13:00 . Warga Mulai Antusias Daftar Pantarlih   |   12:00 . Bekerja 38 Hari, Inilah Jadwal Pembentukan Pantarlih   |   11:00 . Puskesmas Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan untuk Syarat Pantarlih   |   07:00 . 19 Makanan untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi   |   23:00 . Inilah Jejak Karier DR. Didik Farkhan Alisyahdi, Kajati Banten   |   22:00 . Didik Farkhan, Putera Terbaik Bojonegoro Jabat Kajati Banten   |   20:00 . IHC RSPP Jadi Bagian Mayo Clinic Care Network   |   16:00 . Limbah Sampah di TPA Diolah Jadi Bensin dan Solar   |   14:00 . Selama Tahun 2022, PETI Dominasi Kasus Hukum Sektor Pertambangan Minerba   |   13:00 . Diberangkatkan Bupati, STIKES Rajekwesi Mulai KKN Tematik Desa Tangguh   |   07:00 . 7 Cara Bersyukur Setiap Hari, Hidup Akan Lebih Bahagia   |   23:00 . Libatkan Puluhan Pekerja Kreatif dan Ratusan Ekstras asli Bojonegoro   |   22:00 . Tangis Haru Mbah Painem Asal Gondang Bisa Masuk Film Internasional   |   20:00 . Tayang Perdana di Bojonegoro, Film Autobiography Disambut Warga   |   19:00 . Jalan Utara Pasar Kota Bojonegoro Jadi Dua Arah, Dishub : Murni Program Pemkab   |  
Fri, 27 January 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 30 January 2019 19:00

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sempat digadang-gadang sebagai pembuka lapangan kerja yang mempekerjakan masyarakat sekitar, tempat produksi kapur tulis milik Munawi (52) yang ada sejak 20 tahun lalu, dan berada di Dusun Karung, Desa Tulungrejo saat ini produksinya menurun drastis.

Munawi bercerita, dulu orang sekitar menyebut tempat produksi kapurnya sebagai pabrik. "Tapi sekarang cuma saya yang memproduksi kapur bersama istri dalam skala kecil, karena konsumen sudah beralih menggunakan spidol tinta," ujarnya.

Melihat permintaan kapur baik dari distributor dan konsumen lokal menurun, Munawi pun berupaya berinovasi agar usahanya tetap berjalan. "Karena beliau juga tidak bisa berkebun karena asam uratnya" sahut Sriyatun (48) istri Munawi kepada awak bB.

Karena dirasa produksi kapur tulis sudah tidak begitu menjanjikan lagi. Munawi memulai usaha barunya, yakni membuat meja lipat dan papan tulis, kemudian dipasarkan di toko-toko dekat tempat tinggalnya yang dijual seharga Rp20.000.

Bapak 4 anak itu mengaku selama membuka usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

"Apalagi buat meja lipat sama papan tulis ini, saya cuma melihat dan membeli, kemudian melepas bagian-bagianya kemudian merangkai kembali. Dan akhirnya saya mencoba membuat sendiri," pungkasnya pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : kapur, meja lipat



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more