08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |  
Sun, 04 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Dinilai Tak Tepat Sasaran, Dapat BST Warga di Kanor Bagikan Kepada RTSM

blokbojonegoro.com | Sunday, 10 May 2020 14:00

Dinilai Tak Tepat Sasaran, Dapat BST Warga di Kanor Bagikan Kepada RTSM

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, akibat pandemi Covid-19 dirasa tidak tetap sasaran. Pasalnya masyarakat yang mampu dan bahkan ASN (Aparatur Sipil Negera) di tingkat desa mendapatkan bantuan tersebut.

Seperti di Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Hesti Yulia Anggraeni yang menjabat Kasi Pemerintahan Desa Nglarangan, namanya masuk pemerima bantuan tersebut. Namun Hesti, membagikannya langsung kepada tiga RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin) di desa setempat.

"Tidak tepat sasaran, karena data dari pusat turun ke desa. Pembagiannya pihak kantor pos langsung kepada penerima bantuan, tidak ada verifikasi pemerintah desa," kata Ibu Hesti kepada blokBojonegoro.com, Minggu (10/5/2020).

Bahkan namanya masuk penerima manfaat juga kaget dan dilema, padahal ia menjadi perangkat desa. Sehingga ia harus bertanya langsung kepada Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah terkait bansos tunai yang akan diterimanya itu.

"Mungkin dikira masyarakat, Pemdes yang mengusulkan nama penerima Bansos ini dan memasukkan namanya. Sehingga saya koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro, agar dibagikan kepada masyarakat lain yang tidak mampu dan berhak menerimanya," terangnya.

Untuk itu saat pencarian BST dari Kemensos RI di Balai Desa Nglarangan Kecamatan Kanor, Ibu Hesti mengantri bersama 196 penerima bantuan. "Usai menerima bansos tunai itu, langsung saya bagikan kepada warga yang layak menerima, diketahui iku kepala desa dan dibuat berita acara," jelasnya usai membagikan uang tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Nglarangan, Siti Sri Linayati mengaku tidak tahu dasar penerima bantuan sosial tunai itu. Pasalnya desa hanya menerima pemberitahuan nama-nama penerima, tanpa ada proses verifikasi oleh perangkat desa.

Desa Nglarangan setidaknya total ada 236 penerima bantuan yang disalurkan lewat beberapa bank dan juga kantor pos tersebut. "Tidak tahu penerima bansos itu dasarnya dari data kapan," ungkap kepala desa perempuan yang baru menjabat itu.

Tampak saat pembagian bansos tunai mematuhi protokol kesehatan kecegahan Covid-19, seluruh penerima bantuan menggunakan masker dan menjaga jarak. Selain itu juga dikawal pihak kepolisian dan instansi terkait, saat pembagian dari pihak kantor pos.[zid/ito]

Tag : BST, kanor, nglarangan, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat