07:00 . 5 Jenis Sayuran yang Harus Dimasak Dahulu, Jangan Dimakan Mentah!   |   19:00 . Terdakwa Pencuri Mobil Bupati Bojonegoro, Divonis 2,6 Tahun Penjara   |   18:00 . Kelompok Kerja Bunda PAUD Dikukuhkan Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Mastrip Fashion Week, Satlantas : Kami Mendukung, Asal di Tempat yang Tepat   |   08:00 . Punya KPM, Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk   |   07:00 . Banyak Jajanan Anak Patut Diwaspadai karena Mengandung Zat Berbahaya, Apa Sajakah?   |   20:00 . Jaring Atlet Bulutangkis, Polres Gelar Kapolres Bojonegoro Cup 2022   |   19:00 . Seleksi Hari Pertama, Hanya 45 Persen dari Keseluruhan yang Datang   |   18:30 . Asap dan Kembang Api di Fun Football Talun   |   18:00 . Juara, Condromowo Kalahkan Sumuragung 2-1   |   17:00 . Kenalkan Head Coach Persibo, Abdulloh Umar Targetkan Lolos Liga 2   |   16:00 . Penyedia Jasa Sewa Kostum Karnaval di Bojonegoro Mulai Kelarisan   |   15:00 . Pawai Budaya Bakal Meriahkan HUT Kemerdekaan di Bojonegoro   |   14:00 . Harga Telur Ayam Tinggi, Omzet Pedangang Merosot   |   13:00 . Berkat Terobosannya, APDI Jatim Nobatkan Bupati Anna Sebagai Ibu Desa   |  
Sat, 13 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Natal 2018, Damai Sejahtera di Bumi Pancasila

blokbojonegoro.com | Monday, 24 December 2018 20:00

Natal 2018, Damai Sejahtera di Bumi Pancasila

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Berbagai persiapan dipersiapkan menjelang perayaan Natal 2018 pada Selasa (25/12/2018). Salah satunya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bojonegoro, Jalan Rajawali setempat yang mengangkat tema 'Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila'.

Pendeta (Pdt) Iwan Sukmono mengatakan, tema Natal tahun 2018 yang diangkat GKI Bojonegoro adalah 'Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila'. Keberadaan gereja sangat terkait dengan konteks masyarakat di mana ia tinggal dan tumbuh di dalamnya.

"Dengan tema ini umat diajak untuk semakin peka dengan situasi dan pergumulan yang ada di sekitarnya," katanya kepada blokBojonegoro.com, Senin (24/12/2018).

Dengan demikian, kata dia, peringatan hari kelahiran Isa Almasih atau Tuhan Yesus Kristus bukan hanya menjadi simbol upacara belaka, atau bahkan terkesan penuh dengan suasana hura-hura.

Natal menjadi momentum untuk kembali memahami bahwa kebesaran kasih Allah tampak dengan begitu dalam kesediaanNya untuk menghadirkan damai sejahtera di atas negeri ini.

"Tanah yang begitu kita cintai, bumi Pancasila. Negeri yang syarat dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan dan keadilan," kata dia.

Masa Natal sesungguhnya diawali dengan masa advent (penantian) dan mencapai salah satu puncaknya dalam Perayaan Malam Natal, 24 Desember 2018 dan Ibadah Natal, 25 Desember 2018.

"Beberapa gereja telah dengan baik melaksanakannya. Beragam kegiatan mulai dari Ibadah, Bakti Sosial, Kunjungan Kasih, dengan baik disusun dan dilaksanakan," ujarnya.

Bukan hanya dalam lingkup intern, tetapi tidak jarang yang menerima keterlibatan dari instansi pemerintahan dan keamanan, bahkan tak sedikit masyarakat yang turut berpartisipasi dalam persiapan maupun pelaksanaannya.

Ia menambahkan, tahun ini peringatan Natal berada dalam momentum pergantian tahun bertepatan dengan susana politik menjelang Pilpres dan Pileg 2019. Selain itu juga didahului dengan berbagai keprihatinan karena secara berurutan terjadi musibah besar melanda bangsa ini. Musibah gempa Lombok, tsunami Donggala, Sigi, Palu dan ujung barat pantai Jawa. 

Dalam suasana tersebut, sudah semestinya Natal dipahami lebih dari sekadar upacara karena Natal yang sesungguhnya adalah gema tentang kasih Ilahi, kasih yang mau menghadirkan damai sejahtera bagi semua manusia.

"Bagi seluruh anak bangsa. Sebagai umat Kristiani kita mesti berjuang untuk mewujudkannya," imbuhnya. [yud/lis]

 

Tag : natal, damai, kasih



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat