14:00 . Pandemi Covid-19, Dinpora Minta Atlet Tetap Berlatih   |   13:00 . Pelaku IKM dan UMKM Gelar Senam Minggu Ceria Bangkitkan Ekonomi Kecil   |   12:00 . Pagu PPDB Belum Terpenuhi, Jalur Ini Jadi Solusi   |   10:00 . Harga Cabai Rawit Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   09:00 . STAI Attanwir Semakin Berkembang   |   08:00 . Yanuar Amni Optimis Tangani Persibo   |   07:00 . Waspada, Nobar EURO Harus Taati Prokes   |   20:00 . Himatika Unu Sunan Giri Luncurkan Komet Sebagai Optimaliasi Prestasi   |   19:00 . Polres Analisa dan Evaluasi Penangan Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . Wagub Emil Dardak Sebut AMSI Bisa Jadi Sumber Big Data Terbesar   |   17:00 . Silaturahmi, PEPC Olahraga Bersama Tetap Patuhi Prokes   |   15:00 . Bantu UMKM, Kadin Bojonegoro Gandeng Bank   |   14:00 . Kemenko Perekonomian Kunjungi Proyek JTB di Bandungrejo   |   13:00 . Gus Ipul Ikuti Rakerwil AMSI Jatim Lewat Virtual   |   12:00 . Begini Cara Daftar SUKIRNO   |  
Sun, 13 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

1 Bulan, 2.296 Warga Bojonegoro Ikut Rapid Test Gratis

blokbojonegoro.com | Monday, 03 August 2020 17:00

1 Bulan, 2.296 Warga Bojonegoro Ikut Rapid Test Gratis

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan surat kesehatan bebas dari Virus Corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan tempat Rapid Test atau tes cepat gratis, di Laboratotium Kesehatan Daerah yang berada di Jl. Ahmad Yani.

Semenjak dibuka pada 3 Juli 2020 lalu, sudah ada 2.296 masyarakat Bojonegoro yang mengikutinya. Dari total tersebut, 1.607 orang diantaranya berasal dari calon peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), 267 orang berasal dari latar belakan Santri atau Pondok Pesantren, 792 orang dari latar belakang Pekerja dan 137 orang dari latar belakang Mahasiswa.

"Selama satu bulan ini sudah ada 2.296 warga Bojonegoro yang ikut rapid test, dari jumlah tersebut 7 orang dinyatakan reaktif dan sudah ditindak lanjuti berdasarkan SOP," ujar Humas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Masirin, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, Rapid Test gratis bagi masyarakat Bojonegoro akan terus digelar dengan batas waktu yang belum ditentukan. Mengingat, Pemerintah Republik Indonesia telah memberlakukan New Normal atau tatanan baru dalam kehidupan dan menjadikan sebagian intansi mengharuskan melampirkan surat hasil rapid test.

Terkait pelayanan rapid test gratis sendiri, dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Jum'at pada pukul 08.00 - 14.00, dengan syarakat membawa KTP (bagi yang sudah wajib KTP), serta Kartu Karyawan Perusahaan/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Kartu Santri atau surat himbauan dari lembaga pendidikan/lembaga lainnya yang mensyaratkan rapid tes.

"Jadi ini hanya untuk masyarakat ber KTP Bojonegoro saja, yang bertujuan mempermudah dan meringankan beban masyarakat Bojonegoro, lantaran untuk biyaya rapid test sendiri juga lumayan mahal jika ditempuh secara mandiri dengan harga kisaran Rp300 ribu setiap orangnya," jelas Masirin. [din/ito]

 

Tag : Labkesda, Bojonegoro, rapid, test

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more