20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Thu, 11 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kekerasan Seksual Pada Anak di Bojonegoro

Sally: Pengawasan Anak Perlu Ditingkatkan

blokbojonegoro.com | Monday, 12 February 2018 09:00

Sally: Pengawasan Anak Perlu Ditingkatkan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Fenomena kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kabupaten Bojonegoro tidak bisa dianggap remeh, karena belum ada sebulan sudah ada dua kasus yang terjadi. Sehingga pengawasan orang tua terhadap sang buah hati perlu ditingkatkan, lantaran para pelaku kekerasan adalah orang dekat yang sudah dikenal.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi merasa miris, banyaknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Kota Ledre.

"Ada hal penting yang kerap kali luput dari perhatian, di luar lingkungan sekolah maka anak menjadi tanggungjawab keluarga, menjaga dan mengawasi perilaku anak juga harus menjadi tanggungjawab bagi lingkungan masyarakat sekitar," terang politisi Gerinda itu.

Perempuan asal Desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo itu melihat dari beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini, ditemukan pelaku merupakan orang yang dekat atau dikenal oleh korban. Bahkan dari beberapa riset ada sebagian pelecehan seksual pada anak memang benar dilakukan orang terdekat korban.

Seperti halnya sering kali posisi korban (anak) tersebut berada sendirian di rumah dan tidak dalam pengawasan orang tua atau pengasuh.

"Hal yang tidak kalah penting adalah membekali anak dengan kemampuan untuk mencegah pelecehan seksual," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.

Ditambahkan, untuk membekali anak bisa dilakukan melalui pendidikan di sekolah atau melalui kelompok-kelompok sebaya (peer group). "Sebagai bentuk kepedulian, Komisi C akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk merespon permasalahan ini," pungkas alumnus Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI). [zid/mu]

Tag : kekerasan anak, kekerasan, korban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat