19:00 . Liga Kacabdin Bojonegoro Wadahi Siswa Berkompetisi   |   18:00 . Halal Bi Halal, AC ISNU Balen Mantapkan Program Kerja   |   14:00 . Libur Waisak, Harga Logam Mulia Antam Naik   |   12:00 . Masih Membludak Antre Tiket Bioskop Film KKN Desa Penari   |   11:00 . PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kedewan Masa Bakti 2021-2023 Resmi Dilantik   |   10:00 . Pemkab Renovasi Jembatan Penghubung Kecamatan Temayang dan Sugihwaras   |   09:00 . 1 Siswa SMA di Bojonegoro Tak Lulus Ujian   |   08:00 . Bernostalgia Bareng Tamiya, Ini Tips dan Perawatannya   |   07:00 . Sering Berkeringat di Malam Hari Saat Tidur? Bisa Jadi Anda Mengalami 5 Kondisi Ini   |   18:00 . Ular Sanca Kembang Ditemukan di Pekarangan Warga Banjarsari   |   17:00 . Tak Terima Diejek, Anak 13 Tahun Bacok Teman Mainnya   |   15:00 . Bentor, Sarana Transportasi Alternatif Saat Terjebak Hujan di Terminal   |   09:00 . Apa itu Nasolabial Fold? Bagaimana Cara Mencegahnya?   |   08:00 . Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN   |   21:00 . Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia   |  
Mon, 16 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dari Kelinci, Peternak Asal Kapas Ini Raup Puluhan Juta

blokbojonegoro.com | Saturday, 16 February 2019 09:00

Dari Kelinci, Peternak Asal Kapas Ini Raup Puluhan Juta

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Berternak bagi sebagian orang mungkin suatu hal yang merepotkan dan sering dipandang tidak menjanjikan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Padahal apabila tekun dan sabar berternak bisa dijadikan usaha sampingan bahkan pekerjaan utama.

Namun yang menjadi masalah kebanyakan orang adalah sejauh mana bisa memanfaatkan peluang. Seperti ternak hewan atau hanya sekadar dibuat hiburan atau dikembangbiakan. Seperti halnya Sutrisno (41), pria asal Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, yang berhasil menggeluti bisnis ternak kelinci dan hasilnya sangat sangat menjanjikan.

Bermula dari 3 ekor indukan kelinci, satu jantan dan dua betina pada tahun 2013, Sutrisno mampu mepelajari terkait kelinci. Bahkan berkat 3 kelinci tersebut pria yang akrab disapa Pak Tris ini berhasil mengembangkan sampai ratusan ekor kelinci yang telah dijualnya dan menghasilan puluhan juta rupiah yang masuk ke kantongnya.

"Dulu saya memulainya dari 3 indukan lokal dan terus saya kembangkan sampai sekarang," ujar Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, sekarang ini setidaknya setiap bulan, ia mampu menghasilkan puluhan anak kelinci, yang mana banyak pembeli yang berdatangan langsung dari ke berbagai kota atau kabupaten, seperti Rembang, Pati, Blora, Tuban, Jombang dan beberapa kota besar lainnya.

Kelinci yang dikembangkan oleh Sutrisno bukan sembarang kelinci. Tetapi kelinci-kelinci hias yang memiliki daya jual tinggi, meskipun ia juga mengembangkan kelinci pedaging.

kelinci-2

Yang menyenangkan dari beternak kelinci, tingkat produktifitas dari setiap indukan sangat tinggi. Dalam 1 sampai 2 bulan setiap indukan akan bisa hamil kembali dengan jumlah anak kelinci setiap kelahirannya mencapai satu lusin lebih (12). Dalam usia 2,5 bulan kelinci-kelinci sudah siap dijual ke pasaran.

Bahkan untuk kelinci hias jenis German Giant (GG) baru berumur 14 hari diberi tulisan di telinga kelinci bahwa kelinci sudah ada yang punya.

"Kalau istilahnya itu ditekeni (ditulisi) bahwa ini adalah milik pembeli berdasarkan namanya," ungkapnya.

Untuk siklus mengandung kelinci sendiri mempunyai waktu sekitar 1 bulan dan menyusui 1 bulan. Namun pasca kelinci melahirkan 1 jam, biasanya pak Trisno langsung mengkawinkan dengan catatan kelinci tersebut melahirkan di bawah 5 ekor dan jika di atas 5 ekor menunggu beberapa hari.

"Langsung dikawinkan, tetapi kalau anaknya sampai 10 ekor biasanya saya tunggu satu hari, karena kasihan. Sedangkan untuk masing-masing indukan paling banyak 13 sampai 14 ekor, paling jelek 5 atau 6 ekor," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Harga kelinci hias yang dijual bervarasi. Kelinci Anggora yang harga termurahnya Rp35 ribu untuk kelinci lokal dengan umur 3 sampai 4 bulan. Sedangkan untuk yang paling mahal mencapai harga Rp420 ribu.

Sutrisno mengaku omset usaha ternak kelincinya dalam 3 bulan minimal bisa mencapai Rp15 juta, bahkan sampai lebih. Dengan dibantu satu orang, ia berhasil menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, dan banyak juga masyarakat setempat yang menimba ilmu atau sekadar berbagi pengalaman tentang kelinci.

"Minimal Rp15 juta itupun untuk yang hias, belum yang pedaging, lantaran belum beranak," katanya sambil tertawa merendah.

Jika ingin memulai bisnis ini, menurutnya tidaklah susah. Yang penting adalah ketelatenan dari peternak, selain itu juga jangan lupa untuk terus menimba wawasan mengenai kelinci terutama dalam hal persilangan spesies kelinci.

Untuk kandang sendiri sebenarnya tidak membutuhkan lokasi yang luas, bisa dengan cara menempatkan di atasnya atau baterai seperti yang dilakukan oleh Pak Tris, yang juga terbuat dari kayu dengan sirkulasi yang cukup memadai.

Ternak kelinci biasanya terkendala dengan dua penyakit yaitu kembung dan diare yang tidak bisa disimpulkan penyebabnya, apakah karena suhu, makanan ataupun lainnya. Jika disebabkan karena suhu atau makanan otomatis seluruh kelinci akan terkena penyakit tersebut, tetapi yang terkena penyakit hanya beberapa kelinci saja.

"Kalau terkena penyakit saya sudah menyediakan obatnya dari yang alami sampai obat buatan pabrik," timpalnya.
 
Selain itu, untuk merawat kelinci tidak rumit, yang penting kebersihan kandang menjadi nomor satu. Mengingat kelinci sangat rentan dengan penyakit-penyakit yang disebabkan lingkungan yang kotor.

"Kebersihan kandang utama, sehari dua kali harus dibersihkan, penyakit yang paling sering menyerang hanya korengan, itu kalau kandangnya terlalu kotor," tutup Sutrisno. [din/mu]

Tag : kelinci, ternak kelinci, peternak, pengusaha



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat