16:00 . Turnamen Bulu Tangkis Piala Bupati, Dinpora Berharap Mahasiswa Bojonegoro Lebih Mencintai Daerah   |   14:00 . Tanggul Penahan Kali Avour di Kanor Jebol   |   13:00 . Kemendag Lepas Ekspor Produk Unggulan Desa dari NTB Senilai Rp700 Juta   |   12:00 . Tren Turun, Bengawan Solo Masih Siaga II   |   11:00 . Selamat Jalan Mbah Yai Imam, Husnul Khotimah   |   10:00 . Reses Masa Sidang 1 Politis Fraksi Garuda DPRD Bojonegoro Dengarkan Keluhan Warga Kanor   |   09:00 . Tandatangani Pakta Integritas, Dinsos Siap Wujudkan Pelayanan Terbaik   |   08:00 . Tanggul Bengawan Solo di Kanor Ambruk   |   07:00 . Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?   |   21:00 . Dekatkan Layanan Kesehatan, Bupati Resmikan Puskesmas Malo   |   20:00 . Mendag: Melalui G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |   19:00 . Tinggal Tunggu Sertifikasi Operasi, Bendungan Gongseng Siap Beroperasi   |   18:30 . Debit Air Naik, Bengawan Solo Siaga   |   18:00 . Melalui Radio, Kasatlantas Kampanyekan Tertib Lalu Lintas   |   17:00 . TMA Bengawan Solo Siaga Kuning Tren Naik   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kekerasan Seksual Pada Anak di Bojonegoro

Sally: Pengawasan Anak Perlu Ditingkatkan

blokbojonegoro.com | Monday, 12 February 2018 09:00

Sally: Pengawasan Anak Perlu Ditingkatkan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Fenomena kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro tidak bisa dianggap remeh, karena belum ada sebulan sudah ada dua kasus yang terjadi. Sehingga pengawasan orang tua terhadap sang buah hati perlu ditingkatkan, lantaran para pelaku kekerasan adalah orang dekat yang sudah dikenal.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi merasa miris, banyaknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kota Ledre.

"Ada hal penting yang kerap kali luput dari perhatian, di luar lingkungan sekolah maka anak menjadi tanggungjawab keluarga, menjaga dan mengawasi perilaku anak juga harus menjadi tanggungjawab bagi lingkungan masyarakat sekitar," terang politisi Gerinda itu.

Perempuan asal Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo itu melihat dari beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini, ditemukan pelaku merupakan orang yang dekat atau dikenal oleh korban. Bahkan dari beberapa riset ada sebagian pelecehan seksual pada anak memang benar dilakukan orang terdekat korban.

Seperti halnya sering kali posisi korban (anak) tersebut berada sendirian di rumah dan tidak dalam pengawasan orang tua atau pengasuh.

"Hal yang tidak kalah penting adalah membekali anak dengan kemampuan untuk mencegah pelecehan seksual," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Ditambahkan, untuk membekali anak bisa dilakukan melalui pendidikan di sekolah atau melalui kelompok-kelompok sebaya (peer group). "Sebagai bentuk kepedulian, Komisi C akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merespon permasalahan ini," pungkas alumnus Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI). [zid/mu]

Tag : kekerasan anak, kekerasan, korban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat