19:00 . Tren Hijab Segi Empat dan Pashmina Warna Pastel Jadi Idola   |   18:00 . Peringati Hari AIDS, STIKes Rajekwesi Edukasi Masyarakat   |   17:00 . Siapkan Atlet Muda, Igornas Jatim Gelar Balap Sepeda di Bojonegoro   |   15:00 . Damisda Buat Program Pemkab Lebih Terukur   |   14:00 . Berikut Para Juara Lomba pada Gebyar PAI SMA   |   13:00 . MGMP PAI Bojonegoro Gali Minat dan Bakat Siswa Melalui Lomba   |   11:00 . SMP Negeri 1 Kapas Terapkan Program Desasari   |   08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |  
Mon, 05 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sarmini, Pengusaha Akar Kayu Jati

Tak Putus Asa, Meski Tak Sekolah Kini Omzet Puluhan Juta

blokbojonegoro.com | Monday, 05 March 2018 19:00

Tak Putus Asa, Meski Tak Sekolah Kini Omzet Puluhan Juta

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Kebanyakan orang memganggap akar pohon hanyalah sampah atau barang tak layak pakai yang dibiarkan begitu saja dan banyak juga masyarakat yang menggunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Namun, berbeda jika berada di tangan orang yang kreatif dan berjiwa seni. Bongkahan akar tersebut bisa disulap jadi benda yang sangat berharga dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Bahkan, akar pohon dapat difungsikan sebagai penghias ruangan yang indah, contohnya adalah akar kayu jati. Selain batangnya dikenal kokoh dan kuat, akarnya mempunyai lekuk cukup indah untuk diolah menjadi produk berkualitas dan unik.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Sarmini. Perempuan paruh baya asal Desa Piji, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro ini mampu mengolah akar kayu jati menjadi sebuah kerajinan dan bisa dikatakan suatu usaha yang membuahkan hasil tidak sedikit.

Perempuan berusia 58 tahun ini mampu menjadi pengusaha kerajinan akar kayu jati yang sukses. Bahkan, pelanggaNnya tidak hanya tersebar di Pulau Jawa saja, melainkan ada juga yang berasal dari manca negara, seperti Taiwan dan Belanda. Omzetnya saja bisa lebih dari 50 juta per bulan dan jika ditotal sampai saat ini omzet Sarmini mencapai 5 miliar.

"Saya memulai usaha saya sekitar 8 tahun yang lalu. Sebelum saya terjun ke dalam bidang ini, saya adalah seorang petani," terang Sarmini.

Dengan dibantu 14 karyawannya yang merupakan tetangganya sendiri, nenek satu cucu tersebut mampu merubah akar kayu jati menjadi berbagai macam jenis perabotan rumah tangga. Seperti halnya meja, kursi, daun, layah dan masih banyak jenis lainya yang terlihat numpuk di teras rumahnya.

Bahkan, jika akarnya sesuai, dirinya mampu menjadikan akar kayu jati menjadi bentuk binatang, tergantung bentuk akarnya. Sedangkan, bentuk tersebut biasanya sangat banyak sekali peminatnya dan harganya juga lumayan tinggi dibanding akar dengan bentuk lainnya.

"Memang banyak yang mencari desain berbentuk binatang, tetapi tidak setiap akar bisa dijadikan bentuk binatang lantaran tergantung bentuk akar itu. Kalau untuk meja  saya patok dengan harga Rp1 juta sampai Rp1,5 juta, kalau kursi sekitar Rp250 ribu sampai Rp500 ribu," lanjut Sarmini.

Saat dikunjungi blokBojonegoro.com, terdengar suara mesin pemotong dan penghalus kayu terdengar dengan keras menderu-deru di gudang samping rumahnya, yang sedang berlangsung aktifitas para karyawanya. Terlihat, para karyawan Sarmini sedang mengangkat akar-akar jati untuk didekatkan mesin pemotong dan ada juga beberapa karyawan yang fokus menghaluskan akar kayu jati dengan sebuah mesin.

"Soal gaji, saya nemakai sistem borongan dengan setiap unit kecilnya saya hargai Rp2.000 sampai Rp5.000. Sedangkan, untuk unit besar saya hargai 5 ribu sampai 10 ribu dan tergantung tingkat kerumitanya, serta biasanya mereka mampu menghasilkan sampai 50 unit per harinya," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Dari tahun ke tahun, bisnis kerajinan Sarmini berkembang. Sekarang ia juga menjual akar kayu jati yang sudah berbentuk meja konsul, kursi, jamur, dan souvenir. Benda-benda itu masih setengah jadi, harganya dipatok mulai Rp50.000 hingga Rp5 juta untuk ukuran besar.

"Jika bentuk dan karakternya bagus, ada nilai seninya, saya jual Rp5 juta. Bahkan pernah ada dua unit daun meja yang terjual Rp60 juta dibeli oleh pelanggan dari Bali," pungkas Sarmini.

Di sisi lain, ia juga berpesan kepada masyarakat yang tidak pernah menempuh berpendidikan sama sekali, seperti dirinya agar tidak putus asa. Pasalnya, dengan sebuah tekat maupun kerja keras yang terus menerus pasti akan mendapatkan sebuah hasil yang bagus.

Seperti halnya dirinya, lanjut Sarmini bahwa sejak kecil dirinya tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Namun, dari kekuranganya itu menjadikan Sarmini menjadi perempuan yang tangguh penuh keyakinan dan sudah terbukti dengan home industri yang ditekuninya tersebut.

"Saya juga baru merintisnya dalam keadaan nenek-nenek, jadi tidak ada kata terlambat," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/col]

Tag : limbah, gratis, kayu



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat