08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |   18:00 . Macet...!!!! Kondisi Jembatan Glendeng saat Lebaran   |   17:00 . Renginang Jajanan Jadul Saat Lebaran   |   16:00 . AJI Sesalkan Penggunaan Data Jurnalis Sepihak oleh Pemkab Bojonegoro   |   15:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Sementara   |   14:00 . Lebaran, Harga Daging Sapi Merangkak Naik   |   13:00 . BAB di Bengawan, Bocah 13 Tahun Tenggelam   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Umat Katolik Bojonegoro Rayakan Kenaikan Isa Al Masih   |   16:00 . Bupati Bojonegoro dan Forkopimda Salat Ied di Masjid Agung Darrusalam   |   15:00 . Lebaran, Minuman Herbal Kekinian Banjir Pesanan   |   13:00 . Lebaran Agrowisata Belimbing Ngringinrejo Tetap Buka   |   11:00 . Libur Dua Hari, Berikut Jadwal Jam Operasional Kantor Selama Lebaran   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Agar Efektif Cegah Covid-19, Hindari 5 Kesalahan Cara Pakai Masker Ini

blokbojonegoro.com | Wednesday, 07 October 2020 07:00

Agar Efektif Cegah Covid-19, Hindari 5 Kesalahan Cara Pakai Masker Ini

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Memasuki bulan kesepuluh pandemi Covid-19 di Indonesia, masker sudah menjadi barang yang wajib yang dikenakan saat beraktivitas di luar rumah.

Masker merupakan salah satu langkah utama dalam mencegah penyebaran dan penularan virus corona.

Walau sudah menjadi kebiasaan, tak jarang orang masih melakukan kesalahan-kesalahan kecil dalam menggunakan masker.

Padahal, penggunaan masker yang kurang tepat dapat membuat efektivitas masker berkurang dan berpotensi meningkatkan transmisi virus corona.

Berikut kesalahan penggunaan masker yang paling umum terjadi.

1. Tidak menutup hidung atau mulut

Kesalahan ini dipicu ketidaknyamanan dalam pemakaian, seperti kesulitan bernapas atau berbicara. Tanpa sengaja, orang akan mengendurkan sedikit masker yang dipakai.

Tim ilmuwan dari University of North Carolina dalam penelitiannya menyebut, virus corona bisa masuk dan menginfeksi rongga hidung yang kemudian berkembang ke jalur pernapasan.

Oleh karena itu, penggunaan penggunaan masker yang efektif adalah dengan cara menutup rongga mulut dan hidung.

2. Ukuran masker tidak pas

Kesalahan ini dipicu oleh ukuran masker yang kekecilan atau kebesaran. Saat kekecilan atau ketat, orang akan cenderung kesusahan dalam bernapas dan berbicara sehingga timbul keinginan untuk sering-sering membukanya.

Begitu juga dengan masker yang kebesaran atau longgar, droplet atau tetesan liur dapat keluar atau masuk melalui rongga, sehingga membuat penggunaan masker kurang efektif.

3. Berulang kali menggunakan masker sekali pakai

Seperti namanya, masker sekali pakai tidak boleh dipakai berulang, sebagai contoh masker medis.

Selain karena efektifitasnya berkurang akibat penyaringannya menurun, besar kemungknan karet telinga pun sudah merenggang dan dalam keadaan kotor.

4. Menggunakan masker kotor

Menggunakan masker setiap hari berarti juga harus membersihkannya setiap hari. Permukaan masker yang kotor berisiko terpapar partikel virus sehingga harus dibersihkan dengan teliti.

Untuk itu, paling tidak bawalah dua hingga tiga masker agar dapat diganti saat kotor atau setiap empat jam sekali.

5. Sering menyentuh masker

Faktor kenyamanan memang masih menjadi perkara pelik. Kondisi ini membuat orang sering membuka atau membetulkan letak masker di wajah.

Masalahnya, permukaan luar masker merupakan area yang berisiko terpapar partikel virus. Bila seseorang menyentuhnya dan tidak sengaja memegang wajah, potensi infeksi karena virus bisa terjadi.

Terlebih, seseorang mungkin saja tidak sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang masker.

Seperti diketahui, mencuci tangan selama 20 detik dapat menghilangkan virus yang menempel. Untuk itu, meski menggunakan masker, rajinlah mencuci tangan.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (16/4/2020), ahli epidemiologi Aimee Ferraro mengatakan, dalam sebagian besar kasus, penyebaran virus corona terjadi melalui tetesan air liur yang berukuran besar dapat dihalau sebagian oleh semacam penutup mulut dan hidung.

"Selain itu, ada konsep pengurangan dampak buruk penyakit menular yang mengindikasikan penurunan dosis patogen memungkinkan tubuh kita lebih banyak waktu untuk mengembangkan kekebalan," katanya.

Artinya, masker wajah menawarkan cara untuk membantu mengurangi jumlah virus corona yang ditularkan.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan, masker

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat