19:00 . Dinas PMD Bojonegoro Sosialisasi Pemekaran Desa Napis   |   18:00 . Larangan Penjualan Minyak Curah, Begini Respon Masyarakat Bojonegoro   |   17:00 . Rapat Senat Terbuka Wisuda III/XXV, UNU Sunan Giri Hadirkan Ketua PBNU Bidang Pendidikan   |   16:00 . Tanggul Ambles, Warga Sekitar Ketar - Ketir   |   15:00 . Tanggul di Kanor Ambles, Tanah Masih Gerak   |   14:00 . Komitmen Upaya Kurangi Emisi, Program Penanaman Pohon oleh PEPC Mencapai 25.000   |   13:00 . Tanggul Sungai Bengawan Solo di Kanor Ambles   |   12:00 . Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi   |   08:00 . Jembatan Kali Kening Penghubung Tuban-Bojonegoro Longsor   |   07:00 . 3 Tipe Orangtua Dalam Mendidik Anak, Kamu Yang Mana?   |   18:00 . BPBD Bojonegoro Terjunkan Personel dan Berikan Sumbangan pada Korban Erupsi Semeru   |   17:00 . Hasil Banding, Persibo Tetap Dihukum Kalah Komdis Asprov PSSI Jatim   |   15:00 . Hasil Keputusan Komdis Hari Ini, Bupati Mohon Doa Warga Bojonegoro   |   14:00 . Berkas Permohonan Banding Persibo Diterima, Akan Disidangkan   |   12:00 . Berlangsung dengan Khidmad, Wisuda Unugiri Diikuti 471 Mahasiswa   |  
Tue, 07 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham

blokbojonegoro.com | Tuesday, 21 January 2020 19:00

Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Polemik pengusiran yang menimpa Dul Ngali, kakek berusia 80 tahun asal Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pagi tadi, Selasa (21/1/2020),  mendapat klarifikasi dari sang keponakan, yaitu Suwarni.

Sebelumnya masyarakat Bojonegoro dihebohkan dengan berita pengusiran kakek asal Kumpulrejo dari rumahnya oleh pemilik lahan rumah yang notabenya adalah sang keponakan, lantaran diduga disebabkan perbedaan pilihan calon kepala desa.

Dalam vidio yang dikirimkan, Suwarni mengaku kejadian pengusiran yang menimpa Dul Ngali hanyalah salah faham. Suwarni mengatakan, dirinya tidak pernah melakukan pengusiran kepada Dul Ngali.

Ia juga menjelaskan, penudingan terhadap dirinya sebenarnya hanya masalah pemasangan benner salah satu calon saja yang berlokasi di halaman rumah mbah Dul. Yang mana seharusnya belum waktunya untuk dipasang.

"Saya tidak bermaksud mengusir Mbah Dul dan saya bersumpah saya tidak mengusir Mbah dul. Terkait pemasangan benner tersebut Mbah Dul juga tidak pernah minta izin untuk memasang banner," ujar Suwarni.

Dalam vidio tersebut Mbah Dul juga mengungkapkan bahwa kasus pengusiran yang menimpa dirinya hanyalah salah faham saja, dan tidak ada pengusiran kepada dirinya yang dilakukan oleh sang keponakan.

"Saya dan Suwarni tidak ada masalah apa-apa dan sudah kita selesaikan secara kekeluargaan," tutup Mbah Dul sambil tertawa. [din/mu]

Tag : pengusiran, pilkades, calon kades



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more