07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   21:00 . Pengalaman Meresahkan Saat Nomor Dijaminkan Orang Asing untuk Pinjol   |   20:00 . Jagung Mahal Saat Panen Raya,Petani Senang   |   19:00 . Sukseskan Vaksinasi Lansia, Banjarsari Gunakan Bus Tayo untuk Antar Jemput   |   18:00 . Brain Challenge, Sarana Asah Kemampuan Logika Generasi Milenial   |   17:00 . Wabup Dukung Kampung Tangguh Covid dan Narkoba di Bojonegoro   |   16:00 . Kecelakaan di Sukowati, Pemotor Meninggal Seketika   |   16:00 . Varian Baru Covid Ditemukan di Bojonegoro Bupati Imbau Warga Patuhi Prokes   |   15:00 . Pembeli di Giant Keluhkan Diskon, Harga Masih Mahal   |   14:00 . Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media   |   12:00 . 1 Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Virus Covid-19 Varian Baru   |   10:00 . Berikut ini Peraih Nilai Tertinggi 37 Kursi Perangkat Desa di Kecamatan Sumberrejo   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   06:00 . 8 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 10 Orang   |   20:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Para Pesinden ini Masih Eksis Pertahankan Tayub di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Thursday, 04 April 2019 13:00

Para Pesinden ini Masih Eksis Pertahankan Tayub di Bojonegoro

Reporter :  Joel Joko

blokBojonegoro.com -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menggelar "Workshop Kesenian Tayub di Bojonegoro", Kamis (4/4/2019) tadi. Sejumlah pesinden ikut meramaikan workshop. Mereka masih bertahan dan terus melestarikan kesenian tayub sebagai warisan budaya Jawa.

Tiga pesinden tayub bersuara merdu yang tampil meramaikan workshop antara lain Yasmi (Bubulan), Elly (Kalitidu) dan Endah (Ngasem). Mereka sudah cukup lama menekuni pekerjaan sebagai sinden sejak 1996 sampai sekarang.

Yasmi, mengungkapkan sudah menjadi panggilan hati untuk melestarikan seni dan tradisi. Apalagi, saat ini kesenian tradisional semakin tersisih oleh perubahan zaman yang modern. Meski begitu, pemerintah harus segera turun tangan untuk melestarikannya.

"Sekarang generasi muda sudah jarang mau menekuni karawitan maupun kesenian tayub," kata Yasmi.

Sementara budayawan Jatim, Sukatmo mengungkapkan tayub merupakan tari pergaulan yang disajikan untuk menjalin hubungan sosial masyarakat. Sebab, pagelaran seni ini biasanya digelar pada saat acara seperti sedekah bumi atau hajatan.

"Untuk bisa menjadi bagian kesenian Langen Tayub ini ternyata juga tidak mudah, karena memerlukan kemampuan dan kemahiran tersendiri," ungkap Katmo.

Dalam satu kelompok tayub selalu terdapat sinden, penata gamelan, serta penari wanita atau biasa disebut waranggono, dan seorang pramugari yang memimpin jalannya pagelaran tayub.

Data yang dihimpun blokBojonegoro.com di Kabupaten Bojonegoro masih terdapat 28 kelompok karawitan yang biasa mengiringi jalannya tari langen tayub. Untuk pramugari atau pemandu jalannya tayuban ada 28 orang jumlahnya. Sedangkan untuk penari wanita atau biasa dikenal dengan Waranggono berjumlah sekitar 55 orang yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Bojonegoro.[oel/ito]

Tag : Disbudpar, tayub, bojonegoro, budaya

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more