19:00 . Dinas PMD Bojonegoro Sosialisasi Pemekaran Desa Napis   |   18:00 . Larangan Penjualan Minyak Curah, Begini Respon Masyarakat Bojonegoro   |   17:00 . Rapat Senat Terbuka Wisuda III/XXV, UNU Sunan Giri Hadirkan Ketua PBNU Bidang Pendidikan   |   16:00 . Tanggul Ambles, Warga Sekitar Ketar - Ketir   |   15:00 . Tanggul di Kanor Ambles, Tanah Masih Gerak   |   14:00 . Komitmen Upaya Kurangi Emisi, Program Penanaman Pohon oleh PEPC Mencapai 25.000   |   13:00 . Tanggul Sungai Bengawan Solo di Kanor Ambles   |   12:00 . Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi   |   08:00 . Jembatan Kali Kening Penghubung Tuban-Bojonegoro Longsor   |   07:00 . 3 Tipe Orangtua Dalam Mendidik Anak, Kamu Yang Mana?   |   18:00 . BPBD Bojonegoro Terjunkan Personel dan Berikan Sumbangan pada Korban Erupsi Semeru   |   17:00 . Hasil Banding, Persibo Tetap Dihukum Kalah Komdis Asprov PSSI Jatim   |   15:00 . Hasil Keputusan Komdis Hari Ini, Bupati Mohon Doa Warga Bojonegoro   |   14:00 . Berkas Permohonan Banding Persibo Diterima, Akan Disidangkan   |   12:00 . Berlangsung dengan Khidmad, Wisuda Unugiri Diikuti 471 Mahasiswa   |  
Mon, 06 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kalapas Perketat Celah Napi Bawa HP

blokbojonegoro.com | Friday, 15 March 2019 18:00

Kalapas Perketat Celah Napi Bawa HP

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Banyaknya Handphone (HP) yang disita dari para penghuni lapas, dan tadi dimusnahkan di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas A Bojonegoro, Jumat (15/3/2019), menunjukkan masih ada celah bagi para narapidana memperoleh HP.

Padahal membawa dan menggunakan HP di dalam Lapas jelas dilarang sesuai dengan aturan yang ada.

"HP narapidana itu karena masih ada kelengahan petugas atau ada celah lain, sehingga HP itu bisa masuk," ucap Kepala Lapas Kelas II A Bojonegoro, Bambang Harianto.

Modusnya, biasanya keluarga narapidana saat besuk memasukan HP itu kedalam baju atau celana anak kecil, sehingga lolos dari pantauan petugas jaga.

Setelah memperoleh HP, kata Kalapas, biasanya narapidana menyimpan di dalam bantal, kasur atau pakaian kotor yang biasa tidak dicurigai petugas.

"Meski begitu, trend pelanggaran narapidana stiap tahunnya menurun," klaim laki-laki asal Wonosobo ini.

Agar persoalan ini tidak terulang kembali, pihak Kalapas Kelas II A Bojonegoro akan terus mengupayakan menutup celah, serta memeriksa secara seksama para pengunjung yang besuk. Sekaligus pihaknya secara rutin akan menggelar razia hingga ke kamar narapidana.

"Terbukti dengan menggelar razia secara mendadak bisa menemukan HP narapidana di dalam kamar. Selain itu, larangan membawa HP juga sesuai Permenkum dan Ham No .06 tahun 2013," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kalapas Bojonegoro, membakar sebanyak 365 HP milik narapidana hasil dari razia petugas. [saf/mu]

Tag : kalapas, hp, napi, lapas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more