07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   21:00 . Pengalaman Meresahkan Saat Nomor Dijaminkan Orang Asing untuk Pinjol   |   20:00 . Jagung Mahal Saat Panen Raya,Petani Senang   |   19:00 . Sukseskan Vaksinasi Lansia, Banjarsari Gunakan Bus Tayo untuk Antar Jemput   |   18:00 . Brain Challenge, Sarana Asah Kemampuan Logika Generasi Milenial   |   17:00 . Wabup Dukung Kampung Tangguh Covid dan Narkoba di Bojonegoro   |   16:00 . Kecelakaan di Sukowati, Pemotor Meninggal Seketika   |   16:00 . Varian Baru Covid Ditemukan di Bojonegoro Bupati Imbau Warga Patuhi Prokes   |   15:00 . Pembeli di Giant Keluhkan Diskon, Harga Masih Mahal   |   14:00 . Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media   |   12:00 . 1 Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Virus Covid-19 Varian Baru   |   10:00 . Berikut ini Peraih Nilai Tertinggi 37 Kursi Perangkat Desa di Kecamatan Sumberrejo   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   06:00 . 8 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 10 Orang   |   20:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pemilu 2019

Jelang Pemilu, Berita Hoax Naik Tajam

blokbojonegoro.com | Tuesday, 02 April 2019 15:00

Jelang Pemilu, Berita Hoax Naik Tajam

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Pemilu yang tinggal menghitung hari, berita yang terverifikasi hoax meningkat tajam. Bandingkan saja, Agustus tahun lalu berita yang terbukti palsu jumlahnya hanya 25. Januari lalu naik tujuh kali lipat. Alih-alih menurun, pada Februari bahkan naik dua kali lipat dibanding Januari, menjadi 353. Angka tersebut merupakan data terbaru yang dikumpulkan Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. 

“Ada upaya-upaya delegitimasi dan membangun distrust kepada pemerintah melalui hoax,” kata Menteri Komunikasi, Rudiantara.

Tentu saja, kata Rudi, penyebaran berita bohong ini merugikan kehidupan berbangsa bahkan bisa memicu perpecahan. Menurut Rudi masyarakat perlu membiasakan diri untuk memverifikasi informasi.

Pernyataan ini disampaikan Rudiantara, pada Seminar Nasional bertema “Hoax dan Implikasinya Terhadap Demokrasi dan Pembangunan Berkeadilan.” Acara yang digagas Kantor Staf Presiden (KSP) berlangsung di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Selasa (2/4/2019). Menurut Rudi, sekitar 30 persen kabar bohong itu bertema dan bermuatan politik.

Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani menyampaikan pada sambutannya, hoax telah menghambat upaya pemerintah membangun dan menyejahterakan masyarakat.

"Hoax bukan sekadar kabar yang bohong dan fitnah. Penyebarnya dengan sengaja membuat bingung masyarakat sehingga mengancam kehidupan demokrasi di Indonesia," ujar Jaleswari.

Pemerintah punya banyak sekali program yang baik untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Seperti program PKH, BPJS, kredit mekar, dan lainnya. Namun, sering program-program itu terhambat realisasinya karena masyarakat diracuni berita bohong untuk tidak percaya pada pemerintah. “Ini sangat merugikan masyarakat luas,” kata Jaleswari.

Seminar Nasional yang dihadiri sekitar 1.000 mahasiswa Unsyiah itu menghadirkan beberapa narasumber terkemuka. Di antaranya guru besar ilmu politik LIPI, Prof. Syamsuddin Haris, anggota dewan pers Yosep Adi Prasetyo. Hadir pula Wakil Direktur Cybercrime Mabes Polri Kombes Polisi Asep Syafrudin dan Nur Anisa. M.Si, akademisi Unsyiah mewakili tuan rumah.

Aceh dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Januari lalu, menyebut Aceh sebagai daerah dengan tingkat penyebaran hoax terparah. Provinsi ini bersanding dengan Jawa Barat dan Banten dalam tingkat penyebaran informasi palsu. Diharapkan, seminar ini memberikan ‘wake up call’ kepada para pemangku kepentingan, akademisi, dan masyarakat Aceh untuk bersama memerangi hoax.

Kombes Polisi, Asep Syafrudin mengingatkan masyarakat agar tidak bermain-main dengan hoax dan fitnah di media sosial. Apapun motifnya. Bareskrim Polri saat ini sudah memiliki alat canggih untuk mendeteksi penyebar fitnah. Jajaran kepolisian bisa dan sudah menangkap penyebar kabar bohong dalam waktu singkat. “Polri sangat serius memerangi hoax,” tegas Asep.

Keprihatinan atas maraknya kabar bohong juga disampaikan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo. “Hoax menenggelamkan fakta,” kata dia.

Masyarakat harus bisa membedakan berita dan informasi. Informasi yang menyebar di media sosial belum tentu berita yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga masyarakat jangan asal ikutan membagi informasi yang seringkali palsu. “Sekali lagi, masyarakat harus saring sebelum sharing,” imbau Yosep.  [ito/lis]

Tag : pemilu, berita, hoax, bojonegoro

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more