18:00 . Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Nataru, Stok Plasma Konvalesen di Bojonegoro Terpantau Aman   |   11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |   15:00 . Full Time, Persibo Taklukkan 1-0 Mitra Surabaya   |   14:30 . Half Time, Persibo Unggul 1-0 dari Mitra Surabaya   |   14:00 . Transparansi Pemdes Tlogorejo Raih Tiga Kategori KIP Se - Jawa Timur   |   13:45 . Menit 31 Persibo Berhasil Mencetak Gol Pertama ke Gawang Mitra Surabaya   |   13:00 . Persibo Tiba di Gresik, Kondisi Siap Tempur   |   12:00 . Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru   |   11:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Kategori Tertinggi Komisi Informasi Jatim   |   10:00 . Program Aladin Bangun 7.041 Rumah Tak Layak Huni   |   08:00 . Musnahkan Barang Bukti dan Lelang   |  
Fri, 03 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Banjir, Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Cari 'Sarah'

blokbojonegoro.com | Monday, 11 March 2019 09:00

Banjir, Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Cari 'Sarah'

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Akibat debit air bengawan solo naik dan sempat membanjiri beberapa wilayah yang ada di bantaran sungai, membuat aktivitas warga kampung nelayang di Dukuh Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor yang sehari-hari mencari ikan sempat terhenti.

Karena saat air bengawan naik, tidak memungkinkan para nelayan menyisir Bengawan untuk mencari ikan, sehingga aktivitas mencari ikan di kampung nelayan terpaksa berhenti.

Agar asap dapur tetap mengepul, para nelayan mencari alternatif lain untuk mencari pundi-pundi rupiah, yaitu dengan cara mencari sarah (kayu yang hanyut terbawa air bengawan solo). Setelah kayu-kayu tersebut terkumpul banyak, mereka lalu membagi tiap ikat dan menjual kepada masyarakat sekitar.

"Mencari sarah tersebut bisa dikatakan sebagai pengganti mencari ikan yang terhenti selama air Bengawan belum surut," jelas Burhan, salah satu nelayan, Senin (11/3/2019).

Ia menjelaskan, pada waktu air Bengawan Solo sedang meluap banyak sekali sarah yang ikut hanyut, dan memang sudah tradisi para nelayan Dukuh Kendal mencari sarah pada saat banjir tiba.

"Kami mencari sarah cukup di sekitar Bengawan yang melintasi desa, dengan menggunakan perahu yang biasa kami pakai untuk mencari ikan," jelasnya.

Terpisah, salah satu pembeli kayu bakar, Didin mengaku sudah menjadi langganan setiap banjir tiba membeli sarah di nelayan.

"Harganya murah hanya Rp5.000 per ikat, dan kayu pun juga awet ketika dibuat kaya bakar untuk memasak," ucapnya kepada blokBojonegoro. [lin/mu]

Tag : banjir, kampung nelayan, nelayan, pencari ikan, sarah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more