19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |   14:00 . Melawan Belanda dengan Ilmu Kasat Mata   |   13:00 . Suara Community Institute: Inkubasi ‘Digital Journalism dan Content Creation’   |   07:00 . Ahli Gizi: Jangan Berikan Gula Tambahan pada Anak di Bawah 2 Tahun   |   19:00 . Ban Pecah, Truk Muatan Rongsokan Terguling di Sukowati   |   18:00 . Tak Perlu Diet, Hanya Butuh Makan Berkesadaran   |   16:00 . Warga Nekat Lewati Batas Pagar Jembatan TBT Sambil Joget, Ini Pesan Kepala BPBD   |   14:00 . Selamat, Vesta Farida Kembali Pimpin PAC Fatayat NU Kanor   |   12:00 . Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   11:00 . Sah...! PR Fatayat NU se ANCAB Kanor Resmi Dilantik   |   10:00 . Malam Minggu di Jembatan Kanor Rengel Seperti Tahun Baru   |   09:00 . Tingkatkan Mutu Kampus, Mahasiswa UNUGIRI Hadiahkan Segudang Prestasi   |   07:00 . Toxic Relationship, Bagaimana Cara Menganalisa dan Mengatasinya?   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dugaan Korupsi BIMTEK 2012

Kejari Enggan Beberkan Kasus BIMTEK 2012

blokbojonegoro.com | Tuesday, 29 January 2019 10:00

Kejari Enggan Beberkan Kasus BIMTEK 2012

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kejaksaan Negeri Bojonegoro bakal mengkaji dan mendalami kasus dugaan korupasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2012.

Selain menjebloskan mantan Ketua DPRD Bojonegoro dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD, kasus korupsi tersebut juga menjebloskan pihak rekanan. Puluhan mantan anggota dewan itu diduga terlibat kasus dugaan korupsi Bimtek 2012. Namun hanya diminta mengembalikan uang kerugian negara tanpa diproses hukum oleh Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, I Gde Ngurah Sriada mengatakan, untuk memastikan apakah puluhan mantan anggota dewan itu sudah mengembalikan sejumlah uang atau belum. "Kami harus buka berkas dulu," katanya kepada blokBojonegoro.com, Selasa (29/1/2019).

Nilai total kerugian negara mencapai miliaran. Namun untuk menjelaskananya, pihaknya harus membuka dokumen lama tersebut. "Saya tidak bicara kasus ini akan dibuka kembali, tapi kami akan mengkaji kasus ini," ucapnya.

Vonis tiga terpidana mantan Ketua DPRD, Sekwan dan rekanan tersebut sudah inkrah (memiliki kekuatan hukum tetap). "Keputusan tiga terpidana itu sudah memiliki kekuatan hukum tetap," ujarnya menjelaskan.

Saat disinggung jaksa eksekutor kasus BIMTEK tersebut. Kajari belum membuka berkas-berkas kasus itu. Sehingga belum bisa dibeberkan. "Kalau itu, harus membuka dokumennya lagi," tutupnya. [yud/ito]

Tag : kasus, bimtek, dewan, dprd, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat