19:00 . Liga Kacabdin Bojonegoro Wadahi Siswa Berkompetisi   |   18:00 . Halal Bi Halal, AC ISNU Balen Mantapkan Program Kerja   |   14:00 . Libur Waisak, Harga Logam Mulia Antam Naik   |   12:00 . Masih Membludak Antre Tiket Bioskop Film KKN Desa Penari   |   11:00 . PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kedewan Masa Bakti 2021-2023 Resmi Dilantik   |   10:00 . Pemkab Renovasi Jembatan Penghubung Kecamatan Temayang dan Sugihwaras   |   09:00 . 1 Siswa SMA di Bojonegoro Tak Lulus Ujian   |   08:00 . Bernostalgia Bareng Tamiya, Ini Tips dan Perawatannya   |   07:00 . Sering Berkeringat di Malam Hari Saat Tidur? Bisa Jadi Anda Mengalami 5 Kondisi Ini   |   18:00 . Ular Sanca Kembang Ditemukan di Pekarangan Warga Banjarsari   |   17:00 . Tak Terima Diejek, Anak 13 Tahun Bacok Teman Mainnya   |   15:00 . Bentor, Sarana Transportasi Alternatif Saat Terjebak Hujan di Terminal   |   09:00 . Apa itu Nasolabial Fold? Bagaimana Cara Mencegahnya?   |   08:00 . Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN   |   21:00 . Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia   |  
Mon, 16 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ladu, JaJanan Tradisional yang Masih Eksis Meski Digerus Zaman

blokbojonegoro.com | Tuesday, 12 May 2020 17:00

Ladu, JaJanan Tradisional yang Masih Eksis Meski Digerus Zaman

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Di tengah maraknya pengaruh globalisasi, budaya dan peradaban bangsa bisa saja jadi taruhannya, jika tak benar-benar dijaga. Bahaya jika tradisi dan adat istiadat mulai enggan tampil, juga kuliner khas daerah yang mulai tenggelam.

Salah satunya Ladu, kuliner kuno khas Jawa Timur salah satunya berada di Kabupaten Bojonegoro ini memang tak banyak diketahui. Tapi untungnya, resep peninggalan nenek moyang itu masih bisa bertahan di Kota Migas.

Maryam (70) warga asal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ini masih konsisten mempertahankan produksi Ladu di rumahnya. Bahkan, sejak puluhan tahun silam, ia sudah membuatnya untuk dijual.

Mengingat jajanan mirip kerupuk ini banyak diburu masyarakat sekitar jika sudah menginjak Ramadan. Selain sebagai suguhan Hari Raya Idul Fitri, Ladu juga biasa dipesan untuk hajatan pernikahan dan maupun oleh-oleh khas Bojonegoro.

"Selain dijadikan sebagai jajanan hajatan dan suguhan saat Idul Fitri, Ladu juga sering dipesan buat oleh-oleh," kata Mbah Maryam, sapaan karibnya.

Proses pembuatan Ladu, tak serenyah saat memakannya. Campuran beras ketan murni dan gula pasir, ditambah sedikit pewarna warna merah, harus melalui proses panjang.

Beras ketan sebagai bahan pokok harus murni, tidak boleh ada campuran berasnya. Tak jarang bila banyak pesanan, Maryam meminta tolong dua anaknya untuk membatu dirinya dalam proses pembuatan Ladu.

"Beras pilihan itu nantinya akan di kukus selama satu jam, lalu dicampur gula dan pewarna," lanjutnya.

Tak berhenti sampai di situ, bahan-bahan yang menyatu ditumbuk supaya lebih halus. Proses menumbuk ini diakui Maryam sangat berat, selain ketelitian, sangat dibutuhkan kekuatan tangan karena tidak ada mesin khusus untuk menghaluskannya.

Setelah halus, adonan siap di betuk persegi panjang tipis dan kemudian di jemur. Setelah kering adonan di potong kotak-kotak memanjang, dan akhirnya digoreng dengan pasir.

"Menggunakan bahan-bahan berkualitas, serta membutuhkan tenaga ekstra membuat harga Ladu sedikit tinggi. Untuk satu toples besar (blek) Ladu, saya membandrol dengan harga Rp90.000 sampai Rp100.000, tergantung ukuran ladu yang dipesan," terang Maryam lebih lanjut.

Selain memiliki rasa manis, ladu juga renyah. Jajanan lawas ini kebanyakan diminati kalangan sepuh dan anak-anak balita, karena teksturnya yang lembut dan hancur saat sudah di mulut penikmatnya.

Meskipun tidak menggunakan bahan pengawet, makanan ini bisa tahan sampai satu hingga dua bulan. Tergantung cara penyimpanannya.

"Jajanan Ladu ini bisa tahan lama, asal harus diletakkan di tempat tertutup, biar tidak ayem (melempem),"  pungkas Maryam kepada blokBojonegoro. [lin/ito]

 

Tag : Ladu, jajan, Bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat