17:00 . Pelajar SMKN 2 Antusias Ikuti Program Goes To School oleh PWI Bojonegoro   |   16:00 . Antisipasi Gagal Panen, 2472,73 Hektare Sawah di Baureno Terdaftar Asuransi   |   15:00 . Aklamasi, Rokhim Nahkodai GP Ansor Tanjungharjo   |   14:00 . Dukung Kemudahan Berwirausaha, Ademos dan Sampoerna Luncurkan Klinik UMKM   |   13:00 . Dandim 0813, Apresiasi Pembangunan di Bojonegoro   |   07:00 . 3 Jenis Trauma yang Bisa Dialami Anak Akibat Pola Asuh yang Keliru   |   20:00 . 103 Desa Berstatus Mandiri Di Bojonegoro, Disiapkan Menjadi Pilot Project   |   19:00 . Hari Gizi Nasional, CEC Gelar Bazar Minyak Goreng dan Gula Murah   |   18:00 . PMI Bantu Bangunkan Huntara Bagi Pengungsi Gunung Semeru   |   17:00 . Calon Jemaah Haji Muda di Bojonegoro Meningkat   |   16:00 . Dinsos Bojonegoro Buka Suara Terkait Saldo Bansos Rp0   |   15:00 . Naik Lagi, Harga Emas Antam 25 Januari Rp947.000 per Gram   |   13:00 . DLH Bojonegoro Minta EMCL Sosialisasi dan Utamakan Keselamatan Warga   |   12:00 . bB Salurkan Donasi Peduli untuk Mahameru   |   19:00 . Ini Alasan Pentingnya Vaksin Booster   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

8 Tanda Orang yang Berjuang Mengatasi 'High-Functioning Anxiety'

blokbojonegoro.com | Monday, 11 November 2019 07:00

8 Tanda Orang yang Berjuang Mengatasi 'High-Functioning Anxiety'

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Banyak orang yang salah paham bila bicara tentang High-Functioning Anxiety yang merupakan kecemasan yang bisa dialami orang yang tampak sukses dalam pekerjaan, atau rumah tangga, namun sebenarnya terus mengalami rasa cemas.

Gangguan kecemasan ini memang tak termasuk dalam gangguan mental, namun bisa memengaruhi kehidupan penderitanya.

Psikolog dari Australia, Suzanne Leckie, mengatakan kecemasan dapat mempengaruhi orang yang berbeda dengan cara yang berbeda.

“Terkadang orang-orang dengan kecemasan secara tidak sengaja mengecilkan dunianya sendiri dengan menghindari kegiatan yang bisa memicu kecemasan mereka. Kadang-kadang kecemasan dapat memotivasi orang untuk berusaha lebih keras di semua aspek kehidupan mereka,” ujar Leckie.

Dia mengatakan bahwa mereka yang hidup dengan High-Functioning Anxiety dapat dianggap oleh orang lain sebagai berorientasi pada pencapaian, perfeksionis, dan bermotivasi tinggi.

"Realitas mereka sendiri cenderung menjadi salah satu pemikiran untuk selalu berkompetisi, gelisah dan perasaan bahwa mereka tidak pernah cukup melakukan sesuatu," kata Leckie.

Gejala-gejala kecemasan yang biasa hadir bagi mereka yang hidup dengan high-functioning anxiety, termasuk pemikiran bencana, kekhawatiran yang berlebihan dan sifat lekas marah.

"Perbedaan dengan high-functioning anxiety dengan kecemasan biasa adalah, bahwa orang yang mengalami ini mungkin merasakan keinginan untuk mencapai lebih banyak sebagai cara untuk mengelola ketakutan dan keraguan mereka," kata Leckie.

Jika ini kedengarannya seperti hal yang sedang kamu alami, berikut adalah beberapa tanda lain yang mungkin tampak.

1. Orang bilang kamu perfeksionis "Tipe A"

Di tempat kerja, di rumah, dalam hubungan atau di tempat gym, kamu selalu berusaha untuk sempurna dalam melakukan apapun. Harapan-harapan yang tidak realistis ini sering kali disertai dengan ketakutan yang sangat besar untuk tidak mencapai harapan tersebut.

Kamu sering memiliki mentalitas 'semua atau tidak sama sekali' - ‘jika saya bukan yang terbaik, maka saya adalah yang terburuk '.

2. Menunjukkan pola kontrol

"Perfeksionisme" ini dapat bermanifestasi dalam mengendalikan kebiasaan dan rutinitas yang ketat. Kamu bisa sangat menyalahkan dirimu sendiri gara-gara melewatkan sesi latihan di pusat kebugaran, atau menggunakan warna yang salah saat menghadapi rapat penting.

3. Selalu sibuk

Bila diukur, daftar tugas yang harus kamu lakukan bisa-bisa satu kilometer panjangnya. Akhir pekanmu juga penuh dengan rencana. Tapi anehnya, kamu menyukainya, bukan? Kamu selalu bercanda tentang bagaimana kamu harus sibuk untuk merasa bahagia, bukan?

Tetapi, terus-menerus sibuk membuatmu lupa akan pikiran tentang apa yang akan terjadi ketika kamu akhirnya berhenti dan sendirian dengan pikiranmu sendiri.

4. Tak bisa tidur nyenyak

Semua pekerjaan, urusan, bahkan masalah keluarga, selalu mondar-mandir di pikiran saat malam tiba.

Ini bisa jadi adalah cerminan sejati dari apa yang terjadi di kepalamu. Kecemasan yang kamu alami sepanjang hari dapat muncul dalam bentuk gangguan tidur.

5. Nyeri pada tubuh dan kebiasaan yang berulang

Sering ada perwujudan fisik dari kondisi mental yang sedang kamu alami, seperti rasa melilit pada perut atau nyeri leher yang tidak dapat dijelaskan. Menggigit kuku secara terus-menerus, mengunyah bibir, mengetuk-ngetukkan kaki, atau meretakkan buku-buku jari, juga bisa menjadi tanda lain bahwa kecemasan sedang kamu alami.

6. Orang-orang sulit menerka kamu

Kamu telah digambarkan sebagai pribadi yang tabah dan tidak emosional. Tetapi kamu tahu itu tidak mungkin jauh dari kebenaran. Dengan mencoba menjaga kecemasanmu untuk diri sendiri, kamu jadi sering mengelompokkan emosi dalam upaya untuk berpikir secara logis dan rasional.

7. Takut mengecewakan orang lain

Pikiran negatif dan berbicara dengan diri sendiri tentang hal terburuk yang kemudian akan terjadi adalah indikasi besar dari High-Functioning Anxiety. Kamu selalu khawatir mengecewakan orang-orang di sekitarmu.

8. Tak pernah berkata tidak

Rasa takut mengecewakan orang lain dan standar diri yang sangat tinggi dan dipaksakan sendiri, membuat mu mengambil tindakan atau pekerjaan lebih dari yang bisa kamu atasi. Kamu juga pantang mengatakan tidak untuk mengerjakan proyek, rencana sosial, atau membantu sahabat, meski sedang mengalami kesulitan.

Jadi jika ciri-ciri di atas sepertinya telah terjadi pada dirimu, apa yang bisa dilakukan?

“Mempelajari strategi mindfulness dapat sangat membantu bagi mereka yang hidup dengan High-Functioning Anxiety. Karena strategi tersebut dapat membantu menghalau kita di saat ini, daripada memikirkan hal terburuk apa yang bisa terjadi di masa depan,” kata Leckie.

"Terapi perilaku kognitif juga dapat membantu orang mengembangkan keterampilan untuk menantang pemikiran irasional, seperti perfeksionisme, yang dapat memicu kecemasan,” imbuhnya.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 25 January 2022 12:00

    bB Salurkan Donasi Peduli untuk Mahameru

    bB Salurkan Donasi Peduli untuk Mahameru Setelah membuka donasi 'Peduli untuk Mahameru' sejak Senin (6/12/2021) lalu, blokBojonegoro.com (bB) menyalurkan hasil donasi melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (25/1/2022)....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat