10:00 . PPDB Ditutup, Baru 5 SMP di Bojonegoro Penuhi Pagu   |   08:00 . Petani Terima Bibit Tembakau Virginia dari Pemkab Bojonegoro   |   22:00 . 2 Mitra Binaan PEPC JTB Berpartisipasi di Ajang Forkapnas   |   21:00 . Prof. Widodo, Alumni SMP Negeri Kapas Terpilih Menjadi Rektor Universitas Brawijaya Malang   |   20:00 . Alumni dan Santri Tebuireng Bojonegoro, Tuban dan Lamongan Gelar Halal Bihalal   |   19:00 . Serap Aspirasi, Bupati Anna Diskusi Langsung dengan BEM dan Ormawa   |   18:00 . Satlantas Polres Bojonegoro Melakukan Rekayasa Lalin di Jembatan Glendeng   |   17:00 . Presiden Joko Widodo Ajak Masyarakat Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri   |   16:00 . Akses Jembatan Glendeng Sudah Ditutup, Masih Ada Pengguna Jalan yang Nyelonong   |   15:00 . Satu Data Bojonegoro Bisa Menjadi Rujukan Jurnalis dan Peneliti   |   13:00 . Channel Kisah Tanah Jawa Kuak Sejarah dan Kemistisan Jembatan Kaliketek   |   09:00 . Semua Di-handle Teknologi, Tugas Pelajar Apa?   |   07:00 . 4 Manfaat Jika Kita Peduli Terhadap Keadaan Orang Lain   |   23:00 . Diduga Ngantuk Saat Hujan Deras, Sopir Truk Tabrak Portal Jalan   |   20:00 . Sambang Desa, Bupati Anna Tekankan Fokus Pembangunan SDM Berkelanjutan   |  
Sun, 22 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Alih Usaha Jual Layangan Berkah di Tengah Pandemi

blokbojonegoro.com | Sunday, 23 August 2020 12:00

Alih Usaha Jual Layangan Berkah di Tengah Pandemi

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Meski menjadi hal  yang menakutkan, ternyata di balik pandemi Covid-19, sebagian orang  mampu menghadapinya dengan mencari peluang alih usaha. Salah satunya dilakukan Ahmad Khoirul Umam, seorang pedagang keliling.

Warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ini awalnya bekerja sebagai pedagang keliling  menjajakan pentol bakar, sosis dan siomay. Namun, semenjak mulai merebaknya Virus Corona pada Februari lalu, dia libur total berjualan.

Pria kelahiran 23 tahun lalu ini terpaksa tidak berjualan lagi, lantaran tempat ia biasa berjualan yaitu di sekolahan ataupun tempat mengaji (Diniyah) libur. Bahkan dengan diterapkanya sistem pembelajaran online untuk anak sekolah, semakin membuatnya kebingungan untuk membantu ekonomi keluarganya.

Akhirnya, dia memutuskan menggeluti  usaha musiman yakni berjualan layang-layang. Dengan usaha yang digelutinya setiap musim kemarau ini, ia mampu mendapatkan Rp200 ribu setiap harinya dari membuat layang-layang.

"Sebelumnya saya berjualan keliling, tetapi semenjak sekolah dan tempat mengaji diliburkan karena adanya pandemi virus Corona saya kebingungan dan kebetulan usaha layangan yang saya geluti sejak tahun 2010 lalu, alhamdulillah ramai pemesan dan pembeli," ujarnya, Minggu (23/8/2020).

Pria yang akrab disapa Umam ini mengaku, setiap harinya ia mendapat pesanan 20 sampai 30 rangkai layangan Sawangangan (Suwangan). Setiap rangkainya ia jual seharga Rp10 untuk satu rangkai dan Rp30 ribu sampai Rp100 ribu untuk layangan yang sudah jadi, tergantung ukuran.

Untuk pembeli, sambung Umam kebanyakan berasal dari luar Kecamatan, seperti Sumberrejo, Balen, Baureno, Kalitidu dan Kanor sendiri. Bahkan sempat akan ada pembeli dari Kabupaten Lamongan, yang akan memesan, tetapi dibatalkan lantaran jarak yang dirasa terlalu jauh.

"Saya mulai membuat layangan pada akhir Bulan Juli lalu dan memasarkanya melalui online, sehingga banyak pembeli dari luar kecamatan yang memesan," imbuh Umam.

Anak pasangan dari Kastari dan Mariatun ini mengungkapkan, imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah saja dan pendidikan secara daring menyebabkan banyak anak-anak atapun orang dewasa yang membeli layangan darinya. Bahkan, untuk memenuhi pesanan yang ia terima, Umam mengajak Kastari sang bapak, untuk membuatnya.

Untuk membuat satu rangkai layang-layang, Umam mengatakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, dari memotong bambu hingga merangkainya menjadi rangka layangan. Dalam pembuatan layang-layang, menurut Umam, tidak ada kesulitan, tetapi membutuhkan ketelatenan untuk merangkai maupun mengukurnya.

"Kalau rumit itu sudah pasti, karena harus menyamakan antar sisinya maupun ketebalan rankanya dan juga pemasangan kertas ataupun plastik untuk dasaranya agar bisa terbang," tutur pria tiga bersaudara ini.

Sementara itu, Ayah Umam, Kastari mengaku bersyukur dengan banyaknya pemesan maupun pembeli layang-layang kepada anaknya. Pria 50 tahun ini mengaku, sampai membantu anaknya untuk memenuhi pesanan dari para pembeli.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya saya tidak ikut membantu, tetapi pada tahun ini saya ikut membantu karena banyak pesanan," sambung Kastari.

Pria yang bekerja sebagai petani ini juga turut bercerita tentang ekonomi keluarganya di tengah pandemi virus Corona. Akan tetapi, ia tetap bersyukur dengan apa yang diberikan tuhan kepada dirinya dan keluarganya.[din/col]











Tag : Harga, omzet, layangan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat