09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |   18:00 . Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?   |   17:00 . Ketua Kontingen Bojonegoro Apresiasi Prestasi Atlet Judo   |   16:00 . Ada 1 Juta lebih DPB, Didominasi Perempuan   |   15:00 . KPU Bojonegoro Gelar Rakor Pemutakhiran DPB   |   14:00 . Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali   |   13:00 . Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak   |   10:00 . Bebas PMK, 9.308 Ekor Sapi di Bojonegoro Siap kurban   |   09:00 . Cabor Angkat Besi Sumbang 3 Emas Lagi   |   08:00 . Prorprov Jatim, Bojonegoro Bertahan di Sepuluh Besar Perolehan Medali Sementara   |   07:00 . 4 Tips agar Emosi Kamu Tetap Stabil ketika Sedang Dipuji   |  
Wed, 29 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Guru ini Harap Pemuda Manfaatkan Gadget untuk Bercocok Tanam

blokbojonegoro.com | Monday, 18 March 2019 08:00

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Mulai pagi hingga siang, aktifitas yang sama seperti guru lain dilakukan oleh Ahsanul Amilin, menjadi seorang pendidik yang mendedikasikan separuh waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa. Baginya, hal itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri baginya.

Meski panas terik setiap usai mengajar, laki-laki kelahiran Kabupaten Lamongan tahun 1982 itu selalu menyempatkan waktunya berkeliling sawah, untuk melihat perkembangan tanamannya di sawah, dan memastikan perawatan apa yang cocok guna mendapatkan hasil panen yang terbaik.

"Karena padatnya aktfitas kegiatan belajar dan mengajar, hanya hari Minggu dan sepulang jam aktif saya sempatkan memantau progres tanaman saya," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Selain menceritakan aktifitasnya itu, ia juga mengatakan bahwa saat ini mengamati para generasi milenial yang kebanyakan gengsi untuk menengok dan menggarap sawah, hingga kebanyakan memilih menjadi perantau di kota orang.

Dari majunya perkembangan zaman seperti ini, menggunakan rujukan dari smartphone pemuda saat ini bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik. Contohnya digunakan untuk melihat perkiraan curah hujan wilayah masing-masing.

"Padahal sumber daya manusia yang melimpah dan kemajuan teknologi generasi industri 4.0 ini harusnya pemuda bisa memanfaatkan gadget untuk bercocok tanam, tapi sayangnya saat diajak ke sawah mereka masih ogah-ogahan," imbuhnya.

Sepertihalnya model pengolahan lahan yang mengikuti kebiasaan dari bercocok tanam awal sampai panen, para pemuda yang paham teknologi juga bisa belajar dari internet.

"Bahkan dari internet mereka bisa mempelajari pola tanam yang belum diketahui masyarakat pada umumnya," pungkas Ahsan, begitu sapaan akrabnya. [aim/ito]

Tag : pertanian, gadged, teknologi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat