16:00 . SKK Migas Akan Kembali Menggelar Konvensi Hulu Migas   |   15:00 . Pasutri Curanmor yang Tertangkap di Balen, Divonis Dua Tahun Penjara   |   13:00 . PT Pertamina EP Sukowati Field Meraih Penganugerahan Piala PSBE dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM   |   12:00 . Wakil Menteri Hukum dan HAM RI Kunker di Lapas IIA Bojonegoro   |   09:00 . Disperinaker; 1.625 Tenaga Kerja Masih Aktif Bekerja di Proyek JTB   |   08:00 . Harga Tembakau Rajang Kering Tinggi, Petani Sumringah   |   07:00 . 5 Cara untuk Menghentikan Kebiasaan Anak Menggigit Kuku   |   19:00 . Prgoram Pengembangan Masyarakat Selesai, EMCL Gandeng PC GP Ansor Serahkan ke Desa   |   18:00 . Diserahkan ke Dinsos Jatim, Bayi Mungil Diberi Nama Hilya Qonita   |   16:00 . Usai Telur dan Cabai, Kini Harga Daging Ayam Kompak Turun   |   15:00 . Pemuda Asal Temayang Sukses Lestarikan Batik Tulis   |   14:00 . ISTeK ICsada Bojonegoro Gelar Diseminasi Program Aku Sehat 2022   |   13:00 . Satlantas Polres Bojonegoro Gelar Sosialisasi Operasi Zebra bersama FKOB   |   07:00 . Bakteri Jahat atau Jamur, Mana yang Lebih Sering Menyebabkan Masalah Kulit Wajah Anda?   |   19:00 . Diduga Terpeleset di Sungai, Bocah asal Sumberrejo Meninggal Dunia   |  
Thu, 06 October 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 30 January 2019 19:00

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sempat digadang-gadang sebagai pembuka lapangan kerja yang mempekerjakan masyarakat sekitar, tempat produksi kapur tulis milik Munawi (52) yang ada sejak 20 tahun lalu, dan berada di Dusun Karung, Desa Tulungrejo saat ini produksinya menurun drastis.

Munawi bercerita, dulu orang sekitar menyebut tempat produksi kapurnya sebagai pabrik. "Tapi sekarang cuma saya yang memproduksi kapur bersama istri dalam skala kecil, karena konsumen sudah beralih menggunakan spidol tinta," ujarnya.

Melihat permintaan kapur baik dari distributor dan konsumen lokal menurun, Munawi pun berupaya berinovasi agar usahanya tetap berjalan. "Karena beliau juga tidak bisa berkebun karena asam uratnya" sahut Sriyatun (48) istri Munawi kepada awak bB.

Karena dirasa produksi kapur tulis sudah tidak begitu menjanjikan lagi. Munawi memulai usaha barunya, yakni membuat meja lipat dan papan tulis, kemudian dipasarkan di toko-toko dekat tempat tinggalnya yang dijual seharga Rp20.000.

Bapak 4 anak itu mengaku selama membuka usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

"Apalagi buat meja lipat sama papan tulis ini, saya cuma melihat dan membeli, kemudian melepas bagian-bagianya kemudian merangkai kembali. Dan akhirnya saya mencoba membuat sendiri," pungkasnya pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : kapur, meja lipat



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 03 October 2022 18:00

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel Guna menyiapkan santri terampil menulis, Pondok Pesantren (PonPes) Al-Manshur yang beralamat di Jalan Masjid Nomor 1, Dukuh Bangle Rt. 01 Rw 11, Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengadakan pelatihan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat