19:00 . Ratusan Penari Thengul Meriahkan Kemah Budaya   |   18:00 . Dies Natalis, Bupati Bojonegoro Terima Penghargaan dari Unesa   |   17:00 . Disperinaker Bojonegoro Belum Terima Data Naker JTB Terbaru   |   16:00 . Semarak Bulan Kemerdekaan, PEPC JTB Gelar Sepakbola Persahabatan   |   15:00 . Turun Lagi, Harga Emas Ukuran 0,5 Gram Kini Dipatok Rp544.000   |   14:00 . Semarak HUT RI Ke-77, Perhutani KPH Parengan Gelar Lomba Karaoke   |   13:00 . 988 Siswa Madrasah Se-Kabupaten Bojonegoro Ikuti Kompetisi Sains Madrasah   |   10:00 . Meriahnya Kemah Budaya Bareng Kampoeng Thengul   |   09:00 . Condromowo Kalahkan Sumurgung Legend di Fun Football Talun 2022   |   08:00 . Prakiraan Cuaca di Kabupaten Bojonegoro Hari Senin   |   07:00 . Gula Bikin Ketagihan, Inilah 4 Kondisi Umum yang Membuat Kamu Ingin Makanan Manis   |   20:00 . Dua Kali diguyur Hujan, Peserta Jamcab XII Bojonegoro Tetap Semangat   |   19:00 . Meriah, 200 Penari Thengul Warnai Kemah Budaya Margomulyo 2022   |   18:00 . Bangkitkan Kreatifitas, SMK Taruna Balen Adakan Kontes Modifikasi Motor   |   15:00 . Peringatan Hari Pramuka, Kwarcab Bojonegoro Gelar Jambore Cabang   |  
Mon, 15 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wiwitan, Tradisi Wujud Rasa Syukur Pasca Panen

blokbojonegoro.com | Monday, 22 June 2020 21:00

Wiwitan, Tradisi Wujud Rasa Syukur Pasca Panen

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Wiwitan adalah ritual persembahan tradisional masyarakat Jawa sebelum panen padi dilakukan. Ritual itu dilakukan sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep, dan Dewi Sri ( Dewi Padi) yang mereka percaya menumbuhkan padi sebelum panen.

Disebut sebagai ‘wiwitan’ karena arti ‘wiwit’ adalah ‘mulai’, memotong padi sebelum panen diselenggarakan.
Yang disebut bumi adalah sedulur sikep bagi orang Jawa karena bumi dianggap sebagai saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan. Tradisi wiwitan ini sudah ada sejak sebelum agama-agama masuk ke tanah Jawa.

Mbah Tarmiji warga Dusun Kalongan Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon mengatakan, setelah didoakan prosesi berikutnya pemilik lahan menyebar beberapa makanan di tengah sawah dan meletakkan empat bungkusan hidangan yang diletakkan di empat sudut sawah sebagai simbol kiblat papat siji pancer.

"Selanjutnya petani pemilik lahan memulai memetik tangkai padi. Jumlah tangkai yang dipetik pertama kali pada prosesi wiwitan disesuaikan dengan hari pasaran Jawa dimana padi tersebut mulai dipetik," jelas bapak paruh baya kepada blokBojonegoro.com.

Tangkai padi yang dipetik nantinya dibawa pulang pemilik lahan dan dipasang atau ditempelkan di tembok rumah. Hal tersebut bermakna agar rezeki yang didapat selalu dimiliki oleh pemilik rumah dan sebagai pepiling (pengingat) bagi pemilik rumah.

"Ketika melihat untaian tangkai padi yang dipasang ditembok, diharapkan pemilik rumah selalu bersyukur bahwa rezeki yang didapat tidak lain berasal dari sang pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya.

Prosesi wiwitan diakhiri dengan kenduri bersama dengan masyarakat yang hadir di tempat prosesi dilakukan. Kenduri bersama ini sebagai simbol kebersamaan dan berbagi kepada orang lain sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang melimpah.[her/lis]

Tag : Padi, tradisi, wiwitan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat