14:00 . Pemkab Bojonegoro Siapkan 94,372 Miliar Bantuan Lembaga Diniyah   |   13:00 . Peringati Hari Santri Nasional, Inilah Pemenang Berbagai Lomba Kemenag Bojonegoro   |   07:00 . Orangtua Wajib Tahu, Ini 4 Cara Menyembuhkan Batin Anak   |   19:00 . Sambut Peringatan HSN, Himatika Gelar Webinar Era Digital dengan Gus Romzi   |   18:00 . Khitan Massal Infaqo Attanwir Warnai Peringatan Maulid Nabi   |   17:00 . Baru Terbentuk, Pengkab ISSI Bojonegoro Berangkatkan Belasan Atlet Ikut Kejurprov   |   16:00 . Dinas PMD Bojonegoro Luncurkan Aplikasi Siap Desa   |   15:00 . Pemdes Ngampel Gelar Lomba Senam dan Berbagi Ratusan Sembako   |   13:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   12:00 . Puluhan Kader IPNU IPPNU Mengikuti Diklatama DKAC CBP KPP Balen   |   11:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Dilantik PB IKA PMII   |   10:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya   |   18:00 . Dukung Potensi Atlet, Pemkab Bojonegoro Segera Luncurkan KPOB   |   13:00 . Kemendag Mengungkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis   |  
Mon, 18 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wiwitan, Tradisi Wujud Rasa Syukur Pasca Panen

blokbojonegoro.com | Monday, 22 June 2020 21:00

Wiwitan, Tradisi Wujud Rasa Syukur Pasca Panen

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Wiwitan adalah ritual persembahan tradisional masyarakat Jawa sebelum panen padi dilakukan. Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep, dan Dewi Sri ( Dewi Padi) yang mereka percaya menumbuhkan padi sebelum panen.

Disebut sebagai ‘wiwitan’ karena arti ‘wiwit’ adalah ‘mulai’, memotong padi sebelum panen diselenggarakan.
Yang disebut bumi adalah sedulur sikep bagi orang Jawa karena bumi dianggap sebagai saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan. Tradisi wiwitan ini sudah ada sejak sebelum agama-agama masuk ke tanah Jawa.

Mbah Tarmiji warga Dusun Kalongan Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon mengatakan, setelah didoakan prosesi berikutnya pemilik lahan menyebar beberapa makanan di tengah sawah dan meletakkan empat bungkusan hidangan yang diletakkan di empat sudut sawah sebagai simbol kiblat papat siji pancer.

"Selanjutnya petani pemilik lahan memulai memetik tangkai padi. Jumlah tangkai yang dipetik pertama kali pada prosesi wiwitan disesuaikan dengan hari pasaran Jawa dimana padi tersebut mulai dipetik," jelas bapak paruh baya kepada blokBojonegoro.com.

Tangkai padi yang dipetik nantinya dibawa pulang pemilik lahan dan dipasang atau ditempelkan di tembok rumah. Hal tersebut bermakna agar rezeki yang didapat selalu dimiliki oleh pemilik rumah dan sebagai pepiling (pengingat) bagi pemilik rumah.

"Ketika melihat untaian tangkai padi yang dipasang ditembok, diharapkan pemilik rumah selalu bersyukur bahwa rezeki yang didapat tidak lain berasal dari sang pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya.

Prosesi wiwitan diakhiri dengan kenduri bersama dengan masyarakat yang hadir di tempat prosesi dilakukan. Kenduri bersama ini sebagai simbol kebersamaan dan berbagi kepada orang lain sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang melimpah.[her/lis]

Tag : Padi, tradisi, wiwitan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat