16:00 . Dekopinda Bojonegoro Ikuti Unjuk Rasa Tolak OJK Awasi Koperasi   |   15:00 . Pemkab Bojonegoro Raih 17 Besar Kovablik Lewat Inovasi SMASH RSUD Sumberrejo   |   13:00 . Komunitas Ibu Profesional Akan Gelar Tour the Talent   |   20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   19:30 . Oknum BPN Bojonegoro Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Tanah Palsu   |  
Thu, 08 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Cegah Keberadaan Gepeng, Masyarakat Diimbau Tak Beri Uang

blokbojonegoro.com | Sunday, 12 May 2019 14:00

Cegah Keberadaan Gepeng, Masyarakat Diimbau Tak Beri Uang

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada gelandangan, pengemis, dan anak jalanan. Dengan membiasakan diri tidak memberikan sumbangan kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), diharapkan dapat menekan angka keberadaan mereka.

“Jika masyarakat membiasakan diri untuk tidak memberikan uang, saya yakin keberadaan mereka akan berkurang dan bisa ditekan dengan maksimal,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bojonegoro, Dwi Harningsih.

Menurutnya, keberadaan PMKS saat Ramadan seperti saat ini, bisa dikatakan sudah mulai berdatangan di Bojonegoro, khususnya perkotaan. Bahkan tidak sedikit menyasar tempat ibadah sebagai lokasi untuk meminta dan ada juga dari mereka membawa anak kecil untuk diajak mengemis.

“Selama ini kita belum menemukan gepeng yang berlatar belakang orang kaya, kebanyakan mereka mempunyai masalah dalam faktor ekonomi, ada juga beberapa yang sebetulnya ekonominya menengah ke atas, tetapi biasanya mereka mempunyai masalah dalam keluarga,” ungkapnya.

Dwi Harningsih mengharapkan kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk tidak memberikan sesuatu apalagi dalam bentuk uang.

“Sikap memberikan sesuatu barang maupun uang kepada para gepeng malah akan membentuk karakter gepeng semakin malas untuk bekerja selain mengemis. Padahal gepeng itu terlihat memiliki fisik yang sehat. Hanya saja mereka perlu dibina agar tidak mencari uang hanya melalui jalur meminta-minta,” sambungnya.

Untuk menekan angka keberadaan para PMKS, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Namun demikian, peran serta masyarakat untuk turut membantu menekan angka anak jalanan, pengemis dan gelandangan dinilai akan lebih optimal.

“Kita bekerjasama dengan Satpol PP Bojonegoro untuk merazia anak punk, pengemis dan sejenisnya. Namun, yang lebih intens adalah Satpol PP lantaran hampir setiap hari mereka berpatroli,” tegas Dwi Harningsih.

Dwi Harningsih menjelaskan, bersedekah dan memberikan sumbangan, dapat dilakukan dengan cara lain yang lebih baik dan tepat sasaran seperti memberikan kepada badan amal dan zakat resmi.

“Berikanlah sumbangan pada lembaga yang resmi atau di tempat ibadah,” pungkasnya.[din/lis]

Tag : pengemis, gepeng



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat