07:00 . Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah   |   22:00 . Pedagang Keluhkan Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   21:00 . Bersinergi Kapolres Bojonegoro Lakukan Audiensi Bersama PC GP Ansor Bojonegoro   |   20:30 . Video Lakalantas Truk Seruduk Teras Toko di Balen   |   20:00 . Gelar Pelatihan, STIKES Rajekwesi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan   |   19:00 . Peduli ADHA, Pita Merah Adakan Home Care dan Berikan Bantuan   |   18:00 . Anniversary Ke-5, VLOC Chapter Bojonegoro Beri Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Dijuluki Netherlands Bojonegoro, Kantor Notaris Jadi Tempat Swafoto Hingga Prewedding   |   16:00 . Lagi-lagi Terjadi Kecelakaan Truk Banting Setir Nyelonong Depan Toko   |   15:00 . Dukung KADIN Bojonegoro, Budiono Siapkan 10 Titik Bantuan untuk UMKM Ponpes dan Kampus   |   14:00 . Mendag: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi   |   13:00 . Kecelakaan Tunggal, Truk Muatan Ayam Hantam Pohon   |   12:00 . 81 Produk Mahasiswa Kampus Ungu Dipamerkan di Stakeholders Collaborations   |   11:00 . KADIN Bojonegoro Menggelar Stakeholders Collaboration 2022   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |  
Thu, 20 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

blokbojonegoro.com | Saturday, 12 September 2020 12:00

Tilik Masjid Tertua di Bojonegoro, Dibangun Prajurit Mataram Islam

Kontributor: Yudi Kuswanto

blokBojonegoro.com – Masjid Jami’ Nurul Huda yang terletak di Desa Cangaan, Kecamatan Kanor menjadi masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro. Meski begitu bangunan masjid sudah terlihat modern, hal itu tak lepas dari proses pemugaran masjid yang sudah dilakukan lima kali. Terakhir di pugar pada April 2015 serta selesai di tahun 2016.

Pemugaran dilakukan dengan alasan, seringkali jika musim penghujan, Masjid Jami’ Nurul Huda terendam banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo. Atas dasar tersebutlah maka diputuskan untuk memugar, tapi tetap mempertahankan arsitek lama.

Ditemui di kediamanya, Jum’at (11/9/2020), Abdul Khakim, Ketua Takmir Masjid Jami’ Nurul Huda menuturkan, jika keberadaannya dulu masjid dibangun oleh seorang prajurit Kerajaan Mataram islam bernama Ki Ageng Wiroyudo yang lari akibat kejaran pemerintahan kolonial Belanda.

“Ceritanya ada seorang prajurit kerajaan Mataram Islam, konon ceritanya dikejar-kejar Belanda kemudian merakit perahu getek yang terbuat dari pohon pisang menyusuri Bengawan Solo, kemudian sang prajurit itu pertama kali bersandar di Desa Kabalan, di situ kurang lebih satu tahun.

"Kok dirasa kurang nyaman atau gimana kemudian ke sini, mungkin disambut oleh masyarakat lalu setelah di sini beliau membuat gubuk semacam musala,” ceritanya kepada blokBojonegoro.com

Untuk mengetahui atau memastikan tahun dari muasal masjid tersebut tidaklah sulit. Di pintu masuk ada angka arab tertulis 1262 muharrom/hijriyah atau 1847 masehi.

Jika berkunjung ke Masjid Jami’ Nurul Huda maka akan disuguhkan dengan bangunan masjid dengan luas 15x20 meter. Empat pilar masjid bagian dalam yang terbuat dari pohon jati, kubah masjid yang menyerupai buah nanas dan terbuat dari kuningan, serta bencet alat untuk menentukan waktu salat pada zaman dahulu.

“Termasuk bencet tapi sudah dimodifikasi, bencet sendiri alat untuk mengetahui waktu salat sekarang kan jam, dulu kan belum ada jam,” tambah Abdul Khakim. [mu]

Tag : Masjid, prajurit, masjid tertua



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat