19:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |   19:00 . Jembatan Sendangharjo Rusak, Warga Tetap Nekat Melintas   |   18:00 . Jumlah Santri di Ponpes Bojonegoro Meningkat Selama Pandemi   |   17:00 . Dishub Bojonegoro Luncurkan Layanan Pengaduan Pungli Parkir Liar   |   16:00 . Sudah Lunas, Pemilik Katering Minta Dirinya Tidak Dilibatkan pada Polemik Persibo   |   15:00 . Pladu, Warga Sekitar Bendung Gerak Panen Ikan   |   14:00 . Tingkatkan Pengetahuan Tentang Periklanan Digital Google News Initiative - AMSI Gelar Pelatihan   |   13:00 . 3 Varian Baru Covid-19, Berikut ini Penjelasannya   |   12:00 . Kemenag Bojonegoro Gelar Bimtek untuk KUA   |   11:00 . Asprov PSSI Jatim: Pendaftar Persibo Hanya Pemilik PT yang Sah   |   10:00 . Geluti Usaha Backdrop, Ibu Muda ini Kantongi Omset Jutaan Rupiah   |   09:00 . 549 Peserta Berebut Kursi Perangkat Desa di Sumberrejo   |   08:00 . Manajemen Persibo 'Kebut' Kesiapan Tim   |   07:00 . Waspada Kecanduan Gadget, 40 Persen Anak Habiskan 30 Jam Main HP dalam Seminggu   |   17:00 . Bupati Anna Dukung Penuh Tahapan Verifikasi Menuju KLA   |  
Wed, 16 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga

blokbojonegoro.com | Friday, 05 June 2020 20:00

Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Di masa pandemi covid-19, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah telah sukses mengawal Kampung Siaga (Kasi) di beberapa wilayah untuk menguatkan NKRI. Konsep ini bisa dicontoh daerah lain untuk merekatkan persatuan bangsa.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi, SH, S.ST, MK dalam seminar nasional online (webinar) yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (IKAUINSA), Jumat (5/6/2020) menjelaskan, Kampung Siaga ini merupakan kampung bentukan kolaborasi pemerintah bersama warga dengan pengawalan kepolisian. Kasi menerapkan protokol Covid 19.

"Warga dengan kesadarannya menggunakan masker, membiasakan cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga hubungan di masyarakat supaya tetap kondusif," kata Luthfi-panggilan akrab Ahmad Luthfi.

Polda Jawa Tengah mengerahkan 10.300 personil dari total jumlah polisi 33 ribu personil. Dari sisi keamanan katanya, Polda Jawa Tengah juga terus memantau setiap perkembangan situasi dan kebijakan pemerintah.

Sebelum mengakhiri materinya, Kapolda menyampaikan bahwa banyak orang salah paham tentang banyaknya narapidana yg pulangkan.

"Pembebasan narapidana asimilasi itu keputusan Kemenkumham, bukan kepolisian, dengan pertimbangan pandemi Covid 19. Alhamdulillah di Jawa Tengah tetap aman dan tidak ada kejadian menonjol. Kita terus pantau melalui Babinsa" kata Luthfi.

Sementara soal pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Sosial Tunai (BST) telah ditemukan beberapa kejadian, namun tetap bisa dikendalikan.

"BLT itu maksudnya untuk menggerakkan roda perekonomian, supaya ada perputaran transaksi selama tiga bulan. Kesalahannya, justru dipakai membeli baju lebaran oleh penerimanya," tandas Kapolda.

Bukan hanya itu, juga ditemukan data bahwa ada pelanggaran di lapangan. "Ada mark up dan ada pak lurah yang mendata keluarganya supaya dapat BLT," tambah Luthfi.

Nara Sumber ke dua,  Prof. Dr. M. Nur Yasin, SH, M.Ag menyampaikan, bahwa masa pandemi Covid 19 berakibat menurunnya imunitas nasional. Ditandai dengan Social Shock di kelas masyarakat bawah.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa peristiwa akhir-akhir ini. Menurunnya koordinasi politik dengan adanya pembatalan kegiatan haji dan pelepasan narapidana asimilasi merupakan bukti adanya sosial shock.

 "Akibat pandemi Covid 19 juga memunculkan persepsi negara gagal dan hilangnya kemaslahatan," ujar Nur Yasin.

Menurut Alumni Syariah UINSA tersebut negara gagal bisa ditandai dengan, hilangnya kontrol wilayah sendiri. Misal, Papua Lock Down sendiri. Monopoli pengerahan pasukan TNI-Polri akibat pemerintah daerah kewalahan. Tergerusnya kewenangan yang sah dengan main hakim sendiri. Tidak mampu melayani publik. Dibuktikan adanya sopir melakukan boikot. Tidak mampu berinteraksi pada negara lain.

"Pemerintah pusat tidak bisa mengendalikan pemerintah daerah. Korupsi meluas. Pengungsi tak terkendali dan memburuknya ekonomi secara tajam. "Saya tidak pingin NKRI chaos. Saya pingin NKRI harus kuat," kata Yasin.

Seminar bertema, "Penguatan NKRI Ditengah Pandemi" yang dipandu Choliq Baya, wartawan senior itu semakin semarak karena diikuti alumni UINSA dari beberapa propinsi diantaranya Jawa Timur, Madura dan Kalimantan. [ito/mu]












Tag : polda, jateng, polisi, nkri, kampung, siaga

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more