07:00 . 5 Jenis Sayuran yang Harus Dimasak Dahulu, Jangan Dimakan Mentah!   |   19:00 . Terdakwa Pencuri Mobil Bupati Bojonegoro, Divonis 2,6 Tahun Penjara   |   18:00 . Kelompok Kerja Bunda PAUD Dikukuhkan Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Mastrip Fashion Week, Satlantas : Kami Mendukung, Asal di Tempat yang Tepat   |   08:00 . Punya KPM, Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk   |   07:00 . Banyak Jajanan Anak Patut Diwaspadai karena Mengandung Zat Berbahaya, Apa Sajakah?   |   20:00 . Jaring Atlet Bulutangkis, Polres Gelar Kapolres Bojonegoro Cup 2022   |   19:00 . Seleksi Hari Pertama, Hanya 45 Persen dari Keseluruhan yang Datang   |   18:30 . Asap dan Kembang Api di Fun Football Talun   |   18:00 . Juara, Condromowo Kalahkan Sumuragung 2-1   |   17:00 . Kenalkan Head Coach Persibo, Abdulloh Umar Targetkan Lolos Liga 2   |   16:00 . Penyedia Jasa Sewa Kostum Karnaval di Bojonegoro Mulai Kelarisan   |   15:00 . Pawai Budaya Bakal Meriahkan HUT Kemerdekaan di Bojonegoro   |   14:00 . Harga Telur Ayam Tinggi, Omzet Pedangang Merosot   |   13:00 . Berkat Terobosannya, APDI Jatim Nobatkan Bupati Anna Sebagai Ibu Desa   |  
Sat, 13 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Menjelang Lebaran 'Gepeng' di Bojonegoro Meningkat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 June 2018 15:00

Menjelang Lebaran 'Gepeng' di Bojonegoro Meningkat

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com -
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) meningkat di seputaran Kabupaten Bojonegoro. Biasanya simpang empat (Perempatan) menjadi lokasi yang strategis untuk mereka mangkal dan kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan blokBojonegoro.com, "gepeng" yang sudah menjamur sekitar satu pekan terakhir ini terdiri dari anak-anak hingga orangtua. Bahkan beberapa di antara mereka sudah renta dan rambut beruban. Mereka duduk di atas trotoar sambil menunggu lampu marka berubah menjadi merah.

“Biasanya pas lampu merah, beberapa pengemis nyerbu pengendara yang berhenti, saat itulah titik kerawanan karena tidak lama setelahnya lampu hijau," ungkap salah satu pengendara asal Kapas, Hermanto.

Senada yang dikeluhkan Andik, pria 35 tahun ini setiap harinya rutin pergi ke kota. “Setiap hari saya memang melintasi simpang empat dan semakin banyak pengemis yang turun tatkala lampu merah ,” sebut warga Sumuragung, Sumberejo itu.

Menurutnya, menjelang Ramadan, "gepeng" berkeliaran dan mayoritas sudah berumur lanjut. Mereka mengulurkan tangan kesetiap pengendara yang berhenti di lampu merah.

“Kasihan melihatnya, kalau tiba-tiba terjadi kecelakaan bagaimana?,” tanyanya pelan.

Andik juga berharap, pemkab setempat melakukan antisipasi terkait keberadaan gepeng tersebut. Tak cukup dengan razia rutin, melainkan memberi sanksi sosial yang bisa mengubah pola pikir gepeng agar tidak lagi memanfaatkan momen Ramadhan untuk mengais rezeki berlimpah.

"Apalagi ini momen Ramadan yang menjadikan atau memanfaatkan masyarakat muslim yang sedang berpuasa untuk memberikan sedikit uangnya," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]
 

Tag : gepeng, kota



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat