12:00 . Bawa Kabur Kendaraan Setelah Kenalan Lewat Medsos dan Kopdar, Pelaku Berhasil Dibekuk Polisi   |   07:00 . Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah   |   22:00 . Pedagang Keluhkan Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   21:00 . Bersinergi Kapolres Bojonegoro Lakukan Audiensi Bersama PC GP Ansor Bojonegoro   |   20:30 . Video Lakalantas Truk Seruduk Teras Toko di Balen   |   20:00 . Gelar Pelatihan, STIKES Rajekwesi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan   |   19:00 . Peduli ADHA, Pita Merah Adakan Home Care dan Berikan Bantuan   |   18:00 . Anniversary Ke-5, VLOC Chapter Bojonegoro Beri Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Dijuluki Netherlands Bojonegoro, Kantor Notaris Jadi Tempat Swafoto Hingga Prewedding   |   16:00 . Lagi-lagi Terjadi Kecelakaan Truk Banting Setir Nyelonong Depan Toko   |   15:00 . Dukung KADIN Bojonegoro, Budiono Siapkan 10 Titik Bantuan untuk UMKM Ponpes dan Kampus   |   14:00 . Mendag: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi   |   13:00 . Kecelakaan Tunggal, Truk Muatan Ayam Hantam Pohon   |   12:00 . 81 Produk Mahasiswa Kampus Ungu Dipamerkan di Stakeholders Collaborations   |   11:00 . KADIN Bojonegoro Menggelar Stakeholders Collaboration 2022   |  
Thu, 20 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lokakarya Jurnalis EMCL

Kompetensi dan Legalitas, Intansi Tak Boleh Samakan Jurnalis

blokbojonegoro.com | Tuesday, 12 December 2017 22:00

Kompetensi dan Legalitas, Intansi Tak Boleh Samakan Jurnalis

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Munculnya media terutama online harus disikapi instansi untuk memberikan informasi publik, sehingga tidak menyamakan semua wartawan dengan yang lainnya. Hanya bermodalkan kartu pers bisa mencari keuntungan, padahal jurnalis sudah berkompetensi dan perusahaannya diakui termasuk berbadan hukum.

"Hal itu tentu sangat merugikan masyarakat dan wartawan yang benar-benar bekerja sesuai fungsi jurnalistik. Adanya oknum yang tidak paham kode etik jurnalis dan UU pers, melakukan pekerjaan pers atas kemauan mereka dan pemikiran mereka," kata Dewan Pers Ahmad Djauhari saat menjadi narasumber acara Lokakarya Jurnalistik di Semarang, yang diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggadeng LPDS, Selasa (12/12/17).

Djauhari juga memaparkan, resahnya para wartawan di daerah diakui karena banyaknya oknum wartawan yang melakukan kegiatan pers tanpa aturan ini memang lantaran mudahnya masuk dunia pers, dan mendirikan perusahaan pers. "Seharusnya mengikuti aturan pers yang ada di dewan pers, kalau memang ingin melakukan kegiatan jurnalistik dengan benar," terangnya.

Sedangkan Sasmito Anggoro, ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Bojonegoro mengatakan, Dewan Pers harus menerapkan aturan agar tidak ada pelanggaran saat kegiatan jurnalistik yang dilakukan para wartawan.

Apalagi maraknya media online di berbagai daerah khususnya di Bojonegoro harus mendapatkan perhatian utamanya intansi dan dari masyarakat. Agar mana berita yang bisa dipertanggungjawabkan dan mana wartawan yang benar-benar melakukan kegiatan jurnalistik sesuai aturan Pers dan kode etik serta UU Pers.

"Intansi harus tahu mana wartawan yang sudah berkompetensi atau belum, sehingga hasil karya jurnalistiknya dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya

Sehingga dengan adanya UKW (Uji Kompetensi Wartawan) yang dilakukan oleh Dewan Pers melalui PWI, AJI dan IJTI maupun perusahaan media, akan dapat mencetak wartawan-wartawan yang profesional dan bisa bekerja sesuai fungsi jurnalistiknya.

"Harapannya jika ada yang ingin jadi wartawan mari belajar dan mau menjadi wartawan yang berkompetensi yang tidak hanya mengaku wartawan. Dari caranya menulis saja harus standar berita, tidak seperti status media sosial. Untuk itu intansi dan masyarakat harus bisa memilah mana wartawan yang berkompetensi dan mana yang tidak," pungkas wartawan televisi di Kota Ledre itu. [zid/mu]

Tag : lokakarya, emcl, jurnalis, jurnalistik, media online, pwi, dewan pers



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat