14:00 . Tanggul Penahan Kali Avour di Kanor Jebol   |   13:00 . Kemendag Lepas Ekspor Produk Unggulan Desa dari NTB Senilai Rp700 Juta   |   12:00 . Tren Turun, Bengawan Solo Masih Siaga II   |   11:00 . Selamat Jalan Mbah Yai Imam, Husnul Khotimah   |   10:00 . Reses Masa Sidang 1 Politis Fraksi Garuda DPRD Bojonegoro Dengarkan Keluhan Warga Kanor   |   09:00 . Tandatangani Pakta Integritas, Dinsos Siap Wujudkan Pelayanan Terbaik   |   08:00 . Tanggul Bengawan Solo di Kanor Ambruk   |   07:00 . Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?   |   21:00 . Dekatkan Layanan Kesehatan, Bupati Resmikan Puskesmas Malo   |   20:00 . Mendag: Melalui G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |   19:00 . Tinggal Tunggu Sertifikasi Operasi, Bendungan Gongseng Siap Beroperasi   |   18:30 . Debit Air Naik, Bengawan Solo Siaga   |   18:00 . Melalui Radio, Kasatlantas Kampanyekan Tertib Lalu Lintas   |   17:00 . TMA Bengawan Solo Siaga Kuning Tren Naik   |   16:00 . Pertamina EP Sukowati Field dan Pemdes Ngampel Luncurkan Produk UMKM Desa   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Terima 113 Laporan, Masyarakat Diimbau Waspada Musim Berkembang Biak Ular

blokbojonegoro.com | Saturday, 14 November 2020 17:00

Terima 113 Laporan, Masyarakat Diimbau Waspada Musim Berkembang Biak Ular

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Warga Kabupaten Bojonegoro diminta mewaspadai kemunculan ular seiring datangnya musim penghujan. Dengan kata lain, selain ancaman banjir, warga Kabupaten Bojonegoro di himbau lebih waspada terhadap hewan melata berbisa tersebut yang diprediksi akan meningkat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan mengatakan, meningkatnya ular saat musim penghujan disebabkan musim penghujan merupakan musim ular akan bertelur dan menetas saat tiba musim penghujan, khususnya ular kobra.

"Memasuki musim penghujan, populasi ular kobra meningkat. Ular kobra akan bertelur dan menetas saat tiba musim penghujan. Jadi perlu diwaspadai," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.

Gunawan menjelaskan, tempat berkembang biak ular biasanya berada dilingkungan
yang rimbun, hangat, serta lembab seperti di tumpukan rumput dan selokan. Oleh karena itu, masyarakat harus mengantisipasi penyebarannya dengan melakukan aksi bersih agar lingkungan tetap terjaga.

Dirinya menyebutkan, selama Januari hingga Oktober 2020, Dinas Kebakaran Kabupaten Bojonegoro yang telah menerima sebanyak 113 laporan kemunculan ular di permukiman.

"Kami tetap mengimbau warga masyarakat apabila menemukan kejadian munculnya ular berbisa agar melaporkan kepada kami dan jangan melakukan penanganan sendiri. Kalau melakukan penanganan sendiri dikawatirkan justru terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pesanya.

Ia juga menuturkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, pihaknya secara terus menerus juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait penanganan jika nantinya ada ular. Hingga, sampai saat ini di Kabupaten Bojonegoro belum ada korban jiwa akibat gigitan ular berbisa.

"Diwilayah Kabupaten Bojonegoro memang keberadaan ular cobra atau ular berbisa tergolong cukup banyak, sehingga masyarakat perlu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya.[din/ito]

Tag : damkar, bojonegoro, hewan, ular



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat