14:00 . Setelah Cabai, Giliran Harga Tomat Naik   |   13:00 . Izin Renang di Sungai, Seorang Anak Diduga Tenggelam di Purwosari   |   12:00 . Sebelum Diringkus, Kades Kapas Sempat Buat Video Pamer Lencana   |   11:00 . 16.541┬áTitik Lampu PJU Terpasang di Sudut Bojonegoro   |   10:00 . Bupati Sambang Warga Transmigrasi Asal Bojonegoro di Papua   |   09:00 . Bojonegoro Masuk SIAK Terpusat, Begini Bocoran KTP Digital   |   08:00 . Alumni Pesantren Tebuireng di Bojonegoro Gelar Halal Bihalal   |   07:00 . Ini 3 Hal yang Harus Diwaspadai Orangtua Terkait Masalah Speech Delay atau Terlambat Bicara Pada Anak   |   18:00 . Apresiasi Pembangunan Jalan Desa, Budiono Pastikan Manfaat Bagi Warga   |   16:00 . Urai Kemacetan, Pemkab Bojonegoro Bakal Bangun Jalan Layang   |   15:00 . Terpilih Jadi Duta Lingkungan Hidup Jatim, Kepercayaan Diri Jadi Kunci Utama   |   13:00 . ASANU Minta Pemerintah Perkuat BTN Syariah   |   12:00 . Belum Jelas, Pencarian Korban Tenggelam Dihentikan   |   09:00 . Antusias Warga Transmigran Sambut Bupati Bojonegoro di Bumi Cendrawasih   |   07:00 . 12 Cara Ajarkan Anak Belajar Membaca yang Seru dan Gak Bikin Bosan   |  
Fri, 27 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 30 January 2019 19:00

Permintaan Kapur Turun, Munawi Mulai Produksi Meja Lipat

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sempat digadang-gadang sebagai pembuka lapangan kerja yang mempekerjakan masyarakat sekitar, tempat produksi kapur tulis milik Munawi (52) yang ada sejak 20 tahun lalu, dan berada di Dusun Karung, Desa Tulungrejo saat ini produksinya menurun drastis.

Munawi bercerita, dulu orang sekitar menyebut tempat produksi kapurnya sebagai pabrik. "Tapi sekarang cuma saya yang memproduksi kapur bersama istri dalam skala kecil, karena konsumen sudah beralih menggunakan spidol tinta," ujarnya.

Melihat permintaan kapur baik dari distributor dan konsumen lokal menurun, Munawi pun berupaya berinovasi agar usahanya tetap berjalan. "Karena beliau juga tidak bisa berkebun karena asam uratnya" sahut Sriyatun (48) istri Munawi kepada awak bB.

Karena dirasa produksi kapur tulis sudah tidak begitu menjanjikan lagi. Munawi memulai usaha barunya, yakni membuat meja lipat dan papan tulis, kemudian dipasarkan di toko-toko dekat tempat tinggalnya yang dijual seharga Rp20.000.

Bapak 4 anak itu mengaku selama membuka usaha tidak pernah mendapatkan pelatihan sama sekali.

"Apalagi buat meja lipat sama papan tulis ini, saya cuma melihat dan membeli, kemudian melepas bagian-bagianya kemudian merangkai kembali. Dan akhirnya saya mencoba membuat sendiri," pungkasnya pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : kapur, meja lipat



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat