17:00 . Jelang Lebaran, Pendapatan Salon Meningkat   |   16:00 . 99,13 Persen Warga Bojonegoro Terintegrasi JKN-KIS   |   15:00 . Harga Jilbab Merangkak Naik, Jelang Lebaran Pembeli Juga Meningkat   |   14:00 . Kapolres Bojonegoro Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling   |   13:00 . Jembatan Glendeng Ambles, Kapolsek Soko Tinjau Kembali   |   10:00 . SMK Migas Bojonegoro Bagi Takjil Kepada Masyarakat   |   09:00 . Jelang Lebaran, Jasa Ekspedisi Kebanjiran Paket Barang   |   08:00 . Chef Sarwan Berbagi dengan Yatim-Dhuafa Sarangan   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   06:00 . Chef Sarwan Bersama Yatim dan Dhuafa   |   22:00 . Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Langsung Bebas Saat Lebaran   |   21:00 . Komisi A DPRD Bojonegoro Tanggapi Aduan Masalah Rekrutmen Perangkat Desa   |   20:00 . EMCL Salurkan Dukungan 1,320 Sembako di Wilayah Operasi   |   19:30 . PBNU Tetapkan Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1442 H Kamis 13 Mei 2021   |   19:00 . Tradisi Colok-colok Malam Songo Jelang Idul Fitri   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

blokbojonegoro.com | Saturday, 06 June 2020 07:00

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Belakangan ini, banyak orang yang mulai berkebun di rumah meski dengan lahan seadanya. Tujuannya beragam, mulai dari melanjutkan hobi yang sempat tertunda, cara untuk melepas rasa bosan dan stres, sampai menanam sayuran yang memang akan dikonsumsi.

Kalau Anda juga tengah tertarik, maka lakukanlah, Moms. Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof Dr Hardinsyah, bercocok tanam atau berkebun memang bisa menjadi alternatif bila ingin menjaga ketahanan pangan di rumah.

"Bercocok tanam di pekarangan rumah relatif mudah dilakukan. Mau tidak mau tentu mengoptimalkan sumber daya seperti pagar, halaman, air, tanah, pot, juga hidroponik," ujar Prof Dr Hardinsyah saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (2/6).

Lebih lanjut Prof Dr Hardinsyah menyebut, bercocok tanam biasanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di desa. Namun, di zaman seperti sekarang apalagi di tengah pandemi virus corona, masyarakat kota pun mulai tergerak pula.

Kabar baiknya, berkebun dengan bertujuan menjaga ketahanan pangan keluarga ini tidak memiliki standar apa yang harus Anda tanam kok, Moms. Itu semua tergantung dari kemampuan dan minat dari masing-masing individu. Terlebih juga, perlu disesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

Misalnya di lahan yang relatif sempit, Anda bisa mulai dengan microgreens, yaitu menanam sayuran yang dapat dipanen pada saat usianya masih muda. Yakni  7-14 hari saja.  Lalu ada sistem tanam hidroponik pakai pipa air yang ditempel di pagar, sistem aeroponik, lalu menanam di pot gantung, dan sebagainya.

Nah, sudahkah Anda mendapat inspirasi ingin mulai menanam apa dalam waktu dekat?

Namun bila yang terjadi sebaliknya, yakni jika teman-teman Anda sudah banyak yang melakukan tapi Anda sendiri sebetulnya kurang berminat, maka juga tak masalah kok, Moms! Yang terpenting adalah kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan cara Anda sendiri.

"Ketahanan pangan keluarga itu, kan, kondisi cukupnya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Ditentukan oleh kemampuan keluarga membeli pangan dan atau memperoleh pangan dari pekarangannya. Kalau di kota sangat tergantung dari pendapatannya. Kalau di desa tergantung apa yang ditanam dan dipelihara. Sekarang tinggal kesanggupannya saja," tutupnya.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, rumah, tanaman, bertanam

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat