19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |   21:00 . Pengunjung BNFF Tumpah Ruah   |   18:00 . STIKES Rajekwesi Bojonegoro Borong Dua Juara   |   16:00 . Strategi Pertamina Menjaga Pasokan Energi Nasional   |   15:00 . SHU Pertamina Gelar Media Gathering Regional Indonesia Timur   |   14:30 . Unugiri Bojonegoro Gelar Empat Kali Prosesi Wisuda Selama Dua Hari Berturut-turut   |   14:00 . Pemdes Berharap Ada Bantuan Makanan dan Bahan Pokok untuk Warganya   |   13:00 . Kado Hari Guru Nasional, FTBM Bojonegoro Launching 11 Buku Karya Guru PAUD Bojonegoro   |   12:00 . Berlangsung Khidmat, STAI Attanwir Gelar Wisuda 145 Mahasiswa   |  
Mon, 28 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Aku Bisa Usaha (1)

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

blokbojonegoro.com | Monday, 13 November 2017 22:00

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Siapa sangka, berternak burung menjadi jalan hidup sukses. Kang Zen, sapaan karib Muhammad Muzaini (37) warga Gang Basar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memulai dari nol untuk menangkar lovebrid hingga beranak pinak.

Reporter: Tim blokBojonegoro.com

blokBojonegoro.com -
Dari jarak belasan meter, suara ngekek burung berbulu indah tersebut telah terdengar nyaring. Tepat di utara musala yang berada di ujung Gang Basar, rumah berlantai dua megah berdiri. Siapa sangka, di lantai dua rumah tersebut tinggal seratusan pasang lovebrid berbagai jenis.

blokBojonegoro.com melihat dari dekat deret puluhan kotak bertingkat untuk rumah burung. Di dalam kotak berukuran sekitar 60 x 40 centimeter, terdapat satu pasang lovebrid. Bukan itu saja, di ruangan berukuran kurang lebih 6 x 8 meter itu juga terdapat kandang koloni yang berisi langsung beberapa pasang.

Kang Zen mempunyai koleksi indukan, atau sepasang lovebrid yang telah produksi, berbagai jenis. Ada lovebrid Euwing, Blue DF, Albino, Purple, Batman, Josan, Pastel, Blorok dan lain-lain. Masing-masing jenis tersebut masih terdapat beberapa turunan yang indah dan membuat terkesan pecinta burung.

"Semua yang saya miliki ini awalnya hanya 3 pasang. Saya mulai mengembangkan tahun 2011," kata Kang Zen.

Dari tiga pasang itulah mulai berkembang hingga tidak terhitung lagi. Sebab, setiap bulan ia minimal bisa melepas ke pasaran 25 pasang. Tergantung anakan yang diproduksi banyak atau tidak. "Waduh, kalau berapa yang sudah dijual, saya tidak bisa menghitungnya," tambahnya sambil tersenyum lebar.

Yang jelas, dulu rumah burung hanya sederhana di bagian rumah orang tua di timur rumahnya sekarang. Bahkan, ia sempat gagal karena kondisi lembab dan lovebird tidak mau menetas. Akhirnya ia pindah ke ruang tamu rumahnya, sehingga mulai berkembang. "Saya menjual sebagian lovebird untuk membangun satu kamar di lantai atas dengan ukuran 3x3 meter. Alhamdulillah berkembang pesat dan karena penuh saya menambah bangunan lagi juga dari hasil penjualan lovebrid," terang pria yang hingga kini masih menjadi karyawan salah satu perusahaan itu.

Menjual Online

Agar cepat bisa laku, Kang Zen menggunakan jasa online untuk memasarkan lovebird miliknya. Termasuk bergabung dengan berbagai komunitas yang membanjiri dunia maya dan media sosial (medsos). Bahkan, beberapa waktu lalu ia sempat mengirim ke wilayah Tangerang, Bekasi dan Jakarta.

"Belum lama ini saya juga ditelepon, jika pemesan sebelumnya siap menampung berapapun lovebird yang saya kirim. Mereka juga berani uang di depan, namun saya memilih melempar ke pengepul yang ada di Bojonegoro saja," katanya.

Saat ini, jenis termahal yang dimilikinya adalah Euwing. Satu burung anakan bisa dihargai Rp3,5 juta ke atas. Tidak hanya itu, ada indukan yang seharga Rp3 juta dan di bawahnya itu juga. "Tergantung jenis indukan. Kemarin ada yang mengambil dia pasang indukan Rp7 juta disini," tambah Kang Zen.

Mengenai harga lovebird, biasanya akan mahal saat lebaran. Karena, perantau yang pulang akan membawa oleh-oleh burung saat kembali bekerja. Namun, akan lebih murah menjelang puasa dan lebaran. Sebab, saat itu banyak yang butuh dana sehingga menjualnya.

"Namanya juga usaha, terkadang ramai dan mahal, namun juga bisa murah. Yang jelas, harus dengan hati senang dan hobi. Sehingga, bisa berkelanjutan dan tidak terbebani," pungkasnya. [mad]

Tag : investigasi, usaha, burung, lovebird



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat