12:00 . Mendag: Indonesia Jadi Pusat Industri Produk Halal dan Kiblat Fesyen Muslim Dunia   |   09:00 . Jum'at Berkah Roemantis: Razia Perut Lapar   |   07:00 . Cegah Anak Kecanduan Internet, Orangtua Wajib Jalankan 5 Peran Ini di Rumah   |   22:00 . Menkop dan UKM RI Sebut Vaksinasi Cara Cepat Pulihkan Perekonomian   |   21:00 . Aktif Tanangani Covid-19, Polres Dan Kodim Terima Penghargaan di HJB   |   20:00 . PKB Bakti untuk NU   |   19:00 . HSN dan Bakti NU, PKB Gelar Baksos di Baureno   |   18:00 . Sabtu, Muhammadiyah Gelar Vaksinasi di 8 Titik   |   17:00 . Kadin Bojonegoro Goes to Campus STAI At-Tanwir dan UNU Sunan Giri   |   16:00 . Jelang HSN, Bupati Buka Musabaqoh Qiro'atil Kutub Se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Bupati Bojonegoro Launching P2DD dan Pengundian Hadiah Bagi Wajib Pajak Panutan   |   14:00 . Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Sally Siap Fasilitasi Pelaku Usaha   |   13:00 . Wihadi Ingatkan Pentingnya Kesehatan┬ádan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi   |   12:00 . MA Abu Darrin Gunakan Aplikasi E-Vote untuk Pemilihan Ketua OSIS   |   10:00 . LIVE: CERDAS DAN BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL   |  
Fri, 22 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Intip Omzet Manis Kelengkeng Matalada

blokbojonegoro.com | Friday, 06 March 2020 10:00

Intip Omzet Manis Kelengkeng Matalada

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Seperti buah lainnya, kelengkeng juga memiliki banyak varian. Salah satunya yang tak kalah populer di Indonesia yakni kelengkeng pingpong atau matalada.

Pasalnya, selain dikenal manis, nyatanya daging buahnya juga tergolong tebal. Karena kelebihannya itu banyak orang tertarik untuk membudidayakan kelengkeng serta dijadikan alternatif lain disamping jenis kelengkeng yang telah ada di pasaran.

Salah seorang yang sudah mulai membudidayakan kelengkeng jenis ini adalah Istito'ah (28) tahun, asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. Di bawah bendera usaha yang baru ia lakoni selama 4 bulan, nyatanya berhasil meraup omzet tebal dari usaha pembibitan kelengkeng ini.

"Baru usaha budidaya kelengkeng matalada sekitar Desember 2019 lalu," terang wanita yang akrab disapa Istito'ah ini.

Istito'ah juga mengatakan kepada blokBojonegoro.com, untuk harga masing-masing bibit matalada berbunga dibandrol dengan harga Rp75.000, untuk matalada besar dengan diameter 4cm hasil okulasi dibandrol dengan harga Rp60.000.

"Masing-masing bibit matalada harganya berbeda. Ada yang dibandrol Rp60.000 maupun Rp75.000," jelas wanita yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah kampus di Bojonegoro ini.

Masih kata Istito'ah, mengapa bibit kelengkeng matalada dibandrol dengan harga tinggi. Sebab pasokan kelengkeng asal Negeri Gajah ini masih minim di pasaran. Sementara itu, pasokan kelengkeng pingpong baru bisa ditemukan di pasar-pasar swalayan. Hal inilah yang membuat istito'ah berinisiatif untuk menekuni pembibitan kelengkeng matalada.

Tak ayal, satu pohon kelengkeng pingpong bisa menghasilkan buah sekitar 10 kilogram (kg) per bulan.

"Itupun jumlahnya masih sangat terbatas. Terlebih hingga kini belum banyak petani yang membudidayakan kelengkeng jenis ini dalam skala besar," kata wanita 3 anak ini kepada blokBojonegoro.com.

Wanita asal Banjarejo ini juga mengatakan, dalam seminggu ia biasanya menerima psanan hingga 80 bibit. Sementara ini penjualan bibit kelengkeng matalada ia lakoni secara online. Baru menekuni beberapa bulan, omzet yang ia peroleh begitu fantastis.

"Sementara ini untuk rekapan pemesanan melalui online, antara hari Senin-Jum'at, untuk pengiriman lokasi luar kota maupun dalam kota saya dan suami mengantar ketika weekend (Sabtu dan Minggu)," imbuhnya. [liz/mu]

 

Tag : omzet, bisnis kelengkeng, kelengkeng pingpong, kelengkeng matalada, budidaya, petani



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat