantaran dan pembunuhan bayi tidak ada lagi.

Politisi Gerindra asal Kecamatan Sumberrejo itu mengaku sangat kaget dan miris, karena anak yang seharusnya mendapatkan hak hidup, tumbuh dan berkembang serta mendapatkan perlindungan sejak ia dilahirkan. Tetapi ditelantarkan, bahkan dibunuh dan dibuang begitu saja.

"Meski belum mengetahui motif pelaku membuang bayi tersebut, tetapi ketidaksiapan memiliki anak atau biasa disebut dengan istilah Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD) juga menjadi problem di Indonesia, termasuk Bojonegoro," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, banyak pasangan menikah di Indonesia juga mengalami Kehamilan Tidak Direncakan, hal ini menunjukkan baru 53 persen pasangan menikah yang menggunakan KB modern, sisanya KB tradisional yang belum tentu aman dan akurat.

"Terlebih apabila kehamilan tidak direncanakan ini terjadi pada perempuan yang belum menikah, secara sosial akan mendapatkan tekanan, kemudian tidak berani mengakses layanan kesehatan, belum lagi kesiapan ekonomi untuk membiayai anak tersebut nantinya," terangnya.

Wanita yang juga Bendahara Persibo Bojonegoro itu menambahkan, jika tidak ada layanan yang dapat membantu kasus seperti itu, ada kemungkinan kemudian terjadi penelantaran anak yang sampai berujung kematian.

Sehingga diluar persoalan pidana, ada persoalan mendasar yang harus disediakan oleh pemerintah bisa melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak  Keluarga Berencana atau PPPA, bahwa metode keluarga berencana tidak hanya soal memasang alat kontrasepsi menunda kehamilan saja. "Tetapi menyediakan edukasi kesiapan menjadi orang tua dan layanan konseling bagi ibu hamil yang membutuhkan bantuan khusus," tandas lulusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) itu.

Seperti diberitakan blokBojonegoro.com sebelumnya, pada awalnya kejadian tersebut diketahui saksi Asnarti pemilik rumah yang mencium bau menyengat dikiranya bau bangkai dari samping belakang rumahnya. Kemudian Asnarti mencari sumber bau bangkai tersebut.

Selang beberapa lama kemudian saksi menemukan bungkusan plastik hitam dengan posisi terikat di atas karung yang berisikan kain bekas. Awalnya Asnarti mengira yang berada di dalam plastik hitam tersebut bangkai kucing dan memindah ke Kebun pisang sebelah timur rumahnya.

Namun karena merasa curiga, selanjutnya tas plastik tersebut dibuka. "Setelah dibuka ternyata didalam plastik tersebut berisikan sesosok mayat bayi dengan posisi tengkurap dan masih mengeluarkan darah," jelas mantan kapolsek Kanor itu.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya Asnarti melaporkan kejadian kepada kades Sembung dan di lanjutkan ke Polsek Kapas. [zid/ito]

Tag : bayi, kapas, sembung, pembuangan bayi, DPRD, Komisi c



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat