19:00 . Persibo Ajukan PK, Laga Mitra Surabaya kontra Deltras Sidoarjo Ditunda   |   18:30 . Selamat..! Ponpes Attanwir Dapat Penghargaan Eco Pesantren dari Gubernur Jatim   |   18:00 . Awas...!! Tanggul Bengawan Solo Ambles   |   15:00 . Menjelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bojonegoro Naik   |   14:00 . Grafik Harga Emas UBS Hari ini Terpantau Naik   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ikuti Penilaian Evaluasi Program Menuju Smart City 2021   |   09:00 . Akhir Tahun, Ada 2.551 Janda Baru di Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Dimarahi, Ini 5 Tips Membentuk Kepribadian Anak yang Disiplin   |   23:00 . Kecewa Putusan Komisi Banding PSSI, Persibo Bojonegoro Ajukan PK   |   19:00 . Dinas PMD Bojonegoro Sosialisasi Pemekaran Desa Napis   |   18:00 . Larangan Penjualan Minyak Curah, Begini Respon Masyarakat Bojonegoro   |   17:00 . Rapat Senat Terbuka Wisuda III/XXV, UNU Sunan Giri Hadirkan Ketua PBNU Bidang Pendidikan   |   16:00 . Tanggul Ambles, Warga Sekitar Ketar - Ketir   |   15:00 . Tanggul di Kanor Ambles, Tanah Masih Gerak   |   14:00 . Komitmen Upaya Kurangi Emisi, Program Penanaman Pohon oleh PEPC Mencapai 25.000   |  
Tue, 07 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Unik, Tradisi Nyalakan 'Colok' di Malam Songo

blokbojonegoro.com | Wednesday, 13 June 2018 20:00

Unik, Tradisi Nyalakan 'Colok' di Malam Songo

Kontributor: Apriani
 
blokBojonegoro.com - Ada tradisi unik yang dilakukan warga masyarakat Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kecamatan Bojonegoro bertepatan dengan malam kedua puluh sembilan Ramadan (malam songo) yakni tradisi menyalakan 'colok'. Tampak di depan rumah setiap warga terdapat sebuah bambu yang ujungnya diberi kain yang disulut api, layaknya obor yang akrab disebut "colok'.
 
Konon, tradisi tersebut sudah ada sejak dahulu kala yang sekarang tetap dilakukan. 
 
"Dari zaman dulu sejak saya masih kecil sudah ada tradisi nyalakan colok seperti itu, kalau kata Mbah saya dulu supaya terang jalan keluarga yang sudah meninggal di alam sana," ujar Sukarti (60) kepada blokBojonegoro.com.
 
Tradisi yang sudah turun temurun tersebut, walau sudah mulai luntur masih ada masyarakat yang tetap menyalakan colok di saat malam songo.
 
Agar nyala api bertahan lama, kain yang disulut api dicelupkan dalam minyak tanah, karena sekarang sudah langka biasanya masyarakat menyelupkannya ke dalam bensin, ataupun bahan bakar lainnya.
 
Colok tersebut diletakan atau ditancapkan di tempat yang tertentu. "Biasa ditancapkan di gawangan depan rumah, depan pintu, sumber air (sumur), tempat pembuangan sampah, dan dapur," jelas wanita asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
 
Ia berharap, meksi sekarang zaman sudah modern jangan sampai lupa akan tradisi dan budaya yang dimiliki supaya tradisi dan budaya tersebut tetap terjaga. [ani/lis]

Tag : Colok, malam songo



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more