16:00 . Syarat Mutlak Penentu Kelulusan, Warga Belajar Kesetaraan Harus Ikuti UPK   |   15:00 . Bantuan Pembangunan dan Rehab Masjid-Musala, Baru Ada 3 Pengajuan   |   14:00 . PLN Akan Tertibkan Pengguna Listrik Daya 450 VA   |   13:00 . Ramai Wabah PMK, Penjualan Daging Sapi di Pasar Tradisional Tetap Stabil   |   09:00 . Indeks Gemar Baca 60.74 Persen, Dinas Perpustakaan Ajak Desa Bentuk Perpusdes   |   08:00 . Pembelajaran yang Ideal   |   07:00 . 3 Kesalahan Buang Air Kecil: Bikin Wanita Rentan Mengalami Masalah Kandung Kemih, Hindari Hal Ini   |   20:00 . Kontribusi Industri Hulu Migas dalam Mensejahterakan Daerah dan Nasional   |   19:00 . IDFoS Indonesia Luncurkan Buku Menetas, Tumbuh, dan Berkembang di Jambaran Tiung Biru   |   18:00 . Hardiknas 2022, Pemulihan Bersama dan Bergerak untuk Merdeka Belajar   |   17:00 . 600 Atlet Pencak Silat Siap Ikuti Pra Porprov Jatim   |   16:00 . Manfaatkan Teknologi Digital, Kemendag Berharap Program Migor Rakyat Tepat Sasaran   |   15:00 . Getuk Legendaris Mak Yah, Pertahankan Cita Rasa Turun-Temurun   |   14:30 . Cari Ikan di Sungai, Pria Ini Temukan Mayat   |   14:00 . Antre Panjang Tiket Bioskop Film KKN Desa Penari   |  
Wed, 18 May 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Orangtua, Begini Cara Bikin Sekolah dari Rumah Lebih Menyenangkan!

blokbojonegoro.com | Thursday, 15 October 2020 07:00

Orangtua, Begini Cara Bikin Sekolah dari Rumah Lebih Menyenangkan!

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Kebanyakan anak akan merasa senang saat pergi ke sekolah karena akan bertemu dengan teman-temannya.

Demikian kata Psikolog Anak dan Remaja Rosdiana Setyaningrum Mp.Si saat webinar 'Mencetak Anak Unggul dengan Cara Hidup Bijaksana dan Baik di Era PSBB', Senin (28/9/2020).

Namun dampak dari wabah virus corona Covid-19 mengharuskan anak-anak untuk sekolah dari rumah dan belajar secara virtual.

Kondisi itu, kata Rosdiana, bisa memberatkan psikis anak karena tidak dapat bertemu teman-temannya. "Mereka kan jadi cuma bisa ketemu secara virtual. Rasanya pasti beda," kata Rosdiana.

Kata Rosdiana, menjadi tugas orangtua untuk membuat anak tetap semangat sekolah walau harus dilakukan dari rumah. Ia menyarankan agar suasana belajar anak dibuat seperti ruang kelas.

"Jadi misal taruh papan tulis di depannya, ada beberapa mainan edukatif, jadi anak belajar di situ," ucapnya.

Rosdiana menjelaskan bahwa otak manusia bekerja dengan kebiasaan. Itu sebabnya anak perlu memakai seragam saat sekolah atau orang dewasa memakain pakaian tertentu saat bekerja.

Hal itu akan dibaca oleh otak untuk menyesuaikan kondisi fisik dengan aktivitas yang akan dijalankan.

"Karena otak sudah punya slotnya. Kalau pakai baju main berarti mau keluar main. Kalau pakai baju tidur berarti tidur. Jadi kalau pakai atasan lain, bawahan lain jadi otak fokusnya bingung. Kalau kita aja bingung apalagi anak," katanya.

Selain itu, ia menyarankan agar biarkan anak untuk bergerak selama lima menit sebelum memulai belajar. Cara itu dinilai bisa membangkitkan fokus dan konsentrasinya.

"Biarkan anak senam ringan atau joget sekitar lima sampai sepuluh menit. Nanti kalau udah belajar 30 menit biarkan berdiri dari kursinya dan jalan dulu. Jangan kasih gerakan ekstrem yang bikin capek. Kita juga harus observasi anak gerak berapa lama. Intinya harus duduk, gerak, duduk gerak," ujar Rosdiana.

Orangtua juga harus menanamkan pikiran kepada anak bahwa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan.

Karena itu, Rosdiana mengingatkan jangan pernah mengomel di depan anak mengenai tugas sekolah yang terlalu rumit atau merepotkan.

"Hindari ngomel saat anak mulai belajar online. Nanti akibatnya anak melihat sekolah tidak meyenangkan. Buktinya orangtua aja ngomel apalagi dia. Akibatnya dia gak mau jadi pembelajar seumur hidup," tutur Rosdiana.

Terakhir, ia mengingatkan bahwa orangtua tidak harus selalu menjadi guru bagi anak. Sehingga wajar jika ada pelajaran sekolah yang tidak dimengerti oleh orangtua.

Kuncinya, kata Rosdiana, orangtua juga perlu berkomunikasi dengan guru di sekolah.

"Kita bukan guru. Semua ada porsi masing-masing. Diskusikan dengan guru apa baiknya kalau anak kurang ngerti. Tapi tugas kita tetap satu, menjalankan tugas orangtua, yaitu membuat perkembangan kepribadian anak berjalan baik," tuturnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : kesehatan, orang tua, sekolah, pendidikan, anak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 08 May 2022 13:00

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang

    Mbak Lizza, Reporter blokBojonegoro.com Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan keluarga besar Blok Media Group (BMG). Kali ini adalah Reporter blokBojonegoro.com, Lizza Arnofia Choirunnisa yang hari ini melangsungkan upacara resepsi pernikahan dengan pujaan hatinya....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat