11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |   15:00 . Full Time, Persibo Taklukkan 1-0 Mitra Surabaya   |   14:30 . Half Time, Persibo Unggul 1-0 dari Mitra Surabaya   |   14:00 . Transparansi Pemdes Tlogorejo Raih Tiga Kategori KIP Se - Jawa Timur   |   13:45 . Menit 31 Persibo Berhasil Mencetak Gol Pertama ke Gawang Mitra Surabaya   |   13:00 . Persibo Tiba di Gresik, Kondisi Siap Tempur   |   12:00 . Harga Cabai di Pasar Bojonegoro Meroket Jelang Natal dan Tahun Baru   |   11:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Kategori Tertinggi Komisi Informasi Jatim   |   10:00 . Program Aladin Bangun 7.041 Rumah Tak Layak Huni   |   08:00 . Musnahkan Barang Bukti dan Lelang   |   07:00 . Ketahui 5 Tanda ASI Kekurangan Nutrisi, Bisa Berdampak pada Kesehatan Bayi   |  
Fri, 03 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tanda-tanda Anak Sudah Kecanduan Pornografi

blokbojonegoro.com | Wednesday, 19 August 2020 07:00

Tanda-tanda Anak Sudah Kecanduan Pornografi

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Konten pornografi kini cenderung lebih mudah diakses karena teknologi yang semakin maju.

Apalagi, banyak orangtua terlalu permisif kepada anak dan memberikan gawai sejak usia dini.

Pornografi bisa menimbulkan kecanduan, tak terkecuali pada anak. Dalam jangka panjang, kecanduan pornografi bisa memicu berbagai dampak buruk, seperti mengganggu konsentrasi anak hingga anak rentan menjadi pelaku kejahatan seksual.

Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A(K) mengungkapkan, ketika anak menonton pornografi, mereka tetap mungkin mendapatkan rasa kesenangan, meskipun sebetulnya belum memiliki pemahaman cukup.

Kesenangan itu kemudian akan merangsang melepaskan hormon dopamin yang menimbulkan rasa senang.

Pada kesempatan berikutnya anak tersebut akan mencari-cari kembali apa yang membuatnya senang saat itu dan kembali mengakses pornografi. Jika dilakukan terus-menerus, anak bisa mengalami kecanduan.

"Penelitian menunjukkan kecanduan pornografi dampaknya bisa seperti kecanduan narkoba."

Demikian diungkapkan dr. Eva dalam Instagram Live bersama IDAI, Selasa (18/8/2020).

Kecanduan pornografi bisa menyebabkan fungsi-fungsi dalam kehidupan anak menjadi terganggu.

Untuk itu, orangtua diimbau untuk mencegah itu sebelum terjadi, bahkan mencegahnya sejak sebelum anak mengakses internet.

Namun, bagaimana jika anak sudah terlanjur mengaksesnya dan mengalami kecanduan?

Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh orangtua, antara lain:

- Ketika anak mulai suka bersembunyi untuk mengakses internet.

- Ketika anak mulai tidak bisa dilepaskan dari gawai.

- Ketika anak mulai menunjukkan kegelisahan ketika tidak bisa mengakses internet.

- Ketika anak mulai menunjukkan perilaku agresif ketika gawainya diambil.

- Ketika anak mulai menunjukkan perilaku seksual yang menyimpang, seperti suka memainkan alat kelaminnya atau tertangkap suka menjahili adik atau anak tetangga yang berlawanan jenis kelamin.

"Kita perlu melakukan terapi terhadap anak-anak seperti ini. Orangtua bisa membawa anak ke dokter spesialis tumbuh kembang anak atau psikiater," ucap dr. Eva.

Mencegah kecanduan pornografi

Untuk mencegah anak yang belum cukup umur mengakses konten pornografi hingga mengalami kecanduan, orangtua bisa melakukan beberapa cara.

Misalnya, dengan memberi pengertian tentang apa yang boleh diakses dan tidak. Lakukan ini sejak anak pertama kali diperbolehkan mengakses internet.

Selain itu, buat aturan yang disepakati bersama tentang alasan batasan-batasan anak dalam mengakses internet.

Komunikasikan dari awal mengenai alasan pembatasan itu dan apa dampaknya untuk mereka.

"Mudah-mudahan anak bisa dilindungi semaksimal mungkin agar terlindung dari konten pornografi, terutama dampak panjang," ungkapnya.

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan, pornografi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more