12:00 . Gerbong Mutasi Bergulir, Dua Kabag dan Satu Kasat Diganti   |   08:00 . JTB Dikembangkan Pertamina EP Cepu Resmi Salurkan Energi Jatim dan Jateng   |   07:00 . 5 Cara Mengatasi Perasaan Insecure agar Lebih Percaya Diri   |   20:00 . Munajat di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan   |   19:00 . Ijazahan Manaqib Jawahirul Ma'ani   |   18:00 . Manaqib Taman Sholaya Ziarah dan Ijazahan Jawahirul Ma'ani   |   14:00 . Menteri ESDM: Penerimaan Negara dari Lapangan Gas JTB Rp23,1 Triliun   |   13:00 . Wapres Sampaikan 4 Strategi Tingkatkan Pemanfaatan Migas di Era Transisi Energi   |   12:00 . Tekan Tombol Sirine, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Lapangan Gas JTB   |   11:00 . 4 Pemotor di Sumberrejo Tertabrak Bus Bojonegoro-Surabaya   |   10:00 . Tari Geleng Ro'om Sambut Wapres Ma'ruf Amin   |   08:00 . Sah..! Didik Farkhan Dilantik Jadi Kajati Banten   |   07:00 . 7 Cara Elegan Menyikapi Atasan Toxic, Jangan Buru-buru Resign!   |   06:00 . Inilah Lirik Ulama Bergerak dari Slank   |   05:00 . Slank Kado NU Lagu 'Ulama Bergerak'   |  
Thu, 09 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Melihat Produksi Dompet Kulit Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Saturday, 16 March 2019 09:00

Melihat Produksi Dompet Kulit Bojonegoro

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Di Bojonegoro yang identik dengan kota penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas), memang jarang yang memproduksi dompet kulit, seperti usaha yang dirintis oleh Ahmad Mutasan sejak tahun 2004, di Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Meskipun saat ini tengah berjaya, bapak satu anak itu menjelaskan, selama 6 tahun ini usahanya dikembangkan secara bertahap, seperti halnya pembelian alat.

"Kalau dihitung pembelian alat hingga lengkap seperti sekarang ini, kira-kira sudah habis Rp30 juta lebih," bebernya kepada blokBojonegoro.com.

Dari modal yang dikeluarkan tersebut, kini usahanya cukup membuahkan hasil, pasalnya dalam satu bulan penghasilan yang didapat oleh Mutasan mencapai Rp50 juta. Ia juga mengajak tetangga dekat untuk bekerjasama dalam proses pembuatan dompet kulit, bahkan ada juga pekerja asal luar kecamatan.

Para pekerja yang berjumlah 10 orang terdiri dari ibu rumah tangga dan mahasiswi, mendapatkan upah borongan, setiap dompet mereka mendapatkan Rp4.500 hingga Rp7.000, tergantung tingkat kerumitan yang dibuat.

Setelah dompet jadi, pemasaran utama yaitu Surabaya dan Sidoarjo. Pastinya harga dompet juga bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp200.000. Bahan dasar dompet dipilih dari kulit asli dengan berbagai kualitas.

"Selain dipasarkan keluar kota, beberapa orang juga memesan langsung ke sini secara ecer, dan mereka bisa memilih bahan juga meminta merk yang diinginkan," pungkas Mutasan, begitu sapaan akrabnya. [aim/mu]

Tag : dompet, produksi dompet, dompet grosir, home industri



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more