17:00 . Baru Terbentuk, Pengkab ISSI Bojonegoro Berangkatkan Belasan Atlet Ikut Kejurprov   |   16:00 . Dinas PMD Bojonegoro Luncurkan Aplikasi Siap Desa   |   15:00 . Pemdes Ngampel Gelar Lomba Senam dan Berbagi Ratusan Sembako   |   13:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   12:00 . Puluhan Kader IPNU IPPNU Mengikuti Diklatama DKAC CBP KPP Balen   |   11:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Dilantik PB IKA PMII   |   10:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya   |   18:00 . Dukung Potensi Atlet, Pemkab Bojonegoro Segera Luncurkan KPOB   |   13:00 . Kemendag Mengungkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis   |   12:00 . 34 Daerah di Jatim Masuk Asesmen Level 1   |   08:00 . DPRD Sepakati Kenaikan Tamsil GTT/PTT Hingga Realisasi Beasiswa dan Rehab Ruang Belajar   |   07:00 . Jangan Dijadikan Kebiasaan, Ini 3 Dampak Buruk Mengucek Mata   |   21:00 . Akibat Korsleting Listrik, Toko Obat Pertanian di Temayang Terbakar   |   20:00 . PPKM Dilonggarkan, Jumlah Penumpang Bus Meningkat   |  
Sun, 17 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks

blokbojonegoro.com | Monday, 19 October 2020 21:00

Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com : Rencana pembangunan Jembatan Kanor - Rengel (KaRe), penghubung antara Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban saat ini terus dikebut. Jembatan yang sebenarnya akan dibangun pada tahun 2020, tetapi gagal  lantaran terkendala pembebasan lahan, saat ini sudah memasuki tahap proses permohonan rekomendasi teknis (Rekomteks).

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari menjelaskan, saat ini sudah proses pengajuan Rekomteks kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Setelah itu, baru pengajuan izin pembangunan ke Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

"Semoga proses-proses tersebut bisa segera tuntas, sehingga jembatan yang diharapkan bisa membuka akses wilayah untuk memperkuat ekonomi ini segera bisa dilaksanakan," ujarnya, Senin (19/10/2020).

Jembatan yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel untuk Kabupaten Tuban ini, rencana ke depanya memilik bentang 210 meter yang terdiri dari struktur bawah yang meliputi pilar, abutment, struktur dengan rangka baja.

Jembatan yang menghabiskan anggaran sebesar 47 Miliar dari APBD Kabupaten tahun 2021 tersebut, rencananya akan dibangun pada tahun 2021. Namun, untuk kapan dimulainya masih belum bisa dipastikan.

"Kalau untuk pembangunanya pada bulan apa masih belum tetapi dipastikan bakal dibangun pada tahun 2021, karena masih menunggu proses semuanya selesai," sambungnya kepada blokBojonegoro.com.

Sementara itu, Kepala Desa Semambung, Kecamatan Kanor Neny Rachmawati berharap, jika nantinya jembatan KaRe  beroperasi ke depanya, turut mengerek perekonomian masyarakat Semambung. Sebab, dengan adanya jembatan penghubung antara Bojonegoro dan Tuban roda perokonomian masyarakat Semambung  pada khususnya, bisa berjalan lebih baik lagi.

"Harapan saya semoga jembatan KaRe ini menjadi berkah untuk semuanya, khususnya warga Semambung," pungkasnya.[din/col]




Tag : Jembatan, kanor, rengel



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat