18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Belajar Membatik Khas Jonegoroan Bersama PKK Desa Manukan

blokbojonegoro.com | Friday, 26 July 2019 06:00

Belajar Membatik Khas Jonegoroan Bersama PKK Desa Manukan

Pengirim: Ngatini

blokBojonegoro.com - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) baru saja memberikan sebuah program Pengabdian Masyarakat hibah Kemenristekdikti skema Program Kemitraan Masyarakat berupa "Pelatihan Membatik bagi Ibu-ibu PKK Desa Manukan".

Desa tersebut berlokasi di Kecamatan Gayam yang terkenal dengan sumber minyak di Bojonegoro. Bojonegoro memiliki sebuah batik khas Bojonegoro yang dikenal dengan sebutan Batik Jonegoroan. Batik Jonegoroan terdiri dari berbagai motif batik yang menggambarkan keunikan dan potensi sumber daya dari wilayah Bojonegoro.

Walaupun Bojonegoro bukan daerah asal batik seperti halnya Pekalongan, namun Bojonegoro termasuk wilayah yang peduli pada pengembangan batik daerah.

Masyarakat Bojonegoro juga dihimbau untuk ikut melestarikan batik melalui penggunaan batik dalam keseharian dan juga ikut serta pelatihan memembatik.

Ibu-ibu Desa Manukan dikenal sebagai petani yang cukup ulet. Oleh karena itu, sangat berpotensi juga memiliki ketelatenan dalam membatik. Melihat peluang tersebut, maka tim pengabdian masyarakat dari Universitas Internasional Semen Indonesia yang diketuai Ngatini, berinisiatif memberikan pelatihan membatik sekaligus rintisan dalam pembentukan industri Kreatif berbasis batik di wilayah desa Manukan, Gayam.

Ngatini bersama Maulin Masyito Putri dan Faisal Ibrahim yang merupakan TIM Pengmas UISI telah menggandeng Iswatunnajwa, anggota Batik Tehnik Center sebagai narasumber dalam meningkatkan kreatifitas ibu-ibu PKK di Desa Manukan, Gayam.

Kerjasama ini kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pelatihan membatik selama seminggu kepada ibu-ibu PKK.

batik-1

Terhitung mulai Sabtu 13 Juli sampai dengan Sabtu 20 Juli bertempat di Desa Manukan, 29 ibu-ibu PKK mendapatkan pelatihan untuk membatik dengan berbagai metode. Dari jenis motif batik Jonegoroan, dipilih motif batik Sekarjati dan Belimbing Lining Lima sebagai motif.

Motif Sekarjati menggambarkan daun jati. Tanaman Jati ini banyak didapatkan di hutan Bojonegoro Selatan. Bojonegoro juga dikenal sebagai penghasil belimbing yang manis dan besar, sehingga diambil pula motif Blimbing Lining Lima.

Kedua motif batik dibentuk dengan dua acara, yaitu melalui cetakan atau dikenal dengan istilah batik cap serta dengan canting. Adapun umumnya digunakan cetakan dan untuk memperhalus baru kemudian digunakan canting.

Tahapan berikutnya yang tidak kalah penting dalam proses membatik adalah pewarnaan. Terdapat 4 cara pewarnaan yang diajarkan kepada kelompok ibu-ibu PKK ini, yaitu Teknik Coletan, Teknik Semok, Teknik Kelengan, dan Teknik Laseman. Keempat teknik ini dipraktekkan oleh ibu-ibu yang dibagi menjadi 5 kelompok.

batik-3

Perbedaan teknik pewarnaan ini didasarkan pada jumlah warna yang digunakan, serta kemudahan dalam pengerjaannya. “Proses tidak pernah menghianati hasil, ada proses ada uang,” papar Iswatunnajwa yang merupakan pelatih dalam kegiatan membatik ini.

Semakin sulit dan kompleks warna yang diinginkan maka harga kain batik yang dihasilkan pun akan semakin mahal. Sebagai contoh, harga batik dari teknik Kalengan berkisar diatas Rp75.000, namun batik ini hanya memiliki 1 warna. Adapun batik dengan teknis pewarnaan coletan, dijual dengan harga diatas Rp115.000, karena jumlah warnanya yang lebih banyak dan kerumitan dalam proses pewarnaannya.

batik-5

Kegiatan pelatihan membatik ini kemudian dilanjutkan dengan upaya inisiasi UKM batik Jonegoroan di Desa Manukan. Sejumlah mahasiswa UISI yang ikut terjun lapang di desa ikut serta membantu inisiasi ini dengan menjadi model batik, membantu pembuatan akun penjual batik di berbagai marketplace, serta juga mempromosikan batik Jonegoroan dalam bazar.

batik-2

Kedepannya, diharapkan batik Jonegoroan ini tidak hanya menjadi pakaian harian dari masyarakat Bojonegoro, namun juga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masayarakat desa. Pembentukan UKM dan peningkatan business core melalui aplikasi TI (Teknologi dan Informasi) juga diharapakn dapat meningkatkan nilai jual batik dan memperkenalkan batik Jonegoroan di seluruh wilayah Indonesia. [*]

batik-4

Tag : batik bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat