17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Elektrifikasi, Khofifah Target 2021 Seluruh Warga Terjangkau Listrik

blokbojonegoro.com | Friday, 24 May 2019 21:00

Elektrifikasi, Khofifah Target 2021 Seluruh Warga Terjangkau Listrik

Reporter: Nidhomatum MR

blokBojonegoro.com - Pasangan kakek nenek Lami dan Suratin tersenyum girang ketika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalakan Miniature Circuit Breaker (MCB) listrik di gubug rumahnya di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (24/5/2019).

Ini menjadi kali pertama rumah mungil mereka bisa mendapatkan aliran listrik. Sebelumnya, rumah Lami bisa mendapatkan aliran listrik dengan menyambungkan alian listrik dari rumah tetangga di sampingnya. 

Tak jarang rumah milik mereka sering padam aliran listriknya jika kabelnya tidak terawat. Korsleting juga menjadi risiko yang harus mereka tanggung lantaran tidak memiliki suplai aliran listrik sendiri. 

"Alhamdulillah. Ini berkah rumah kami bisa dapat listrik. Biasanya ya disumbang kabel listrik dari tetangga. Kalau samping mati ya kami juga nggak dapat listrik," kata Lami. 

Ia mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Khofifah yang bahkan secara  langsung menyapa dan memberikan instalasi listrik di rumahnya. 

"Terima kasih Bu Khofifah. Saya ini tinggalnya ya berdua. Anak cucu sudah rumah sendiri, meskipun rumah jelek begini yang penting nggak merepotkan," katanya. 

Lami dan Suratin adalah satu di antara 95 KK di Desa Pesen Kecamatan Kanor dan sebanyak 72 KK di Desa/Kecamatan Kasiman di Kabupaten Bojonegoro yang mendapatkan bantuan elektrifikasi instalasi listrik rumah tangga dari Pemerintah Jawa Timur.

Selain di Kabupaten Bojonegoro, Pemprov Jawa Timur juga memberikan bantuan elektrifikasi di Kabupaten Situbondo sebanyak 320 KK, lalu di Kabupaten Bondowoso sebanyak 150 KK, di Kabupaten Trenggalek sebanyak 200 KK dan di Kabupaten Pacitan sebanyak 200 KK. 

"Saat ini masih ada 564 ribu rumah warga di Jawa Timur yang belum terelektrifikasi. Dalam rencana umum energi daerah, kita menarget tahun depan rasio elektrifikasi Jawa Timur mencapai 98 persen dan tahun 2021 sudah terelektrifikasi semuanya," kata Khofifah. 

Pencapaian target elektrifikasi tersebut dikatakan Khofifah akan lebih cepat tercapai jika turut dibantu oleh CSR baik  BUMN  maupun badan usaha lainnya.

Menurutnya elektrifikasi ini akan menjadi pendorong bagi anak-anak untuk mendukung  kegiatan belajar sekaligus  juga bagi kegiatan ekonomi rumah tangga. 

"Jika sebelumnya masih menggunakan minyak, lalu kehabisan, sekarang sudah bisa tenang, karena sudah teraliri listrik dengan baik," kata Khofifah. 

Di sisi lain, Kepala Dinas ESDM Setiajit mengatakan bahwa hingga April 2019 rasio elektrifikasi Jawa Timur masih 95,84 persen atau sebanyak 564 ribu warga yang belum bisa menikmati listrik. 

Oleh sebab itu Pemprov melakukan upaya penuh untuk bisa melakukan elektrifikasi. Dengan lberkoordinasi dengan BUMD, BUMN dan juga PLN, Pemprov melakukan penyaluran instalasi listrik rumah tangga. 

"Bantuan jaringan instalasi rumah tangga di tahun 2019 telah dialokasikan sebanyak Rp 1,6 miliar untuk 960 KK. Dengan daya 450 watt di setiap rumah tangga," kata Setiajit. 

Selain itu juga ada pulsa token listrik sebesar Rp 303 ribu. Yang jika dengan hitungan biaya listrik Rp35.000 per bulan dengan penggunaan listrik standar tiga lampu dan satu stop kontak, maka bisa digunakan sampai tujuh bulan. Selanjutnya warga diimbau untuk nabung listrik misalnya sehari dua ribu akhir bulan dipakai bayar listrik. [lis] 

Tag : LISTRIK, khofifah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat